Arti lambang Saka Wira Kartika. Saka atau satuan Karya Pramuka Wira Kartika memiliki lambang atau logo berbentuk segi lima beraturan dengan warda dasar merah dan putih dilengkapi serangkaian gambar di dalamnya. Sebagaimana lambang-lambang lainnya, lambang Saka Wira Kartika tentunya diciptakan disertai dengan arti dan makna kiasan. Arti dan makna tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari logo itu sendiri.

Bentuk, bahan, ukuran, dan arti lambang Saka Wira Kartika diatur dalam Jukran Satuan Karya Pramuka Wira Kartika. Adalah Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 205 Tahun 2009 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Wira Kartika yang secara detail mengaturnya. Dalam Petunjuk Penyelenggaraan tersebut terkait dengan lambang, bendera, dan tanda jabatan dalam salah satu Saka yang bersifat nasional ini diatur dalam bab VIII.

Saka Wira Kartika adalah salah satu Satuan Karya Pramuka yang memberikan pengetahuan dan keterampilan khusus di bidang matra darat. Matra darat adalah segala aktifitas dan kegiatan yang dilakukan secara terorganisir, perorangan ataupun kelompok yang memanfaatkan kondisi alam di darat seperti hutan, gunung, rawa, dan sungai. Saka Wira Kartika dibentuk berdasarkan Keputusan Bersama antara TNI AD dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Saka Wira Kartika

Baca Juga :

Lambang Saka Wira Kartika

Lambang Saka Wira Kartika berbentuk segi lima beraturan dengan warda dasar merah dan putih. Di dalam segi lima tersebut terdapat gambar Kartika Eka Paksi, 2 buah tunas kelapa, 2 untai batang padi yang menguning, dan pita bertuliskan Saka Wira Kartika.

Lambang Saka Wira Kartika
Lambang Saka Wira Kartika

Arti Lambang Saka Wira Kartika

Lambang Saka Wira Kartika mempunyai arti :
  1. Warna dasar merah putih melambangkan bendera kebangsaan Republik Indonesia
  2. Lambang Kartika Eka Paksi, terdiri atas kata "kartika" yang berarti bintang, "eka" yang berarti satu, dan "paksi" yang berarti burung. Di atas burung terdapat Bintang Emas yang melambangkan kemenangan yang gemilang. Di dada Burung terdapat warna Merah Putih dan yang melambangkan kesucian dan keberanian. Sehingga keseluruhan melambangkan keperkasaan tanpa tanding dalam menjujung tinggi cita-cita luhur bangsa Indonesia.
  3. Tunas Kelapa Gerakan Pramuka. Melambangkan bahwa setiap anggota Gerakan Pramuka hendaknya serbaguna. Seperti kegunaan seluruh bagian pohon kelapa.
  4. Dua tangkai padi yang menguning melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan.
  5. Segilima, Melambangkan Dasar Negara Republik Indonesia, yakni Pancasila.
  6. Garis tepi warna kuning, melambangkan jiwa Pramuka yang kesatria.
  7. Untaian pita berwarna merah dengan tulisan Saka Wira Kartika berwarna hitam :
    • Warna Pita merah melambangkan keberanian.
    • Warna tulisan hitam melambangkan ketegasan.
  8. Tulisan Saka Wira Kartika :
    • Saka (Satuan Karya Pramuka) adalah wadah pendidikan guna menyakurkan minat, mengembangkan bakat, dan pengalaman para Pramuka dalam berbagai bidang Ilmu pengetahuan dan tehnologi.
    • Wira adalah kesatria muda yang terampil, tangkas dan cerdas.
    • Kartika adalah bintang yang tinggi, melambangkan cita-cita yang tinggi dan berbudi luhur. 

Penggunaan dan Pemakaian Lambang Saka Wira Kartika

Lambang Saka Wira Kartika dipergunakan untuk :
  1. Tanda Pengenal anggota Saka Wira Kartika
    Sebagai tanda pengenal, lambang Saka Wira Kartika dibuat dari kain. Tanda Pengenal satuan ini dikenakan di seragam pramuka pada lengan baju sebelah kiri. Pemakaian tanda ini hanya boleh dilakukan jika anggota sedang mengikuti kegiatan Saka Wira Kartika atau mewakili atas nama Saka Wira Kartika.
  2. Bendera Saka Wira Kartika
    Bendera Saka Wira Kartika berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran empat berbanding tiga. Di tengahnya terdapat lambang Saka Wira Kartika dengan tulisan "Saka Wira Kartika" di atas warna dasar berwarna hijau.
Menaksir berat merupakan salah satu scouting skill (teknik kepramukaan). Selain menaksir berat, dalam kepramukaan sering kali juga kita dihadapkan pada kegiatan menaksir tinggi, menaksir lebar, menaksir kecepatan, menaksir suhu, dan lain-lain.

