Pramukaria. Bolehkan setangan leher pramuka (hasduk) menyentuh tanah atau kotor? Sebuah pertanyaan klasik yang sering kali menimbulkan perdebatan seru. Pertanyaan klasik, mengingat boleh tidaknya setangan leher menyentuh tanah telah menjadi pertanyaan yang sejak bertahun silam telah ada. Pun menjadi perdebatan yang seru lantaran masing-masing pihak, baik yang memperbolehkan atau tidak membolehkan kacu leher menyentuh tanah sama-sama ngotot dengan pendiriannya.

Pihak yang melarang dan tidak membolehkan setangan leher (kacu leher) pramuka menyentuh tanah kerap kali berargumen bahwa membiarkan kacu leher yang kotor berarti sebuah pelecehan. Apalagi jika dikaitkan setangan leher pramuka sebagai perlambang Bendera Negara Sang Merah Putih yang musti dijunjung tinggi kehormatannya.

Namun benarkah hal itu merupakan sebuah pelecehan, bahkan terhadap Bendera Bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia? Atau bahkan ada dalil lain sehingga hasduk tidak boleh kotor? Pramukaria mencoba mengurai permasalahan ini berdasarkan dasar-dasar dan peraturan yang ada.

setangan leher pramuka


1. Tidak Ada Satu Pun Peraturan yang Melarang Setangan Leher Menyentuh Tanah

Menelaah Undang-undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, berbagai SK Kwarnas Gerakan Pramuka, serta berbagai Surat Edaran Kwartir Nasional Gerakan Pramuka tidak ada satu pun yang secara eksplisit melarang Setangan Leher Pramuka menyentuh tanah atau pun kotor.

Dalam Keputusan Kwartir Nasional Nomor 174 Tahun 2012 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Seragam Pramuka menyebutkan setangan leher sebagai bagian dari Pakaian Seragam Pramuka. PP tersebut hanya mencantumkan bentuk, ukuran, dan bahan setangan leher, serta cara melipat dan mengenakannya pada pakaian seragam pramuka. Tidak disebutkan larangan membuat setangan leher kotor atau pun menyentuh tanah.

Dalam Keputusan Kwartir Nasional Nomor 055 Tahun 1982 tentang Petunjuk Penyelelnggaraan Tanda Pengenal Gerakan Pramuka, Setangan Leher Pramuka merupakan salah satu Tanda Umum dari Tanda Pengenal Gerakan Pramuka.

Ternyata dari berbagai peraturan yang berlaku dalam Gerakan Pramuka tidak satupun yang berisi larangan Setangan Leher Pramuka menyentuh tanah.

2. Setangan Leher Pramuka Bukan Bendera Merah Putih

Setangan leher kerap dianggap sebagai perlambang Bendera Merah Putih yang musti dijunjung tinggi kehormatannya. Tapi yang harus dipahami adalah, setangan leher bukanlah Bendera Negara Sang Merah Putih. Dalam Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan Bab II (Bendera Negara) Pasal 4 Ayat (1)  disebutkan :

Bendera Negara Sang Merah Putih berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran lebar 2/3 (dua-pertiga) dari panjang serta bagian atas berwarna merah dan bagian bawah berwarna putih yang kedua bagiannya berukuran sama.
Dari ayat tersebut, jelas lah bahwa Setangan Leher Pramuka bukanlah Bendera Merah Putih. Pada pasal-pasal berikutnya tentang Penggunaan Bendera Negara dan Tata Cara Penggunaan Bendera Negara tidak satupun yang mengaitkan Bendera Merah Putih dengan Setangan Leher Pramuka.

Jamak bagi organisasi kepramukaan di berbagai negara yang menggunakan warna-warna kebanggaan di negaranya sebagai kacu leher (scarf). Dan sering kali warna-warna tersebut diambil dari warna bendera negaranya. Pun demikian dengan Setangan Leher Pramuka Indonesia yang menggunakan warna merah dan putih. Warna merah putih digunakan karena sejak lama bangsa Indonesia memuliakan keduanya, sekaligus sebagai kiasan warna kibaran bendera Indonesia. Kiasan kibaran bendera tentu berbeda dengan bendera itu sendiri.

Melarang setangan leher pramuka menyentuh tanah karena bisa menurunkan kehormatan setangan leher sebagaimana menurunkan kehormatan bendera merah putih berarti menyetarakan setangan leher sebagai bendera merah putih. Jika iya, seharusnya penggunaan setangan leher pramuka di malam hari pun tidak diperkenankan, karena Bendera Merah Putih pun hanya dikibarkan sejak matahari terbit hingga tenggelam.

Dapat disimpulkan bahwa Setangan Leher Pramuka bukanlah Bendera Negara. Melainkan bagian dari Pakaian Seragam Pramuka dan salah satu Tanda Pengenal dalam Gerakan Pramuka. Tetap harus dihormati dan dijunjung kehormatannya, namun penghormatannya jangan disamakan dengan Bendera Merah Putih.


3. Bersih Itu Indah tapi Jangan Membatasi Darma dan Bakti

Baik sebagai bagian dari Pakaian Seragam Pramuka maupun Tanda Pengenal Gerakan Pramuka, Setangan Leher Pramuka memang selayaknya dijaga tetap bersih dan rapi. Kebersihan dan kerapian pakaian seragam pramuka, termasuk setangan leher, bahkan termasuk salah satu syarat dalam SKU Pramuka di berbagai tingkatan dan golongan. Kebersihannya bisa menjadi cerminan kepribadian pemakaianya. Sangat tidak layak tentunya jika dalam kegiatan seorang pramuka mengenakan setangan leher (dan baju pramuka) yang kotor atau penuh dengan lumpur. Sehingga kacu leher haruslah dijaga agar tetap rapi dalam pemakaiannya dan bersih. Sebagaimana halnya pakaian pramuka lainnya.

