Kompetisi pembuatan logo Jota-Joti 2014 telah dimulai. Seperti pelaksanaan Jamboree On The Air dan Jamboree On the Internet tahun-tahun sebelumnya, World Scout Bureau (WOSM) kembali menyelenggarakan kontes pembuatan logo Jota dan Joti 2014. tahun ini yang merupakan pelaksanaan JOTA ke-57 dan JOTI ke-18 akan dilaksanakan serentak pada 18-19 Oktober 2014.

Dalam kontes serupa tahun kemarin, desain logo kreasi pramuka Indonesia hanya mampu menjadi juara ketiga dan keempat. Sedangkan juara pertama dan kedua berurutan diraih oleh pramuka asal Malaysia dan Panama. Logo kreasi Mark Tan, Malaysia, inilah yang kemudian ditetapkan sebagai logo resmi Jamboree On The Air (JOTA) dan Jamboree On the Internet (JOTI) Tahun 2013.

Baca :


Dan kini kompetesi logo Jota-Joti kembali dibuka. Para pramuka dari berbagai belahan dunia dipastikan akan berpartisipasi. Pun tidak ketinggalan para pramuka asal Indonesia.

Tidak ada tema khusus pada pelaksanaan JOTA-JOTI yang berbeda setiap tahunnya. Namun  logo harus mampu menyampaikan tujuan JOTA-JOTI. Tujuan secara umum adalah memberi kesempatan dan mendorong Pramuka di seluruh dunia untuk berkomunikasi antara satu sama lain dengan menggunakan radio amatir dan internet. Memberikan pengalaman menyenangkan, pendidikan kepramukaan dan kebanggaan pada pramuka di seluruh dunia. 


Persyaratan dalam pembuatan logo JOTA-JOTI ini diantaranya adalah :
  1. Di dalam logo terkandung atau menyertakan :
    • Nama kegiatan (dalam bahasa Inggris dan Perancis), yaitu :  JOTA-JOTI  JSLO-JSLI
    • Judul resmi (dalam bahasa Inggris dan Perancis), yaitu :  57th Jamboree On The Air / 57e Jamboree Sur les Ondes 18th Jamboree On The Internet / 18e Jamboree Sur L’Internet
    • Tanggal pelaksanaan (dalam bahasa Inggris dan Perancis), yaitu : 18 – 19 October / octobre 2014
    • Lambang WOSM, dengan dua pilihan : Lambang WOSM berwarna ungu dengan latar belakang putih atau Lambang WOSM berwarna putih dengan latar belakang ungu.
  2. Ukuran logo harus cocok untuk ukuran 6 cm x 6 cm
  3. Format file JPG atau PNG
  4. Ukuran file di bawah 3 MB
  5. Logo tidak boleh mengandung gambar berhak cipta, elemen grafis dari tahun-tahun sebelumnya atau dari clipart.
Cara pengiriman logo :
  1. Dikirim via upload ke akun facebook www.facebook.com/jota.joti.wosm atau situs www.scout.org/jota-joti-logo-contest-2014
  2. Dapat juga dikirim via email ke : jota.joti@scout.org
  3. Batas akhir pengiriman tanggal 15 Mei 2014
  4. Pengumuman pemenang : Juni 2014
Persyaratan dan tata cara mengikuti kontes secara lebih terperinci dapat dibaca di grup facebook JOTA-JOTI atau mendownload di www.scout.org/sites/default/files/content_files/2014-jota-joti-badge-contest-rules.pdf.

Ayo pramuka Indonesia, tunjukkan kreasimu dalam mendesain logo 57th Jamboree On The Air / 57e Jamboree Sur les Ondes 18th Jamboree On The Internet.
Perkemahan Pramuka adalah salah satu bentuk dari kegiatan dalam kepramukaan. Perkemahan juga menjadi salah satu jenis pertemuan dalam Gerakan Pramuka. Umumnya perkemahan dilaksanakan di luar ruangan (out door) dengan menginap. Di pramuka terdapat berbagai jenis perkemahan.