Menaksir mempunyai arti “menentukan sesuatu (harga, banyak, jumlah, ukuran, berat, dan sebagainya) dengan kira-kira”. Sedangkan yang dimaksud berat di sini adalah bobot atau dalam bahasa fisika dikenal sebagai massa. Sehingga menaksir berat bisa diartikan sebagai aktifitas mengira-kira bobot atau massa sebuah benda.

Yang perlu diperhatikan agar mudah dalam melakukan penaksiran berat, seorang pramuka harus mengetahui berat benda-benda yang biasa dikenakan atau dibawa. Seperti berat tubuh, berat tongkat, botol minumal beserta isinya, dan benda-benda lainnya.

Cara Menaksir Berat


Terdapat beberapa metode atau teknik dalam menaksir berat. Cara pertama adalah dengan mengangkatnya secara langsung. Dengan cara ini diperlukan ketelitian dan latihan secara terus menerus sehingga mampu menaksir berat sebuah benda yang dipegang atau diangkat secara langsung.

Untuk berlatih melakukan teknik menaksir ini angkatlah dengan tangan kanan benda yang telah diketahui beratnya, semisal batu seberat 1 kg. Lalu pada tangan sebelah kiri angkat pula benda lain yang beratnya sama. Setelah itu gantilah salah satu benda dengan benda lain yang berbeda beratnya. Lakukan berulang kali sehingga kita terbiasa mengangkat dan mampu membedakan benda dengan berat-berat yang berbeda.

Teknik ini memang kurang efektif dan cenderung memiliki resiko kesalahan yang besar. Namun dalam situasi terpaksa dan membutuhkan kecepatan, teknik ini bisa dicoba.

Teknik menaksir berat yang kedua adalah dengan membandingkan berat benda dengan menggunakan timbangan sederhana. Timbangan ini bisa kita buat sendiri dengan menggunakan peralatan yang tersedia di sekitar kita.

Cara melakukan penaksiran beratnya adalah sebagai berikut :
  1. Siapkan benda yang telah kita ketahui beratnya, semisal minuman dalam botol, buku, dll. Benda ini seumpama diibaratkan B1 dengan berat 1 kg
  2. Siapkan benda yang akan ditaksir beratnya. Benda ini seumpama kita namai B2.
  3. Buatlah timbangan seperti pada gambar di bawah.
  4. Tentukan jarak antara B1 dengan pusat tumpuan timbangan (dalam gambar dinamai J1). Semisal 10 cm.
  5. Latakkan benda yang ditaksir (B2) diseberang B1. Atur (maju mundurkan B2) sehingga posisi B1 dan B2 setimbang.
  6. Ukurlah jarak dari pusat tumpuan timbangan ke B2 (dalam gambar dinamai J2). Semisal 30 cm.
Maka berat benda yang kita taksir (B2) dapat kita ketahui dengan rumus :


Jadi berat benda yang ditaksir adalah 0,57 kg
Pernah melihat pramuka mengenakan tanda kecakapan bergambar api merah menjilat-jilat dengan latar belakang berwarna biru? Nah, itulah Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Pemadam Kebakaran. Pramuka yang mengenakan TKK tersebut, baik di lengan baju sebelah kanan ataupun pada tetampan, berarti telah menyelesaikan Syarat Kecakapan Khusus (SKK) Pemadam Kebakaran.

SKK Pemadam Kebakaran adalah salah satu Syarat Kecakapan Khusus bidang sosial, perikemanusiaan, gotong-royong, ketertiban masyarakat, perdamaian dunia dan lingkungan hidup. SKK bidang ini ditandai dengan latar belakang gambar yang berwarna biru. Selain TKK Pemadam Kebakaran yang termasuk dalam TKK bidang ini lainnya adalah TKK Pengaman Kampung, TKK Penerima Tamu, TKK PPPK, TKK Korespondensi, TKK Pengaman Lalu Lintas, TKK Penunjuk Jalan, dan lain-lain.

Tanda Kecakapan Khusus atau TKK adalah suatu tanda yang menunjukkan kecakapan, kepandaian, ketangkasasn, keterampilan, kemampuan sikap dan usaha seorang Pramuka dalam bidang tertentu. Tanda ini didapatkan setelah seorang pramuka menyelesaikan Syarat Kecakapan Khusus atau SKK.

Gambar TKK Pemadam Kebakaran


Gambar Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Pemadam Kebakaran berupa gambar api dengan lidah api yang menjilat-jilat ke atas berwarna merah. Gambar tersebut memiliki latar belakang (background) berwarna biru. Background gambar berwarna hijau sebagai ciri khas dari TKK bidang sosial, perikemanusiaan, gotong-royong, ketertiban masyarakat, perdamaian dunia dan lingkungan hidup.