Namun untuk menjaga kebersihan dan kerapian setangan leher bukan berarti harus membatasi darma dan bakti seorang pramuka. Dengan alasan menjaga kebersihan setangan leher seorang pramuka ogah menolong nenek yang terjatuh. Dengan alasan takut setangan lehernya kotor, seorang pramuka ogah menolong korban kecelakaan. Seorang pramuka tidak mengikuti kegiatan dalam perkemahan karena hujan dan takut setangan lehernya menjadi basah hingga kotor.

Jika memang sebelum 'berkotor-kotor' memungkinkan melepas setangan leher (atau menjaganya tetap bersih) terlebih dahulu tidak mengapa. Semisal ketika hendak push up, setangan leher dikaitkan terlebih dahulu di lidah baju sehingga tidak menyentuh tanah dan menjadi kotor. Jika memang memiliki dan sempat, bolehlah berganti mengenakan pakaian lapangan yang lebih fleksibel dan tidak mengenakan setangan leher. Namun tidak semua anggota pramuka memiliki pakaian lapangan. Kalaupun memiliki, dengan kondisi dan situasi tertentu belum tentu sempat berganti dengan pakaian lapangan terlebih dahulu.

Kalau tidak memungkinkan (menyimpan setangan leher atau pun berganti dengan pakaian lapangan), biarlah tidak mengapa setangan leher menjadi kotor. Asalkan selepas kegiatan tersebut, ia segera membersihkannya sehingga di kesempatan berikutnya setangan leher yang dikenakannya telah bersih kembali. Semisal kasus di atas, seorang pramuka yang mengenakan pakaian seragam pramuka lengkap harus memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan. Dengan setangan lehernya orang akan langsung mengenali jika ia seorang pramuka dan bukannya siswa sebuah sekolah.

Berbeda kasus jika dengan sengaja setangan leher dibuat kotor dan dicorat-coret. Atau lantaran malas tetap mengenakan setangan leher yang telah kotor dan rusak tanpa berusaha mencuci atau menggantinya. Tanpa berusaha membersihkan, setangan leher tersebut dipakainya hingga berkali-kali. Ini yang tidak boleh dilakukan.

Setangan leher pramuka adalah bagian dari seragam pramuka dan tanda pengenal pramuka yang menunjukkan identitas seorang pramuka. Tentunya wajib untuk dihormati dan dijaga tetap rapi dan bersih. Namun penghormatan terhadapnya bukan di atas segalanya. Seorang pramuka selayaknya mengenakan pakaian seragamnya, termasuk setangan leher, dengan bersih dan rapi. Namum bukan berarti harus membatasi diri dalam bakti dan darma. Setangan leher menyentuh tanah dan menjadi kotor bukanlah sebuah kesalahan, yang salah adalah membiarkan dan tetap memakai setangan leher yang kotor tanpa berusaha membersihkannya. Karena kotor bisa dicuci dan rusak bisa diganti. Karena kehormatan setangan leher bukan lantaran bersihnya namun seberapa banyak bakti dan darma yang dilakukan pemakainya kepada negeri.

Baca :



Pramukaria. Game outbound Pramuka Jarum Mustika merupakan salah satu dari banyak game dan permainan outbound yang bisa dilaksanakan dalam latihan pramuka dan kegiatan kepramukaan. Game Jarum Mustika, selain seru dan mengasyikkan, pun banyak memberikan pendidikan dan penanaman karakter dan sikap pada peserta didik Pramuka. Dan sebagai permainan yang harus dimainkan secara berkelompok, Jarum Mustika akan sangat tepat sebagai media pembentukan team building dan kekompakan kelompok.

Bisa dikatakan Game outbound Pramuka Jarum Mustika merupakan pengembangan dari game sejenis yang biasanya dilakukan secara perseorangan. Dan ketikan permainan pramuka ini dilakukan secara berkelompok, keseruan, tingkat kesulitan, hingga nilai-nilai dari permainan ini semakin kentara.

Untuk melaksanakan jenis game outbound ini tidak sulit. Peralatan dan perlengkapan yang harus disiapkan pun bisa didapatkan dengan mudah. Dan game sebagaimana dalam artikel dan video ini tidak baku sehingga dapat dimodifikasi sesuai dengan kondisi dan situasi. Baik dari segi jenis peralatan yang digunakan maupun dari jumlah peserta yang memainkannya dalam satu kelompok. Termasuk untuk nama permainan, "Jarum Mustika" dapat juga diubah atau disesuaikan.