Jenis-jenis Perkemahan Pramuka

Perkemahan pramuka terdiri atas berbagai macam jenis. Jenis perkemahan dalam Gerakan Pramuka ini dapat dikelompokkan dalam beberapa kelompok. Pengelompokkan ini bisa didasarkan pada lamanya waktu perkemahan, tempat penyelenggaraannya, tujuan perkemahan, dan jumlah peserta.

kemah pramuka

Berikut ini berbagai jenis perkemahan pramuka ditinjau dari berbagai hal.

  • Jenis perkemahan berdasarkan waktu pelaksanaan
    Berdasarkan waktu pelaksanaannya, perkemahan dalam Gerakan pramuka terdiri atas :
    1. Perkemahan satu hari; dilaksanakan tanpa bermalam. Kemah jenis ini biasa dilakukan dalam pesta siaga.
    2. Perkemahan dua hari; contohnya adalah Perkemahan Sabtu Malam Minggu (Persami) dan Perkemahan Kamis Malam Jumat (Perkaju) 
    3. Perkemahan tiga hari; contohnya adalah Perkemahan Jumat Sabtu Minggu (Perjusami)
    4. Perkemahan lebih dari tiga hari
  • Jenis perkemahan berdasarkan tempat pelaksanaannya
    Berdasarkan tempat pelaksanaannya, perkemahan dalam Gerakan Pramuka terdiri atas:
    1. Perkemahan menetap; yaitu perkemahan yang tempatnya tetap sejak perkemahan dimulai hingga selesai.
    2. Perkemahan safari; yaitu perkemahan yang tempatnya berpindah. Biasanya dipadukan dengan kegiatan penjelajahan atau survival.
  • Jenis perkemahan berdasarkan tujuannya
    Berdasarkan tujuannya terdapat beberapa jenis perkemahan yaitu :
    1. Kemah Bakti. Seperti; Perkemahan Wirakarya (PW)
    2. Kemah Pelantikan. Seperti; Perkemahan Pelantikan Tamu Ambalan, Pelantikan SKU Penggalang Ramu, dll.
    3. Kemah Lomba. Seperti; Lomba Tingkat (LT)
    4. Kemah Rekreasi 
    5. Kemah Jambore. Seperti; Jambore Ranting, Jambore Cabang, Jambore Daerah, Jambore Nasional, dan Jambore Asia Pasifik.
    6. Kemah Riset/Penelitian
  • Jenis perkemahan berdasarkan jumlah peserta
    Berdasarkan jumlah peserta yang mengikutinya, perkamahan dapat dikelompokkan dalam:
    1. Perkemahan satu regu penggalang atau sangga penegak
    2. Perkemahan satu Pasukan Penggalang, Ambalan Penegak, atau Racana Pandega
    3. Perkemahan satu gugusdepan
    4. Perkemahan satu kwartir (Kwartir Ranting, Kwartir Cabang. Kwartir Daerah, Kwartir Nasional)
  • Jenis perkemahan berdasarkan wilayah satuan
    Berdasarkan wilayah satuan perkemahan dapat dikelompokkan menjadi:
    1. Perkemahan tingkat Gugusdepan
    2. Perkemahan tingkat Ranting
    3. Perkemahan tingkat Cabang
    4. Perkemahan tingkat Daerah
    5. Perkemahan tingkat Nasional
    6. Perkemahan tingkat Regional
    7. Perkemahan tingkat Dunia
  • Jenis perkemahan berdasarkan penyelenggara
    Berdasarkan penyelenggaranya terdapat beberapa jenis perkemahan yaitu :
    1. Perkemahan gugusdepan
    2. Perkemahan kwartir
    3. Perkemahan Satuan Karya Pramuka, contoh Perkemahan Perkemahan Bakti Saka Tarunabumi
    4. Perkemahan Antar Satuan Karya Pramuka. Contoh Perkemahan Antar Satuan Karya (Peransaka)
    5. Perkemahan instansi atau badan di luar Gerakan Pramuka


Kwartir Ranting Gerakan Pramuka atau biasa disingkat Kwarran adalah satuan organisasi yang mengelola Gerakan Pramuka di tingkat kecamatan. Kwarran diketuai oleh seorang Ketua Kwartir Ranting (Ka Kwarran) yang dipilih melalui Musyawarah Ranting (Musran) untuk masa bhakti selama tiga tahun.