Bentuk TKK Pemadam Kebakaran sebagaimana TKK lainnya adalah :
  • Segitiga terbalik untuk pramuka siaga
  • Lingkaran dengan garis tepi merah untuk tingkat purwa pada pramuka penggalang
  • Segiempat dengan garis tepi merah untuk tingkat madya pada pramuka penggalang
  • Segilima dengan garis tepi merah untuk tingkat utama pada pramuka penggalang
  • Lingkaran dengan garis tepi kuning untuk tingkat purwa pada pramuka penegak dan pandega
  • Segiempat dengan garis tepi kuning untuk tingkat madya pada pramuka penegak dan pandega
  • Segilima dengan garis tepi kuning untuk tingkat utama pada pramuka penegak dan pandega

Syarat Kecakapan Khusus Pemadam Kebakaran

Untuk mendapatkan TKK Pemadam Kebakaran, seorang pramuka harus menyelesaikan (lulus dan dilantik) Syarat Kecakapan Khusus (SKK) Pemadam Kebakaran. Syarat tersebut telah diatur dalam Lampiran SK Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 132 Tahun 1979 Tentang Syarat-syarat, Gambar-gambar Tanda Kecakapan Khusus (TKK).

Bagi seorang pramuka siaga, SKK Pemadam Kebakaran memiliki syarat sebagai berikut :

  1. dapat menyalakan dan memadamkan api, dan tahu akan bahayanya tahu tentang kegunaan api
  2. dapat dan pernah membantu di rumahnya, merawat, mengisi dan menyalakan lampu, stormking, kompor atau perabot rumah tangga 
  3. lain yang menggunakan api.
Bagi seorang pramuka penggalang, penegak, dan pandega, SKK Pemadam Kebakaran memiliki syarat sebagai berikut :
  • Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
    1. telah mengetahui cara menolong kebakaran dengan alat dan bahan yang ada,
    2. dapat memberitahu dengan cepat kepada yang berwajib kalau terjadi suatu kebakaran,
    3. mengetahui jenis-jenis alat pemadam kebakaran,
    4. mengetahui bahan-bahan untuk memadamkan api,
    5. dapat mengambil tindakan untuk menolong orang lain yang menderita kecelakaan karena api,

      Khusus untuk Pramuka Penegak dan Pandega, ditambah dengan:
    6. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka Siaga mencapai TKK Pemadam Kebakaran.

  • Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
    1. telah memenuhi SKK Pemadam Kebakaran Tingkat Purwa,
    2. dapat melaksanakan petunjuk-petunjuk dari petugas pemadam kebakaran untuk menyelamatkan orang-orang dan harta benda dari adanya kebakaran,
    3. dapat memperkirakan lokasi daerah kebakaran,
    4. dapat mengetahui cara-cara mempergunakan alat-alat pemadam kebakaran berikut perlengkapannya,
    5. dapat menerapkan kecakapan PPPK untuk menolong orang lain karena menderita luka akibat dari kebakaran,

      Khusus untuk Pramuka Penegak dan Pandega, ditambah dengan:
    6. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka lain mencapai TKK Pemadam Kebakaran Tingkat Purwa.

  • Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
    1. telah memenuhi SKK Pemadam Kebakaran Tingkat Madya,
    2. dapat memadamkan kebakaran kompor, kebakaran listrik, kebakaran mesin mobil dan lain-lain perabot yang dapat 
    3. menimbulkan kebakaran,
    4. mengetahui tempat dan alamat, nomor telepon (kalau ada), pos-pos pemadam kebakaran,
    5. pernah mengikuti kursus/latihan pemadam kebakaran yang diadakan oleh Dinas Pemadam Kebakaran,
    6. mengetahui organisasi tentang pemadam kebakaran dari pusat sampai jajaran (eselon) terendah,

      Khusus untuk Pramuka Penegak dan Pandega, ditambah dengan:
    7. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka lain mencapai TKK Pemadam Kebakaran Tingkat Madya.
Itulah terkait dengan Tanda Kecakapan Khusus dan Syarat Kecakapan Khusus Pemadam Kebakaran.
Sandi katak merupakan salah satu sandi dalam kepramukaan. Sandi katak disebut juga sebagai sandi loncat. Penamaan jenis sandi ini mengingat cara membaca atau membuat soal sandinya dimana mesti meloncat-loncat. Pun sering kali dalam kata kunci teknik kepramukaan (scouting skill) ini menyertakan kata seperti katak, kodok, ataupun meloncat.