Baca Juga : Game Outbound Pramuka Stepping Carpets atau Kapal Pecah

Game Pramuka Jarum Mustika


Peralatan dan Aturan Main


Peralatan yang dibutuhkan antara lain :

  1. Botol kaca atau sejenisnya yang memiliki lubang berukuran kecil di bagian atasnya.
  2. Polpen, pensil atau sejenisnya yang memiliki diameter lebih kecil dari pada mulut botol.
  3. Beberapa utas tali.
Aturan permainan dan cara memainkan game outbound Jarum Mustika ini dapat dilihat di video berikut ini. Silakan klik tombol play (segi tiha di tengah video)


Secara sederhana cara memainkannya adalah persiapkan dulu peralatannya yaitu botol kaca dan pensil yang diikatkan dengan beberapa utas tali. Setiap kelompok (tim) memegang ujung tali (atau diikatkan di tubuh) sehingga pensil terentang dengan tali di atas botol. Dengan saling membelakangi, kelompok berusaha memasukkan pensil ke dalam mulut botol. Tim yang memenangkan permainan adalah yang mencatatkan waktu tercepat. Atau bisa juga dibuat semisal kompetisi adu cepat dengan beberapa tim yang bermain bersama. Tim pemenang adalah kelompok yang paling awal (cepat) memasukkan pensil ke dalam mulut botol.

Meskipun sederhana namun game outbound Pramuka Jarum Mustika ini cukup baik untuk menanamkan nilai-nilai kekompakan kelompok (team building). Menumbuhkan dan mengembangkan nilai kepemimpinan, saling koordinasi antara anggota kelompok, dan melatih kesabaran masing-masing anggotanya.
Pramukaria. Contoh kaos pramuka modis dan casual ini adalah contoh berbagai design kaos (t-shirt) pramuka. Berbeda dengan pakaian seragam pramuka lapangan (seragam pramuka), yang bisa saja sama-sama berbahan kain kaos, kaos-kaos didesain lebih gaul, modis, dan kasual. Sehingga jauh dari kesan formal apalagi berbau militer.

Contoh kaos atau t-shirt pramuka dengan desain yang lebih casual, modis, dan gaul ini bisa dikenakan oleh anggota pramuka dalam berbagai kesempatan. Baik untuk kegiatan pramuka, semacam perkemahan, maupun untuk kegiatan sehari-hari. Sehingga t-shirt tersebut tetap cocok dan pantas untuk dikenakan saat bersantai, jalan-jalan, maupun berbagai acara di luar kepramukaan. Desainnya membuat pemakainya tetap terlihat modis dan gaul meskipun mengenakan kaos pramuka.

Inilah beberapa contoh kaos pramuka tersebut. Desain-desain kaos pramuka itu, Pramukaria dapatkan dari pembuatnya, Zebb Cuztom, desainer Pome Granate Scout Shop, Bandung. Pemuatannya dalam blog ini telah mendapatkan izin dari yang bersangkutan.

Contoh Kaos Pramuka



Pramukaria, Kumpulan Gambar Baden Powell Hitam Putih. Tidak sedikit koleksi gambar hitam putih dari Bapak Pramuka Sedunia, Baden Powell. Sebagai Chief Scout of the World (Bapak Pramuka Sedunia), anggota Pramuka telah mengkreasikan berbagai foto Baden Powell menjadi gambar-gambar hitam putih yang menarik dalam berbagai pose. Umumnya gambar tersebut berformat Gif, Jpg (Jpeg), maupun vektor.

Dengan gambar hitam putih Baden Powell tersebut, kita bisa juga mengkreasikan berbagai materi pembelajarn kepramukaan. Seperti sebagai ilustrasi pembuatan slide materi latihan pramuka, video pramuka, poster pramuka, banner kegiatan, hingga dijadikan gambar kaos dan DP BBM bertema pramuka.

Baden Powell sendiri adalah pendiri gerakan kepramukaan sedunia. Nama aslinya Robert Stephenson Smyth Baden Powell atau Baron Baden Powell I. Sejumlah pihak kemudian memanggilnya sebagai Baden Powell, BP, atau Lord Baden Powell. Lahir di Paddington, London pada 22 Februari 1857. Meninggal di Nyeri pada 8 Januari 1941.

Baca Juga :



Gambar Hitam Putih Baden Powell


Kumpulan gambar hitam putih Baden Powell pilihan dengan berbagai pose.

Gambar Baden Powell
Pramukaria; Struktur Organisasi Gugusdepan dan Penjelasannya. Sejalan dengan diberlakukannya Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 231 Tahun 2007 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Gugusdepan Gerakan Pramuka, Struktur Organisasi Gugusdepan pun mengalami sedikit penyesuaian. Sebelumnya Gugusdepan, termasuk struktur organisasi gudep, diatur melalui Keputusan Kwarnas Nomor  137 Tahun 1987.

Struktur Organisasi Gugusdepan sebagaimana lampiran Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 231 Tahun 2007 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Gugusdepan Gerakan Pramuka terdiri atas komponen-komponen yang antara lain :

  1. Majelis Pembimbing Gugusdepan
  2. Ketua Gugusdepan
  3. Pembina Gugusdepan
  4. Tim Pembina Perindukan Siaga, Pasukan Penggalang, Ambalan Pandega, dan Racana Pandega
  5. Perindukan Siaga, Pasukan Penggalang, Ambalan Pandega, dan Racana Pandega
  6. Dewan Kehormatan Gudep
  7. Badan Pemeriksa Keuangan Gudep
Adapun bagan atau struktur organisasi Gugusdepan Gerakan Pramuka tersebut adalah sebagaimana gambar berikut ini.


Klik untuk memperbesar gambar.

