Wednesday, May 27, 2015

Maskot dan Logo Kemah Budaya Nasional 2015

Maskot dan Logo Kemah Budaya Nasional 2015. Dalam setiap kegiatan kepramukaan, dua hal yang pasti ada adalah keberadaan logo dan maskot kegiatan, tidak terkecuali dalam Kemah Budaya Tingkat Nasional Tahun 2015. Logo adalah gambar, simbul, atau sketsa dengan makna tertentu, yang terntunya mewakili kegiatan yang diselenggarakan. Sedang maskot adalah orang, binatang, atau benda yg diperlakukan oleh suatu kelompok sebagai lambang pembawa keberuntungan atau keselamatan.

Maskot Kemah Budaya Nasional 2015


Lalu apa maskot dan logo kegiatan Kemah Budaya Tingkat Nasional Tahun 2015? Kegiatan yang akan diselenggarakan pada tanggal 3-8 Juni 2015 di di Bumi Perkemahan Tengku Buang Asmara, Desa Marempura Hilir, Kec. Mempura, Kabupaten Siak, Riau itu memiliki logo berupa burung engggang yang menggunakan seragam pramuka. Sedangkan logonya berupa lingkaran yang ditengahnya terdapat gambar Istana Siak, alat musik gambus dan marwas, serta gambar lambang Gerakan Pramuka, tunas kelapa.

Burung enggang disebut juga sebagai rangkong atau julang adalah burung dari famili Bucerotidae. Burung ini memiliki ciri khas paruh yang besar dengan bentuk khas yang menyerupai tanduk sapi. Indonesia memiliki hingga 14 jenis burung enggang. Berbagai jenis burung enggang tersebut hidup tersebar mulai dari Papua, Sulawesi, Kalimantan, hingga Sumatera. Lokasi hidup burung enggang salah satunya adalah di Riau, sehingga wajar jika burung enggang kemudian dijadikan maskot kegiatan Kemah Budaya Tingkat Nasional Tahun 2015 yang berlangsung di provinsi Riau.

Maskot Kemah Budaya Nasional 2015
Burung enggang menjadi maskot Kemah Budaya Nasional Tahun 2015


Logo Kemah Budaya Nasional 2015 dan Artinya


Logo Kemah Budaya Tingkat Nasional (KBN) Tahun 2015 adalah sebagai berikut.



Logo atau lambang tersebut memiliki arti sebagai berikut :

  1. Gambar Istana Siak melambangkan nilai sejarah kerajaan Siak
  2. Tunas kelapa berwarna merah melambangkan peserta Kemah Budaya Nasional adalah anggota pramuka penggalang
  3. Gambar alat musik gambus dan marwas melambangkan seni dan budaya melayu di kabupaten Siak Riau
  4. Tali yang melingkar melambangkan persaudaraan dalam merajut nilai budaya nusantara.
  5. Tulisan Kemah Budaya Nasional Tahun 2015 merupakan pelaksanaan Kemah Budaya Nasional yang diselenggarakan di Kabupaten Siak Provinsi Riau.
Tambahan informasi untuk para pramuka terkait dengan Istana Siak dan kerajaan Siak. Istana Siak (dikenal juga sebagai Istana Siak Sri Inderapura) adalah kediaman resmi Sultan Siak yang dibangun pada tahun 1889. Istana yang dijuluki sebagai Istana Matahari Timur ini memiliki luas 1.000 meter persegi. Dibangun dengan arsitektur bercorak Melayu, Arab, dan Eropa.

Istana Siak
Istana Siak yang masih berdiri hingga sekarang


Kerajaan Siak adalah sebuah Kerajaan Melayu Islam yang pernah berdiri di Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Kerajaan Siak berdiri pada tahun tahun 1723 dengan Sultan yang bernama Yang Dipertuan Besar Siak Sultan Abdul Jalil Syah. Kerajaan ini berdiri hingga tahun 1945 ketika Yang Dipertuan Besar Syarif Kasim Abdul Jalil Saifuddin (Sultan Syarif Kasim II) menyerahkan kekuasaannya dan bergabung dengan pemerintahan Indonesia. Tidak hanya sekedar bergabung, Sultan Syarif Kasim II juga berusaha membujuk raja-raja di Sumatera Timur lainnya untuk bergabung dengan Indonesia, bahkan memberikan bantuan sejumlah 13 juta gulden untuk pemerintah Indonesia.

Itulah sekilas mengenai maskot dan logo Kemah Budaya Nasional Tahun 2015. Dengan tambahan informasi tentang budaya di Kabupaten Siak, Riau terutama keberadaan Istana Siak dan sejarah kerajaan Siak.


EmoticonEmoticon