Sandi ini tergolong sandi yang memanfaatkan permainan susunan huruf layaknya sandi AND, sandi depan, sandi belakang, maupun sandi depan belakang tidak berguna. Sehingga kerap kali kalimat soal sandi yang dihasilkan memberikan kesan lucu, unik, dan menarik.

Bagi anggota pramuka, kerap kali menjumpai sandi ini dalam latihan kepramukaan. Karena sandi ini tergolong sandi yang mudah baik untuk membuatnya maupun untuk membacanya. Meskipun sering kali membutuhkan keseriusan dan ketelitian untuk memecahkannya. Sandi-sandi dalam kepramukaan lainnya semisal sandi jam, sandi kimia, sandi koordinat, sandi rumput, dan lainnya.

Contoh sandi katak :

sandi katak loncat

Cara Membaca dan Membuat Sandi Katak

Membuat dan membaca sandi katak atau sandi loncat tidaklah sulit. Karena sebagaimana disampaikan di awal, inti dari sandi ini merupakan permainan susunan huruf. Dimana layaknya sandi AND ataupun sandi depan, dalam pembuatan sandi ini ditambahkan huruf-huruf yang tidak berguna untuk mengelabui dan membuat pesan menjadi sulit terbaca. Sehingga untuk dapat membacanya, huruf-huruf tambahan tersebut harus dihilangkan atau dihapus.

Untuk mempelajari cara membaca dan membuat sandi katak atau sandi loncat, perhatikan dan simak baik-baik langkah-langkahnya dalam video berikut ini.



Dalam video di atas dicontohkan cara membaca salah satu sandi katak yang menggunakan kata kunci "seekor katak melompat-lompat sejauh 3 meter". Sedangkan bunyi soal sandi adalah "PIARA KAMU MODUS IKATAN TRADISIA".

Itulah salah satu teknik kepramukaan (scouting skill) terkait dengan sandi katak. Kegiatan memecahkan sandi selain akan mengasah kemampuan berfikir dan memecahkan masalah pun memberikan hiburan dan tantangan tersendiri bagi pramuka.
Saka atau Satuan Karya Pramuka Wira Kartika merupakan salah satu Satuan Karya Pramuka yang bersifat nasional. Saka yang dibentuk lewat kerjasama antara Kwartir Nasional dengan TNI Angkatan Darat ini bertujuan untuk mengembangkan pendidikan bela negara. Di samping Saka Wira Kartika, saka lainnya yang bersifat nasional seperti Saka Bhayangkara, Saka Bahari, Saka Bakti Husada, Saka Dirgantara, Saka Kencana, Saka Taruna Bumi, Saka Wanabakti, Saka Pariwisata, Saka Kalpataru, dan Saka Widya Budaya Bakti.

Saka Wira Kartika adalah wadah kegiatan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk meningkatkan kesadaran bela negara melalui pengetahuan dan keterampilan di bidang matra darat. Membentuk patriot bangsa yang setia, berbakti, dan menjunjung tinggi nilai luhur bangsa serta tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Matra darat sendiri dapat diartikan sebagai segala aktifitas dan kegiatan yang dilakukan secara terorganisir, perorangan ataupun kelompok yang memanfaatkan kondisi alam di darat seperti hutan, gunung, rawa, dan sungai.

Saka Wira Kartika dibentuk berdasarkan Keputusan Bersama antara TNI AD dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor Perkasad 182/X/2007 dan Nomor 199 Tahun 2007 tentang  Kerjasama dalam Usaha Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan Bela Negara dan Kepramukaan. Diperkuat dengan Keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Nomor 13/Munas/2008 tentang Satuan Karya Pramuka Wira Kartika. Dalam pelaksanaannya Saka ini diatur oleh Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 205 Tahun 2009 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Wira Kartika.

Saka Wira Kartika

Lambang Saka Wira Kartika

Lambang Saka Wira Kartika berbentuk segi lima beraturan dengan warda dasar merah dan putih. Di dalamnya terdapat gambar Kartika Eka Paksi, 2 buah tunas kelapa, 2 untai batang padi yang menguning, dan pita bertuliskan Saka Wira Kartika. Gambar Kartika Eka Paksi merupakan lambang dan semboyan TNI Angkatan Darat.

lambang Saka Wira Kartika
lambang Saka Wira Kartika

Penjelasan lebih mendalam mengenai lambang Saka Wira Kartika beserta arti kiasan yang terkandung di dalamnya akan diuraikan dalam artikel tersendiri.

Anggota Saka Wira Kartika

Layaknya pada Satuan Karya Pramuka lainnya, anggota Saka Wira Kartika disyaratkan seorang Pramuka Penegak atau Pramuka Pandega baik putera dan puteri yang menjadi anggota gugusdepan di wilayah cabang atau ranting di mana Saka Wira Kartika itu berada. 