Penjelasan Struktur Organisasi Gudep


  1. Majelis Pembimbing Gugusdepan
    1. Majelis Pembimbing Gugusdepan (disingkat Mabigus), adalah suatu badan dalam Gudep yang memberi bimbingan, bantuan moril, organisatoris, material dan finansial, serta konsultasi kepada gudep yang bersangkutan. 
    2. Mabigus terdiri atas unsur-unsur orang tua peserta didik, tokoh-tokoh masyarakat di lingkungan gugusdepan yang memiliki perhatian dan rasa tanggungjawab terhadap Gerakan Pramuka.
    3. Mabigus terdiri atas :
      1. Seorang Ketua
      2. Seorang Wakil Ketua
      3. Seorang Sekretaris
      4. Seorang Ketua Harian (apabila diperlukan)
      5. Beberapa orang anggota
    4. Ketua Gudep secara ex-officio anggota Mabigus
    5. Ketua Mabigus dipilih diantara anggota Mabigus yang ada.
    6. Mabigus bersidang sekurang-kurangnya sekali dalam enam bulan.
    7. Rapat koordinasi dan konsultasi antara Mabigus dengan Pembina Gugusdepan diadakan sekurang-kurangnya sekali dalam empat bulan.
  2. Ketua Gugusdepan
    1. Ketua Gudep dipilih dari salah satu Pembina Pramuka yang ada dalam gugusdepan yang bersangkutan. Pemilihannya dilakukan saat Musyawarah Gugusdepan.
  3. Pembina Gugusdepan
    1. Pembina Gugusdepan (disingkat Pembina Gudep), terdiri atas Ketua Gudep dibantu oleh Pembina Satuan dan Pembantu Pembina Satuan yang dimiliki gudep tersebut.
  4. Tim Pembina Satuan
    1. Tim Pembina Satuan terdiri atas Tim Pembina Perindukan Siaga, Pasukan Penggalang, Ambalan Penegak, dan Racana Pandega
    2. Tim Pembina Perindukan Siaga (disingkat Tim Pembina Siaga) terdiri atas satu orang Pembina Siaga dibantu oleh tiga orang Pembantu Pembina Siaga.
    3. Tim Pembina Pasukan Penggalang (disingkat Tim Pembina Penggalang) terdiri atas satu orang Pembina Penggalang dibantu oleh tiga orang Pembantu Pembina Penggalang.
    4. Tim Pembina Ambalan Penegak (disingkat Tim Pembina Penegak) terdiri atas satu orang Pembina Penegak yang dipilih oleh Majelis Penegak dibantu satu atau dua orang Pembantu Pembina Penegak.
    5. Racana Pandega dibina oleh seorang Pembina Pandega dan bila perlu dapat dibantu oleh satu orang Pembantu Pembina Pandega atau lebih sebagai konsultan dan narasumber ahli.
  5. Perindukan Siaga, Pasukan Penggalang, Ambalan Pandega, dan Racana Pandega
    1. Sebuah gugusdepan bisa jadi memiliki Perindukan Siaga, Pasukan Penggalang, Ambalan Penegak, dan Racana Pandega sekaligus. Gudep seperti itu disebut gugusdepan lengkap. Namun ada pula yang hanya memiliki beberapa atau bahkan satu saja, semisal hanya memiliki Perindukan Siaga dan Pasukan Penggalang, atau bahkan hanya memiliki Pasukan Penggalang saja. Gudep seperti itu disebut gudep tidak lengkap.
    2. Perindukan Siaga idealnya terdiri atas 18-24 anggota Pramuka Siaga. Anggota tersebut dibagi menjadi 3-4 Barung. Jumlah anggota ideal untuk setiap barung adalah 6 Pramuka Siaga. Jika jumlahnya melebihi, dapat dibentuk perindukan baru.
    3. Pasukan Penggalang idealnya terdiri atas 24-32 anggota Pramuka Penggalang. Anggota tersebut dibagi dalam 3-4 Regu. Jumlah anggota ideal untuk setiap regu adalah 6-8 Pramuka Penegak. Jika jumlahnya melebihi, dapat dibentuk pasukan baru.
    4. Ambalan Pandega idealnya terdiri atas 12-32 anggota Pramuka Penegak. Anggota tersebut dibagi dalam 3-4 Sangga. Jumlah anggota ideal untuk setiap sangga adalah 4-8 Pramuka Penegak. Jika jumlahnya melebihi, dapat dibentuk ambalan baru.
    5. Racana Pandega paling banyak terdiri atas 30 Pramuka Pandega. Anggota tersebut tidak dibagi dalam kelompok kecil.
  6. Dewan Kehormatan Gudep
    1. Dewan Kehormatan Gugusdepan merupakan badan tetap yang dibentuk oleh Pembina Gudep sebagai badan yang menetapkan pemberian anugerah, penghargaan dan sanksi.
    2. Dewan Kehormatan beranggotakan lima orang yang terdiri atas unsur Anggota Majelis Pembimbing Gugusdepan Ketua Gudep, dua orang Pembina Satuan, dan Dewan Penegak atau Dewan Pandega apabila diperlukan.
    3. Susunan Dewan Kehormatan Gugusdepan terdiri atas Ketua Dewan Kehormatan (otomatis dijabat oleh Ketua Gudep),  Wakil Ketua, Sekretaris, dan dua orang anggota.
  7. Badan Pemeriksa Keuangan Gudep
    1. Badan Pemeriksa Keuangan Gugusdepan adalah badan independen yang dibentuk Musyawarah Gugusdepan dan bertanggungjawab kepada Musyawarah Gugusdepan. 
    2. Susunan Badan Pemeriksa Keuangan Gugusdepan meliputi Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, dan beberapa orang anggota.