Pengertian Kwartir Ranting secara lebih luas adalah lembaga kepemimpinan kolektif di tingkat kecamatan yang diketuai seorang ketua yang dalam menjalankan tugas dan kewajibannya bertanggungjawab kepada Musyawarah Ranting Gerakan Pramuka. Organisasi inilah yang menjadi ujung tombak Gerakan Pramuka yang berhubungan langsung dengan pembinaan gugusdepan dan satuan karya pramuka.

Terkait organisasi dan tata kerja Kwartir Ranting, Gerakan Pramuka telah mengeluarkan sebuah petunjuk penyelenggaraan Kwarran Gerakan Pramuka melalui Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor : 224 Tahun 2007. Jukran ini membahas tentang tugas pokok, fungsi, dan organisasi; tugas dan fungsi andalan ranting; organisasi pelaksana Kwarran; Badan Pemeriksa Keuangan Ranting; tata kerja; musyawarah; hubungan kerja; dan pemekaran Kwarran. (Jukran ini dapat dibaca di halaman : SK dan PP Pramuka)

Pengurus Kwarran Gerakan Pramuka

Musyawarah Kwartir Ranting
Musyawarah Kwartir Ranting

Ketua Kwartir Ranting dipilih dan ditetapkan dalam Musyawarah Ranting. Selanjutnya tim formatur akan membentuk Pengurus Kwarran. Pengurus Kwarran yang selanjutnya disebut Andalan Ranting, terdiri atas anggota pramuka dewasa putri dan putra. Pengurus ini mempunyai masa bhakti tiga tahun.

Organisasi Kwartir Ranting terdiri atas :
  1. Pengurus Kwarran, yang terdiri atas :
    1. Ketua Kwartir Ranting
    2. Wakil Ketua Kwartir Ranting
    3. Sekretaris Kwartir Ranting
    4. Andalan Ranting, yang terdiri atas :
      • Andalan Ranting Urusan Pembinaan Siaga Putra.
      • Andalan Ranting Urusan Pembinaan Siaga Putri.
      • Andalan Ranting Urusan Pembinaan Penggalang Putra.
      • Andalan Ranting Urusan Pembinaan Penggalang Putri.
      • Andalan Ranting Urusan Pembinaan Penegak dan Pandega Putra.
      • Andalan Ranting Urusan Pembinaan Penegak dan Pandega Putri.
      • Andalan Ranting Urusan Satuan Karya Pramuka.
      • Andalan Ranting Urusan Pembinaan Anggota Dewasa Putra.
      • Andalan Ranting Urusan Pembinaan Anggota Dewasa Putri
      • Andalan Ranting Urusan Pengabdian Masyarakat dan Hubungan Masyarakat.
      • Andalan Ranting Urusan Keuangan, Usaha, dan Sarana Prasarana..
    5. Pembantu Andalan Ranting
Untuk melaksanakan tugas dan kegiatan, Pengurus Kwarran dibantu oleh badan kelengkapan kwarran yang terdiri atas :
  1. Dewan Kehormatan Ranting.
  2. Koordinator Gugusdepan disingkat Korgudep
  3. Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Tingkat Ranting, disingkat DKR
    Ketua dan Wakil Ketua DKR karena jabatannya berkedudukan sebagai Andalan Ranting.
  4. Pimpinan Satuan Karya Pramuka Tingkat Ranting termasuk Pamong Satuan Karya Pramuka.
    Ketua Pimpinan Saka Tingkat Ranting karena jabatannya berkedudukan sebagai Andalan Ranting
  5. Badan Usaha Kwarran.
  6. Satuan kegiatan.
  7. Staf Kwarran.
Selain itu dalam Musyawarah Ranting juga memilih dan menetapkan Badan Pemeriksa Keuangan Ranting. Badan ini mempunyai tugas memeriksa pengelolaan keuangan baik yang dikelola langsung oleh kwarran maupun unit usaha kwarran.