Untuk dapat mendaftar sebagai anggota Saka Wira Kartika seorang pramuka harus :
  1. Pramuka Penegak Bantara atau Pramuka Penegak Laksana atau Pramuka Pandega
  2. Terdaftar sebagai anggota gugusdepan di kwarcab di mana Saka Wira Kartika itu berada.
  3. Menyatakan keinginan untuk menjadi anggota Saka Wira Kartika secara sukarela dan tertulis.
  4. Mendapat surat izin dari orang tua dan Pembina Gudepnya.
  5. Calon Penegak dan calon Pandega dapat mendaftar dengan catatan selambatnya 6 bulan setelahnya pramuka tersebut telah dilantik menjadi Penegak Bantara atau Pandega.
  6. Tidak sedang menjadi salah satu anggota Saka lain.

Krida dan TKK Saka Wira Kartika

Saka Wira Kartika memiliki lima krida, yaitu :
  1. Krida Navigasi Darat
    Krida ini terdiri atas empat Syarat Kecakapan Khusus (SKK) yaitu SKK Pengetahuan Peta dan Medan, SKK Kompas Siang dan Malam, SKK Pengetahuan Resection dan Intersection, dan SKK Pengetahuan Global Position System (GPS).
  2. Krida Pioneering
    Krida Pioneering terdiri empat SKK yaitu SKK Tali Temali, SKK Pembuatan Jembatan Improvisasi, SKK Pembuatan Perkemahan, dan SKK Bekal Air dan Listrik
  3. Krida Mountainering
    Krida Pioneering terdiri tiga SKK yaitu SKK Panjat Tebing, SKK Turun Tebing, dan SKK Travesing
  4. Krida Survival
    Krida Survival terdiri tiga SKK yaitu SKK Jenis-jenis Tumbuhan, SKK Jenis-jenis Binatang, dan SKK Hutan Gunung dan Ralasuntai
  5. Krida Penanggulangan Bencana
    Krida Penanggulangan Bencana terdiri empat SKK yaitu SKK Manajemen Penanggulangan Bencana, SKK Perjalanan dan Penanganan Gawat Darurat (PPGD), SKK Pengetahuan Komunikasi Radio, dan SKK Tata Cara Memasak
Selengkapnya mengenai Krida, SKK (Syarat Kecakapan Khusus), beserta gambar krida dan dan TKK (Tanda Kecakapan Khusus) dalam Saka Wira Kartika akan dijelaskan dalam artikel tersendiri.

Kegiatan Saka Wira Kartika

Satuan Karya Pramuka Wira Kartika memiliki beberapa kegiatan yang meliputi :
  1. Latihan rutin Saka Wira Kartika
  2. Perkemahan Bakti Wira Kartika
  3. Perkemahan antar Satuan Karya (Peran Saka)
  4. Kegiatan khusus untuk kepentingan tertentu, misalnya; persiapan lomba, ulang tahun Saka Wira Kartika, Hari Pramuka, dan lain-lain. 
Itulah beberapa hal terkait dengan Saka Wira Kartika yang menjadi salah satu Satuan Karya Pramuka tingkat nasional.
Panduan Materi SKU Penggalang Terap Bagian 2 ini merupakan kelanjutan dari artikel Panduan Materi SKU Penggalang Terap Bagian 1 yang telah dipublish sebelumnya. Di artikel ini akan dibahas syarat kecakapan umum mulai dari nomor 11 hingga 30. 

Sebagaimana diuraikan di artikel terdahulu, Penggalang Terap adalah tingkatan tertinggi (ketiga) dalam kecakapan umum pramuka penggalang. sebelum mencapai tingkat SKU ini sebelumnya harus sudah menyelesaikan Syarat dalam SKU Penggalang Ramu dan SKU Penggalang Rakit.

SKU ini mengacu pada SK Kwarnas No 198 Tahun 2011 tentang Syarat Kecakapan Umum Pramuka Penggalang dan SK Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 199 Tahun 2011 tentang Panduan Penyelesaian SKU Golongan Penggalang.

Materi SKU Penggalang Terap

Untuk pembahasan syarat kecakapan umum nomor 1 - 10 baca : PANDUAN MATERI SKU PENGGALANG TERAP BAGIAN 1.



Arti lambang kwarda Kalimantan Timur sebagaimana kwartir daerah lainnya memiliki makna dan arti kiasan. Lambang atau logo kwarda Kalimantan Timur ini mencerminkan aspirasi dan cita-cita pramuka se Kwartir Daerah Kalimantan Timur.