Itulah struktur organisasi gudep dengan penjelasan untuk masing-masing komponen yang terdapat di dalamnya.
Benarkah Dasadarma telah diganti menjadi Darma Pramuka? Dan Trisatya telah diganti pula menjadi Satya Pramuka? Itulah salah satu pertanyaan yang beberapa kali saya lihat dibeberapa grup facebook pramuka yang saya ikuti. Beberapa anggota Gerakan Pramuka mengemukakan pertanyaan terkait perubahan dan pergantian istilah dari dasadarma dan trisatya menjadi Satya Pramuka dan Darma Pramuka. Atau malah bingung, mana yang benar antara istilah-istilah tersebut. Dalam beberapa kesempatan saya pun telah ikut memberikan sedikit pendapat terkait permasalahan tersebut.

Kebingungan beberapa nggota Gerakan Pramuka terkait penggunaan istilah Satya Pramuka, Darma Pramuka, Trisatya, dan Dasadarma dimungkinkan bersumber pada Undang-undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Bisa juga dari pembacaan sekilas pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka Tahun 2013. Meskipun di ketiga peraturan tersebut tidak ada yang keliru maupun membingungkan. Kebingungan anggota akan istilah tersebut lebih terjadi karena kurang tuntasnya dalam membaca dan memahami ketiga peraturan tersebut.

Dalam Undang-undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka Bab I (KETENTUAN UMUM) Pasal 1 point ke-2 disebutkan, " Pramuka  adalah  warga  negara  Indonesia  yang  aktif dalam  pendidikan  kepramukaan  serta  mengamalkan Satya Pramuka dan Darma Pramuka". Juga pada Bab III (PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN) Pasal 6 ayat (2)

"Kode  kehormatan  pramuka terdiri  atas  Satya Pramuka dan Darma Pramuka." 

Selanjutnya pada Pasal 6 ayat (4) dan (5) yang masing-masing berbunyi :

Satya Pramuka sebagaimana dimaksud pada ayat  (2) berbunyi: “Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh  menjalankan  kewajibanku  terhadap  Tuhan Yang  Maha  Esa  dan  Negara  Kesatuan  Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, menolong sesama hidup,  ikut  serta  membangun  masyarakat,  serta menepati Darma Pramuka.”
Darma Pramuka sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berbunyi: Pramuka itu: (a) takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; (b) cinta alam dan kasih sayang sesama manusia; (c) patriot yang sopan dan kesatria; ... dan seterusnya
Dari pasal-pasal dalam UU No 12 Tahun 2010 tersebut, sekilas memang tampaknya istilah Trisatya dan Dasadarma telah dirubah menjadi Satya Pramuka dan Darma Pramuka. Namun kita harus melihat dan menyimak yang tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.

Dalam Anggaran Dasar Gerakan Pramuka hasil Munas Tahun 2013, pada Bab IV (PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN) Pasal 12 (Kode Kehormatan Pramuka) ayat (2) yang berbunyi,

Kode  Kehormatan  Pramuka  terdiri  dari  Satya  Pramuka  dan  Darma Pramuka.

dan dilanjukan pada ayat (6) yang berbunyi,

Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota Gerakan Pramuka disesuaikan dengan golongan usia dan perkembangan  jiwa dan  jasmaninya yaitu:
a. Kode Kehormatan Pramuka Siaga terdiri dari Dwisatya dan Dwidarma Pramuka;
b. Kode Kehormatan Pramuka Penggalang  terdiri dari Trisatya Pramuka Penggalang dan Dasadarma; dan
c. Kode  Kehormatan  Pramuka  Penegak,  Pramuka  Pandega,  anggota dewasa terdiri dari Trisatya Pramuka Penegak, Pramuka Pandega, dan anggota dewasa serta Dasadarma.
Ditambah dalam Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka hasil Munas Tahun 2013. Pada Bab IV (SISTEM PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN), Pasal 13 (Kode Kehormatan Pramuka) ayat (1) berbunyi,

Kode Kehormatan Pramuka terdiri atas janji yang disebut Satya Pramuka dan ketentuan moral yang disebut Darma Pramuka.

dan pada ayat (5) yang berbunyi,

Kode Kehormatan Pramuka ditetapkan dan diterapkan sesuai dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmani anggota Gerakan Pramuka, yaitu:
a. Kode Kehormatan bagi Pramuka Siaga, terdiri dari:
1) Janji dan komitmen diri yang disebut Dwisatya, selengkapnya berbunyi:
Dwisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
- menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga.
- setiap hari berbuat kebaikan.
2) Ketentuan moral adalah darma pramuka selanjutnya disebut Dwidarma, selengkapnya berbunyi:
Dwidarma
1. Siaga berbakti pada ayah dan ibundanya.
2. Siaga berani dan tidak putus asa.
b. Kode kehormatan bagi Pramuka Penggalang, terdiri dari:
1) Janji dan komitmen diri yang disebut Trisatya, selengkapnya berbunyi:
Trisatya
”Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, menolong sesama hidup, dan mempersiapkan diri membangun masyarakat, serta menepati Dasadarma”.
2) Ketentuan moral adalah darma pramuka selanjutnya disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi:
Dasadarma
1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3. Patriot yang sopan dan kesatria.
4. Patuh dan suka bermusyawarah.
5. Rela menolong dan tabah.
6. Rajin, terampil, dan gembira.
7. Hemat, cermat, dan bersahaja.
8. Disiplin, berani, dan setia.
9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
10. Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.
c. Kode kehormatan bagi Pramuka Penegak, Pramuka Pandega, dan anggota dewasa, terdiri dari:
1) Janji dan komitmen diri yang disebut Trisatya, selengkapnya berbunyi:
Trisatya
”Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila,
menolong sesama hidup, dan ikut serta membangun masyarakat, serta menepati Dasadarma”.
2) Ketentuan moral adalah darma pramuka selanjutnya di sebut Dasadarma selengkapnya berbunyi:
Dasadarma
1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3. Patriot yang sopan dan kesatria.
4. Patuh dan suka bermusyawarah.
5. Rela menolong dan tabah.
6. Rajin, terampil, dan gembira.
7. Hemat, cermat, dan bersahaja.
8. Disiplin, berani, dan setia.
9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
10. Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.