Musyawarah dan Rapat Kwarran

Kekuasaan terdiri dalam Kwartir Ranting adalah Musyawarah Ranting (Musran). Musran dilaksanakan tiga tahun sekali pada akhir masa bhakti kwarran. Peserta Musran terdiri atas 6 perwakilan Kwartir Ranting (termasuk Ketua DKR dan Majelis Pembimbing Ranting), dan masing-masing 4 orang dari setiap gugusdepan yang terdapat di Kwarran tersebut. Dalam situasi yang mendesak dapat diadakan Musyawarah Ranting Luar Biasa.

Sebelum pelaksanaan Musran, terlebih dahulu diselenggarakan Musppaniteraran. Musppaniteraran adalah Musyawarah Pramuka Penegak dan Pandega Putri Putra Tingkat Ranting. Yaitu musyawarah anggota DKR dan Pramuka Penegak dan Pandega utusan gugusdepan untuk mempertanggungjawabkan masa bhakti DKR serta membentuk DKR masa bhakti berikutnya.

Selain kedua musyawarah tersebut, Kwarran mengadakan berbagai rapat dan pertemuan yang diantaranya adalah :
  1. Rapat Paripurna Andalan Ranting (Rapat Paripurna); dilaksanakan sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun.
  2. Rapat Kerja Ranting Gerakan Pramuka (Rakerran); dilaksanakan setahun sekali.
  3. Sidang Paripurna Dewan Kerja Ranting (Sidparran); dilaksanakan minimal setahun sekali.
  4. Rapat Pimpinan Ranting (Rapim)
  5. Rapat Staf
  6. Rapat Kepanitiaan
  7. Rapat Satuan Tugas

Struktur Organisasi Kwarran

Struktur Organisasi Kwarran adalah sebagai berikut :

Struktur Organisasi Kwartir Ranting



Arti lambang Saka Wira Kartika. Saka atau satuan Karya Pramuka Wira Kartika memiliki lambang atau logo berbentuk segi lima beraturan dengan warda dasar merah dan putih dilengkapi serangkaian gambar di dalamnya. Sebagaimana lambang-lambang lainnya, lambang Saka Wira Kartika tentunya diciptakan disertai dengan arti dan makna kiasan. Arti dan makna tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari logo itu sendiri.

Bentuk, bahan, ukuran, dan arti lambang Saka Wira Kartika diatur dalam Jukran Satuan Karya Pramuka Wira Kartika. Adalah Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 205 Tahun 2009 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Wira Kartika yang secara detail mengaturnya. Dalam Petunjuk Penyelenggaraan tersebut terkait dengan lambang, bendera, dan tanda jabatan dalam salah satu Saka yang bersifat nasional ini diatur dalam bab VIII.

Saka Wira Kartika adalah salah satu Satuan Karya Pramuka yang memberikan pengetahuan dan keterampilan khusus di bidang matra darat. Matra darat adalah segala aktifitas dan kegiatan yang dilakukan secara terorganisir, perorangan ataupun kelompok yang memanfaatkan kondisi alam di darat seperti hutan, gunung, rawa, dan sungai. Saka Wira Kartika dibentuk berdasarkan Keputusan Bersama antara TNI AD dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Saka Wira Kartika

Baca Juga :

Lambang Saka Wira Kartika

Lambang Saka Wira Kartika berbentuk segi lima beraturan dengan warda dasar merah dan putih. Di dalam segi lima tersebut terdapat gambar Kartika Eka Paksi, 2 buah tunas kelapa, 2 untai batang padi yang menguning, dan pita bertuliskan Saka Wira Kartika.