Sebagaimana diketahui, setiap kwartir daerah Gerakan Pramuka memiliki lambang atau logo kwarda, disebut juga sebagai lencana daerah. Lambang ini merupakan salah satu bagian dari tanda satuan dalam sistem tanda pengenal Gerakan Pramuka. Sebagai tanda pengenal satuan, salah satu fungsi lambang kwarda adalah sebagai penanda lokasi atau kwartir daerah seorang anggota pramuka bergabung. Pemakai tanda kwarda Kalimantan Timur berarti anggota pramuka yang tergabung di kwarda Kalimantan Timur.

Selain sebagai penanda lokasi, lambang atau lencana daerah pun memiliki fungsi pendidikan. Salah satunya adalah sebagai cerminan atas semangat, aspirasi, dan cita-cita anggota pramuka di kwartir daerah tersebut. Pun demikian dengan logo Kwartir Daerah Kalimantan Timur. Fungsi tersebut dapat dilihat dari arti lambang kwarda Kalimantan Timur.


pramuka kalimantan timur


Bentuk Lambang Kwartir Daerah Kalimantan Timur

Lambang kwartir daerah Kalimantan Timur telah mengalami perubahan. lambang yang saat ini digunakan adalah hasil rancanga Kak Supriyatna yang telah digunakan sejak Nopember 1992. Pemberlakuannya didasarkan pada Surat Keputusan Kwartir Daerah Nomor : 27 Tahun 1992.

Lambang ini berbentuk perisai dengan sisi lurus mendatar sepanjang 6 cm dan panjang garis tinggi 8 cm. Jari-jari kelengkungan 4,2 cm dengan pusat kelengkungan berjarak 4 cm dari sisi mendatar dan 1,8 cm dari sisi kiri dan kanan.

Lambang kwarda Kalimantan Timur didominasi oleh warna dasar hijau dengan gambar hewan pesut berwarna putih, tunas kelapa berwarna merah, bintang berwarna kuning, dan tiga garis bergelombang berwarna putih. Di bagian atas terdapat tulisan "Kalimantan Timur" dengan warna merah di atas dasar berwarna putih. Perisainya diberikan bingkai berwarna hitam.

Lambang Kwarda Kalimantan Timur

Arti Kiasan Lambang Kwarda Kalimantan Timur

Warna-warna dalam lambang kwarda Kalimantan Timur mengandung arti kiasan, yaitu :
  1. Warna Hijau berarti kesuburan dan kekayaan alam. 
  2. Warna Hitam berarti kekuatan, kekokohan dan ketangguhan. 
  3. Warna Kuning berarti kemuliaan, keagungan dan kejayaan bangsa. 
  4. Warna Merah berarti semangat perjuangan yang menyala. 
  5. Warna Putih berarti kesucian hati, keindahan perasaan, budi pekerti yang luhur dan moral yang tinggi. 
Selain pada warna, gambar-gambar dalam lambang kwartir daerah Kalimantan Timur pun mengandung makna kiasan, yaitu :
  1. Perisai berwarna hijau berbingkai hitam berarti satu kesatuan kekuatan yang kokoh yang terdapat di bumi Kalimantan Timur. 
  2. Bintang berwarna kuning pada bagian atas berarti tingginya nilai-nilai ketuhanan dan kehidupan agamis yang ada di Kalimantan Timur. 
  3. Pita (di bagian atas) mengandung arti ruang lingkup suatu rumpun, yang merupakan wadah berhimpun menggalang persatuan dan persaudaraan bagi pramuka.
  4. Tulisan KALIMANTAN TIMUR berarti wadah atau wilayah berhimpun, yakni Kalimantan Timur. 
  5. Silhouete tunas kelapa berwarna merah berarti keberadaan Gerakan Pramuka tumbuh dan berkembang di daerah Kalimantan Timur. 
  6. Silhouete ikan Pesut Mahakam sebagai satu diantara kekayaan alam yang hanya terdapat di Kalimantan Timur, berarti adanya suatu keunikan dan ciri khas tersendiri, yakni adat istiadat dan kebudayaan daerah Kalimantan Timur. 
  7. garis bergelombang tiga ruas, melambangkan sungai-sungai yang juga merupakan kekayaan alam sekaligus kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur, mempunyai makna selalu bergerak dinamis yang dilandasi dengan Kode Kehormatan (Tri Satya) Gerakan Pramuka.
Itulah bentuk dan arti kiasan yang trdapat dalam lambang kwartir daerah Kalimantan Timur. Lambang tersebut selai sebagai penanda lokasi juga mengandung nilai-nilai, semangat, aspirasi, dan cita-cita pramuka Kalimantan Timur.
Setelah sebelumnya di-publish tentang panduan materi SKU Penggalang Ramu dan panduan materi SKU Penggalang Rakit, sekarang giliran untuk SKU Pramuka Penggalang Terap. Dalam artikel ini selain memuat tentang materi syarat kecakapan umum perbutir, pun disertai dengan indikator pencapaian pengisian SKU dari masing-masing syarat tersebut.