Tidak Ada yang Diganti ataupun Dirubah


Perhatikan kalimat yang saya berikan "garis bawah" dan huruf berwarna merah di atas. Jika kita membaca ketiga peraturan tersebut secara utuh akan sampailah kepada sebuah kesimpulan bahwa "tidak ada yang berubah dari trisatya maupun dasadarma".

Penggunaan istilah "Satya Pramuka" memiliki arti sebagai janji pramuka, sebagai bagian dari kode kehormatan, yang mana "Satya Pramuka" tersebut berbeda untuk golongan-golongan pramuka. Satya Pramuka untuk Pramuka Siaga dinamakan Dwisatya, Satya Pramuka untuk Penggalang disebut "Trisatya", dan Satya Pramuka untuk Penegak, Pandega, dan anggota dewasa dinamai "Trisatya".

Pun pada penggunaan istilah "Darma Pramuka". Darma Pramuka adalah ketentuan moral, bagian dari kode kehormatan, yang disesuaikan dengan masing-masing golongan. Darma Pramuka untuk Pramuka Siaga disebut "Dwidarma", Darma Pramuka untuk Pramuka Penggalang dinamai "Dasadarma", dan Darma Pramuka untuk Pramuka Penegak, Pandega, dan Dewasa disebut "Dasadarma".

Lihat gambar ilustrasi berikut (klik untuk memperbesar).



Jelaslah bahwa tidak ada istilah yang diganti atau dirubah. Dwisatya, Trisatya, Dwidarma, maupun Dasadarma masih tetap. Dan perlu untuk penekanan :

  • Satya Pramuka Siaga disebut Dwisatya
  • Satya Pramuka Penggalang disebut Trisatya
  • Satya Pramuka Penegak, Pandega, Dewasa disebut Trisatya
  • Darma Pramuka Siaga disebut Dwidarma
  • Darma Pramuka Penggalang disebut Dasadarma
  • Darma Pramuka Penegak, Pandega, Dewasa disebut Dasadarma
Semoga mampu menjawab kebimbangan dan keraguan para anggota Gerakan Pramuka. Bimbang dan ragu bukan salah, justru membuat kita berfikir kritis untuk akhirnya menemukan keyakinan.
Pramukaria; SKU | Alat Komunikasi Tradisional dan Modern. Dapat menyebutkan macam-macam alat komunikasi tradional maupun modern merupakan salah satu bunyi butir Syarat Kecakapan Umum (SKU) Pramuka Siaga. Materi SKU Siaga Mula nomor 25 berbunyi secara lengkap; Dapat menyebutkan sedikitnya 2 macam alat komunikasi tradisional dan moderen. Sedangkan pada tingkatan SKU Pramuka Siaga Bantu, pada poin ke-24 berbunyi; Dapat menggunakan alat komunikasi tradisional dan modern.

Dengan dua butir syarat kecakapan yang terdapat masing-masing di SKU Pramuka Siaga Mula dan SKU Pramuka Siaga Bantu tersebut, jelaslah bahwa seorang pramuka siaga dituntut untuk mengetahui, memahami, dapat menyebutkan, dan menggunakan (mengoperasikan) berbagai alat komunikasi. Baik alat komunikasi tradisional maupun alat komunikasi modern menjadi salah satu materi latihan pramuka siaga.

Komunikasi sendiri mempunyai arti sebagai "1 pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yg dimaksud dapat dipahami; hubungan; kontak; 2 perhubungan;" (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Sedangkan alat adalah benda yg dipakai untuk mengerjakan sesuatu. Dengan demikian alat komunikasi dapat berarti sebagai alat yang dipakai dalam menyampaikan, mengirim, atau menerima pesan atau berita antara dua orang atau lebih.

alat komunikasi
Pramuka sedang menggunakan radio, salah satu alat komunikasi modern


Macam-macam Alat Komunikasi Tradisional


Beberapa alat komunikasi tradisional sudah jarang digunakan dan ditinggalkan. Namun bukan berarti seorang anggota pramuka, khususnya pramuka siaga, ikut melupakannya. Dalam kondisi dan situasi tertentu, seperti dalam keadaan darurat, penggunaan alat komunikasi tradisional kerap kali dibutuhkan.

Apa saja macam alat komunikasi tradisional tersebut? Dalam SKU Pramuka Siaga Mula hanya mensyaratkan 2 jenis alat komunikasi tradisonal. Meskipun demikian bukan berarti cukup diketahui dua saja, namun justru harus diketahui sebanyak-banyaknya. Beberapa alat komunikasi tradisional yang selayaknya diketahui oleh anggota pramuka antara lain :


  1. Kentongan; Masyarakat Indonesia (terutama Jawa) telah menggunakan kentongan dengan kode pukulan tertentu untuk melakukan komunikasi, Dari bunyi pukulan kentongan tersebut masyarakat mengetahui bunyi pengumuman yang disampaikan, seperti diminta berkumpul di balai desa, melakukan kerja bakti, pengumuman adanya kejadian luar biasa (kematian, tindakan kejahatan, maupun bencana).
  2. Kerang besar; Bagi sebagian masyarakat Indonesia, terutama di luar pulau Jawa, suara yang dihasilkan dari tiupan kerang berukuran besar berguna sebagai tanda untuk berkumpul, adanya bahaya yang mengancam, dan lain-lain.
  3. Bendera Semaphore; Bendera semaphore merupakan salah satu alat komunikasi tradisional untuk mengirimkan dan menerima berita atau pesan. Dalam kepramukaan, isyarat semaphore masih tetap diajarkan sebagai salah satu keterampilan kepramukaan (scouting skill).
  4. Bendera Morse; Seperti halnya bendera semaphore, bendera morse digunakan untuk mengirim dan menerima berita atau pesan. Dan bagi anggota pramuka, kode morse menjadi salah satu scouting skill yang masih dipelajari hingga kini.
  5. Peluit; Peluit merupaka salah satu alat komunikasi yang digunakan sejak lama. Bahkan hingga kini masih digunakan seperti permainan olah raga (sepakbola, dll) sebagai bentuk komunikasi antara wasit dan pemain. Pun oleh anggota Gerakan Pramuka peluit dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dengan isyarat morse.
  6. Tangan; Anggota tubuh tangan digunakan sebagai alat komunikasi sejak lama. Dengan gerakan atau isyarat tangan orang lain memahami pesan atau perintah yang disampaikan oleh orang lain.
  7. Gong; Selain sebagai alat musik, gong ternyata berfungsi juga sebagai alat komunikasi tradisional.
  8. Asap; Kepulan asap yang membentuk bentuk-bentuk khusus telah digunakan sebagai alat berkomunikasi. Bagi pramuka, kepulan asap pun bisa digunakan untuk menyampaikan pesan menggunakan kode morse.
  9. Alat-alat komunikasi tradional yang lain antara lain api, lampu dan sinar atau cahaya, daun lontar (untuk menuliskan pesan), lonceng atau genta, terompet, prasasti, telegraf, dan lain-lain.

Macam-macam Alat Komunikasi Modern


Seiring berkembangnya zaman, alat komunikasi mengalami kemajuan pesat. Komunikasi yang semula hanya menggunakan alat-alat tradisional kini dapat dilakukan dengan berbagai alat elektronik yang canggih. Seorang pramuka pun tidak boleh ketinggalan zaman dalam mengenal dan mengetahui, serta mengoperasikan alat-alat komunikasi modern tersebut. Diantara macam-macam alat komunikasi moders itu diantaranya adalah :

  1. Telepon; Telepon menjadi salah satu alat komunikasi modern dimana dua orang yang berlainan tempat (bahkan berjauhan) dapat berbicara (mengirim dan menerima beita) secara langsung.
  2. Handphone atau Telepon Genggam; Handphone merupakan pengembangan dari telepon konvensional yang mana bersifat mobile (dapat dibawa kemana-mana).
  3. Komputer dan laptop; Komputer dan laptop memungkinkan seseorang untuk melakukan berbagai hal mulai menonton video, mendengar musik, menonton televisi, mengirimkan email, membaca berita online, chatting, dan lain-lain terutama jika tersambung dengan jaringan internet.
  4. Televisi; Televisi merupakan alat komunikasi modern untuk mengetahui informasi dan hiburan.
  5. Radio; seperti halnya televisi namun alat komunikasi modern ini hanya berupa suara.
  6. Koran dan Majalah; Merupakan media komunikasi dalam bentuk cetak (tulisan).
  7. Faksimili; Merupakan alat untuk mengirimkan pesan dalam bentuk tulisan atau gambar yang tercetak di atas kertas. Biasanya digunakan oleh kantor-kantor untuk mengirimkan dokumen.
Itulah macam-macam alat komunikasi, baik alat komunikasi tradisional maupun alat komunikasi modern yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi dan pesan. Seorang anggota pramuka, semenjak usia siaga, semestinya mengetahui, mengenal, memahami, serta dapat mengoperasikan alat-alat komunikasi tersebut. Terlebih hal ini menjadi syarat pencapaian SKU Pramuka Siaga baik untuk tingkat Siaga Mula maupun Siaga Bantu.


Banyak lagu yang bisa dinyanyikan untuk mengiringi Upacara Penyalaan Api Unggun dalam kegiatan kepramukaan (lagu Api Unggun). Salah satu dari banyak lagu api unggun tersebut adalah sebuah lagu berjudul Indah Api Merah. Lagu dengan judul Indah Api Merah ini menjadi salah satu alternatif lagu pramuka yang dapat digunakan sebagai pengiring dalam Upacara Penyalaan Api Unggun. Lagu ini bisa dinyanyikan sejenak setelah api unggun menyala.

Lagu Indah Api Merah, akan sangat cocok dan menyentuh jika diperdengarkan secara paduan suara. Sesaat setelah prosesi penyalaan api unggun, atau sesaat setelah petugas penyalaan api unggun kembali ke tempatnya, lagu Indah Api Merah diperdengarkan. Bisa menjadi pengantar yang cukup bagus sebelum kemudian Pembina Upacara memberikan sekapur sirih atau sambutan dalam upacara tersebut.