Hal ini bisa menjadi acuan bagi pembina penggalang dalam menguji adik-adiknya. Juga bagi calon pramuka penggalang terap dalam mempersiapkan diri sehingga dapat menyelesaikan syarat-syarat kecakapan yang terdapat dalam SKU Penggalang Terap ini.

Penggalang Terap merupakan tingkatan ketiga atau tertinggi dalam kecakapan umum pramuka penggalang. Tingkatan lainnya adalah penggalang ramu dan penggalang rakit. Seorang pramuka penggalang dapat mengikuti ujian SKU Penggalang Terap setelah menyelesaikan dan dilantik menjadi penggalang rakit.

Syarat Kecakapan Umum yang digunakan dalam Gerakan Pramuka saat ini merupakan SKU terbaru sesuai dengan SK Kwarnas No 198 Tahun 2011 tentang Syarat Kecakapan Umum Pramuka Penggalang. Dalam penyelesaiannya dilengkapi dengan SK Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 199 Tahun 2011 tentang Panduan Penyelesaian SKU Golongan Penggalang.

Terkait dengan SKU Penggalang Terap, baca juga artikel lainnya tentang :
sku penggalang terap

Materi SKU Penggalang Terap

Sesuai dengan SK Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 199 Tahun 2011, materi SKU Pramuka Penggalang Terap terdiri atas 30 butir. Masing-masing syarat dilengkapi dengan indikator (pencapaian pengisian SKU). Adapun syarat-syarat tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Taat menjalankan ibadah sesuai agamanya dan mengajak orang lain untuk beribadah
    Pencapaian Pengisian SKU : 
    • Selalu menjalankan ibadah sesuai agamanya dan mengajak orang lain untuk beribadah
  2. Berperan aktif dalam penyelenggaraan kegiatan keagamaan baik dalam Gerakan Pramuka maupun di masyarakat
    Pencapaian Pengisian SKU : 
    • Pernah ikut serta membantu penyelenggaraan kegiatan keagamaan baik di dalam maupun di luar Gerakan Pramuka
  3. Dapat mengajak teman / orang lain untuk berperilaku toleran antar umat beragama
    Pencapaian Pengisian SKU : 
    1. Selalu mengajak temannya/orang lain untuk berperilaku toleran antar umat beragama.
  4. a. Agama Islam
    • Dapat bertindak sebagai Imam dalam sholat berjamaah di perkemahan 
    • Dapat menghafal 10 macam doa harian dan hafal 10 macam surat pendek 
    • Dapat memimpin doa. 
    • Selalu melaksanakan Shalat berjamaah di Masjid/Mushola
    b. Agama Katholik
    • Tahu arti Perayaan Ekaristi, dan bagian-bagian yang penting 
    • Tahu peralatan Misa dan warna-warna Liturgi 
    • Tahu hierarki Gereja
    c. Agama Protestan
    • Dapat memimpin beberapa nyanyian Gerejani dalam pertemuan-pertemuan Penggalang 
    • Dapat memimpin doa dalam pertemuan-pertemuan Penggalang 
    • Dapat menjelaskan  Hukum Kasih (Lukas 10 : 27 dan Matius 22 : 37-40) 
    • Dapat Menjelaskan tentang dua belas pengakuan Iman Rasuli.
      Pencapaian Pengisian SKU :
      • Pernah memimpin nyanyian pujian di pertemuan Pramuka Penggalang
      • Pernah menjadi pemimpin Doa di pertemuan Pramuka Penggalang
      • Pernah menjelaskan tentang Hukum Kasih kepada teman di pasukannya
      • Pernah menjelaskan tentang dua belas pengakuan Iman Rasuli
    d. Agama Hindu
    • Dapat melafalkan dan memahami arti bait-bait dalam matram Puja Tri Sandya serta dapat dan mampu memimpin pelaksanaan persembahyangan 
    • Dapat menyebutkan bagian-bagian kepemimpinan Hindu dalam Asta Brata 
    • Dapat memahami serta menerapkan Ajaran Tri Hita Karana dalam kehidupan sehari-hari 
    • Dapat menjelaskan pengertian dan konsep ajaran Rwa Bhineda 
    • Dapat menguraikan dan memahami kaitan ajaran Catur asrama dan catur Purusa Artha 
    • Dapat mempraktikkan minimal lima gerakan Yoga Asanas 
    • Dapat menarikan lebih dari satu bentuk tarian sakral keagamaan Hindu 
    • Dapat melafalkan dan mengkidungkan salah satu bentuk Dharma Gita.
    e. Agama Budha
    • Dapat melakukan kebaktian baik perorangan maupun bersama-sama 
    • Dapat melakukan meditasi 
    • Dapat menyanyikan lagu Malam Suci Waisak 
    • Dapat menyebutkan tempat-tempat suci Agama Buddha 
    • Dapat menceritakan silsilah keluarga Pangeran Sidharta Gotama
  5. Dapat mengendalikan emosi teman sebaya
    Pencapaian Pengisian SKU :
    • Pernah menjadi pengendali Emosi teman sebaya.
  6. Dapat memimpin pertemuan Pasukan Penggalang.
    Pencapaian Pengisian SKU :
    • Pernah memimpin pertemuan di pasukannya.
  7. Mengajak teman sebaya /regunya untuk melakukan kegiatan penghijauan dan memelihara di lingkungannya atau di daerah lain
    Pencapaian Pengisian SKU :
    • Pernah mengajak teman sebaya /regunya untuk melakukan kegiatan penghijauan
    • Pernah mengajak teman sebaya/regunya untuk memelihara penghijauan di lingkungannya atau di daerah lain
      BACA : Mengetahui Manfaat Penghijauan
  8. Dapat mensosialisasikan kepada teman sebaya tentang hak perlindungan anak.
    Pencapaian Pengisian SKU :
    • Pernah menceriterakan tentang hak perlindungan anak kepada teman sebaya
  9. Telah ikut serta dalam kegiatan Jambore/Lomba Tingkat/Perkemahan lainnya.
    Pencapaian Pengisian SKU :
    • Pernah mengikuti dan menunjukan bukti fisik ikut serta Jambore/Lomba Tingkat/perkemahan lainnya 
  10. Dapat menjelaskan tanda- tanda pengenal Gerakan Pramuka 
    Pencapaian Pengisian SKU :
Untuk Syarat Kecakapan Umum ke-11 dan seterusnya, baca : PANDUAN MATERI SKU PENGGALANG TERAP BAGIAN 2