Lirik lagu pramuka ini sangat puitis. Sehingga dengan memperdengarkan lagu ini akan mampu menambah sahdu dan khidmat upacara yang dilakukan. Di samping itu, makna dan amanat yang terkandung dalam lirik lagu Indah Api Merah akan mampu menginspirasi setiap pendengarnya untuk menggelorakan semangat para Pramuka dalam mengabdi kepada nusa, bangsa, dan agama. Berkobarnya api unggun di malam yang sepi tenang, menyala dan bergelora, bersama menjilat-jilat, tegak tinggi menjulang ke atas. Api unggun yang memberi terang dan hangat kepada setiap makhluk tanpa membeda-bedakan.



Adapun lirik lagu Indah Api Merah selengkapnya adalah sebagai berikut :

Indah Api Merah

Kala hari sudah malam
Alamnya pun tentram
Suara sepi terdengar
Nenang hati benak
Menyala lah unggun api
Menjilat-jilat berseri
Indah api merah

Kalau kita duduk rukun
Di sekitar unggun
Maka orang pun mengerti
Apa yang terjadi
Kita rembuk kita cerita
Jalan nuju cita-cita
Indah api merah

Lihat lah api berseri
Nyalanya menari
Antara rumput dan kayu
Riang dan merayu
Tinggi rendah nyala api
Terang gelap ganti-ganti
Indah api merah

Unggun api wujud api
Kurnia Ilahi
Selalu ingatkan kami
Kan wajib yang suci
Memb'ri hangat memb'ri terang
Pada kawan dan tiap orang
Indah api merah

Untuk nada lagu Indah Api Merah, Kakak-kakak dan Adik-adik Pramuka bisa menyaksikan video lagu Indah Api Merah berikut ini.


Itulah salah satu lagu pramuka yang bisa dipilih sebagai alternatif lagu dalam upacara Penyalaan Api Unggun dalam kepramukaan. Semoga makin memperkaya materi latihan dan kegiatan kepramukaan di tiap-tiap gugusdepan kita.
Game Outbound Pramuka Stepping Carpets merupakan salah satu permainan outdor (luar ruangan) yang bisa dilakukan dalam kegiatan kepramukaan. Permainan outbound Stepping Carpets ini sangat tepat untuk membangun kerja sama tim (team building), kekompakan regu atau kelompok, dan pengaturan strategi untuk mencapai tujuan secara bersama-sama. Game outbound Stepping Carpets, kadang disebut juga sebagai Kapal Pecah, meskipun terdapat game bernama Kapal Pecah dengan aturan permainan yang berbeda.

Dalam permainan atau game outbound Stepping Carpets ini mempunyai tujuan untuk membangun kerja sama kelompok (team building), membina kekompakan regu atau kelompok, dan membina leadership (kepemimpinan). Game ini juga sangat baik sebagai sarana untuk mengasah kemampuan menyusun strategi untuk mencapai tujuan secara bersama-sama.

Bagi regu Pramuka Penggalang maupun sangga Pramuka Penegak, game outbound Stepping Carpets atau Kapal Pecah ini dapat dilaksanakan dalam kegiatan perkemahan pramuka ataupun di sela-sela latihan rutin pramuka.



Peralatan yang dibutuhkan untuk melaksanakan game outbound Stepping Carpets adalah alat pijakan yang berbentuk kotak. Alat pijakan tersebut bisa berupa karpet, papan, atau krat botol. Ukuran pijakan disesuaikan. Jumlah pijakan dapat dua atau tiga buah untuk masing-masing tim.

Tiap kelompok atau tim terdiri atas beberapa orang. Jumlahnya dapat disesuaikan dengan luas pijakan yang tersedia. Buatlah lintasan atau jarak tempuh yang ditandai dengan garis start dan finish. Panjang lintasan disesuaikan dengan kondisi dan situasi.

Cara atau aturan permainan (jika menggunakan dua pijakan), semua anggota tim berdiri di atas pijakan pertama. Kemudian semua anggota tim berpindah ke pijakan kedua sehingga pijakan pertama menjadi kosong. Pijakan pertama diangkat dan dipindah ke depan untuk kemudian semua anggota berpindah ke pijakan ke pertama tadi. Demikian dilakukan berulang-ulang sehingga mencapai garis finish.

Jika menggunakan tiga pijakan, semua anggota tim dibagi merata hingga dapat berdiri semua di dua pijakan yang tersedia. Sedangkan pijakan ketiga dipindah ke depan. Semua anggota tim berpindah di atas pijakan kedua dan ketiga dan menyisakan pijakan pertama yang kosong. Pijakan pertama ini lalu dipindah ke depan. Demikian dilakukan berulang sehingga dengan bantuan ketiga pijakan tersebut anggota tim dapat berpindah hingga mencapai garis finish.

Selama permainan Stepping Carpets ini kaki tidak boleh menyentuh tanah. Jika menyentuh tanah, maka tim harus mengulangi dari garis start lagi. Permainan dapat dilakukan secara perlombaan antar dua tim atau dengan mengukur waktu tempuh yang dibutuhkan untuk mencapai finish.

Untuk melihat gambaran permainan atau game outbound Stepping Carpets ini secara lebih jelas, dapat menonton video di bawah ini.


Kakak-kakak dan adik-adik pramuka, itulah tadi game outbound Stepping Carpets yang baik untuk melatih dan mengembangkan kerja sama tim (team building). Dalam pelaksanaannya, peralatan dan nama game dapat dikreasikan sendiri-sendiri.