Kak Azrul Azwar wafat. Kakak yang merupakan mantan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka masa bahkti 2003-2008 dan 2008-2013, tutup usia pada hari Selasa, 1 April 2014 pukul 17.45 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Sebelumnya beliau menderita sakit penyakit kanker hati yang telah diderita sejak lama.

Sejak pertengahan tahun silam, mantan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka ini menderita penyakit kanker hati. Rencananya pada April ini, beliau akan menjalani operasi pencangkokan hati. Namun ternyata tuhan berencana lain.

Almarhum akan diberangkatkan dari rumah duka di Cisanggiri V/5 Kemayoran Jakarta Selatan pada Rabu, 2 April 2014 pukul. 10.00 menuju FKUI Salemba untuk disemayakan.  Lalu menuju Auditorium Gedung Kwarnas di Gambir pada pukul 12.00 untuk disholatkan oleh jajaran Gerakan Pramuka sebelum dimakamkan di TP Tanah Kusir Jakarta. Menkokesra direncanakan akan hadir bersama Kakwarnas Gerakan Pramuka, Kak Adyaksa Dault

Kak Azrul Azwar dilahirkan di Kutacane, Nanggroe Aceh Darussalam, pada tanggal 6 Juni 1945. Selain menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka selama dua periode, beliau juga pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, Guru Besar Ilmu Kedokteran Komunitas dan Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan di Universitas Indonesia, Ketua Stikes Binawan, 

Kak Azrul Azwar
Kak Azrul Azwar

Semasa hidup, Kak Azrul Azwar memperoleh berbagai penghargaan baik di bidang kesehatan maupun kepramukaan. Penghargaan-penghargaan tersebut diantaranya adalah :
  1. Adi Jasa Utama, Ikatan Dokter Indonesia, Jakarta
  2. First Class Citation Medal, Thailand Scout Organization, Bangkok
  3. Silver Hawk Medal, Japan Scout Association, Tokyo
  4. Tanda Kehormatan Melati, Gerakan Pramuka Indonesia, Jakarta
  5. Pinggat Semangat Rimba Emas, Malaysian Scout Association, Kuala Lumpur
  6. Silver Lion Medal, Singapore Scout Association, Singapore
  7. Top Achievement Scout Medal, Association of Top Achievement Scout, Kuala Lumpur
  8. Friendship Award, Korean Scout Association, Seoul
Akhirnya selamat jalan Kak Azrul Azwar. Terima kasih atas pengabdianmu kepada Pramuka dan Gerakan Pramuka Indonesia. Semoga Allah mengampuni seluruh kesalahan yang dilakukan dan menerima amal ibadahmu. Selamat jalan, selamat jalan, dan selamat jalan.