Lambang Saka Wira Kartika
Lambang Saka Wira Kartika

Arti Lambang Saka Wira Kartika

Lambang Saka Wira Kartika mempunyai arti :
  1. Warna dasar merah putih melambangkan bendera kebangsaan Republik Indonesia
  2. Lambang Kartika Eka Paksi, terdiri atas kata "kartika" yang berarti bintang, "eka" yang berarti satu, dan "paksi" yang berarti burung. Di atas burung terdapat Bintang Emas yang melambangkan kemenangan yang gemilang. Di dada Burung terdapat warna Merah Putih dan yang melambangkan kesucian dan keberanian. Sehingga keseluruhan melambangkan keperkasaan tanpa tanding dalam menjujung tinggi cita-cita luhur bangsa Indonesia.
  3. Tunas Kelapa Gerakan Pramuka. Melambangkan bahwa setiap anggota Gerakan Pramuka hendaknya serbaguna. Seperti kegunaan seluruh bagian pohon kelapa.
  4. Dua tangkai padi yang menguning melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan.
  5. Segilima, Melambangkan Dasar Negara Republik Indonesia, yakni Pancasila.
  6. Garis tepi warna kuning, melambangkan jiwa Pramuka yang kesatria.
  7. Untaian pita berwarna merah dengan tulisan Saka Wira Kartika berwarna hitam :
    • Warna Pita merah melambangkan keberanian.
    • Warna tulisan hitam melambangkan ketegasan.
  8. Tulisan Saka Wira Kartika :
    • Saka (Satuan Karya Pramuka) adalah wadah pendidikan guna menyakurkan minat, mengembangkan bakat, dan pengalaman para Pramuka dalam berbagai bidang Ilmu pengetahuan dan tehnologi.
    • Wira adalah kesatria muda yang terampil, tangkas dan cerdas.
    • Kartika adalah bintang yang tinggi, melambangkan cita-cita yang tinggi dan berbudi luhur. 

Penggunaan dan Pemakaian Lambang Saka Wira Kartika

Lambang Saka Wira Kartika dipergunakan untuk :
  1. Tanda Pengenal anggota Saka Wira Kartika
    Sebagai tanda pengenal, lambang Saka Wira Kartika dibuat dari kain. Tanda Pengenal satuan ini dikenakan di seragam pramuka pada lengan baju sebelah kiri. Pemakaian tanda ini hanya boleh dilakukan jika anggota sedang mengikuti kegiatan Saka Wira Kartika atau mewakili atas nama Saka Wira Kartika.
  2. Bendera Saka Wira Kartika
    Bendera Saka Wira Kartika berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran empat berbanding tiga. Di tengahnya terdapat lambang Saka Wira Kartika dengan tulisan "Saka Wira Kartika" di atas warna dasar berwarna hijau.
Menaksir berat merupakan salah satu scouting skill (teknik kepramukaan). Selain menaksir berat, dalam kepramukaan sering kali juga kita dihadapkan pada kegiatan menaksir tinggi, menaksir lebar, menaksir kecepatan, menaksir suhu, dan lain-lain.

Menaksir mempunyai arti “menentukan sesuatu (harga, banyak, jumlah, ukuran, berat, dan sebagainya) dengan kira-kira”. Sedangkan yang dimaksud berat di sini adalah bobot atau dalam bahasa fisika dikenal sebagai massa. Sehingga menaksir berat bisa diartikan sebagai aktifitas mengira-kira bobot atau massa sebuah benda.

Yang perlu diperhatikan agar mudah dalam melakukan penaksiran berat, seorang pramuka harus mengetahui berat benda-benda yang biasa dikenakan atau dibawa. Seperti berat tubuh, berat tongkat, botol minumal beserta isinya, dan benda-benda lainnya.

Cara Menaksir Berat


Terdapat beberapa metode atau teknik dalam menaksir berat. Cara pertama adalah dengan mengangkatnya secara langsung. Dengan cara ini diperlukan ketelitian dan latihan secara terus menerus sehingga mampu menaksir berat sebuah benda yang dipegang atau diangkat secara langsung.

Untuk berlatih melakukan teknik menaksir ini angkatlah dengan tangan kanan benda yang telah diketahui beratnya, semisal batu seberat 1 kg. Lalu pada tangan sebelah kiri angkat pula benda lain yang beratnya sama. Setelah itu gantilah salah satu benda dengan benda lain yang berbeda beratnya. Lakukan berulang kali sehingga kita terbiasa mengangkat dan mampu membedakan benda dengan berat-berat yang berbeda.

Teknik ini memang kurang efektif dan cenderung memiliki resiko kesalahan yang besar. Namun dalam situasi terpaksa dan membutuhkan kecepatan, teknik ini bisa dicoba.

Teknik menaksir berat yang kedua adalah dengan membandingkan berat benda dengan menggunakan timbangan sederhana. Timbangan ini bisa kita buat sendiri dengan menggunakan peralatan yang tersedia di sekitar kita.

Cara melakukan penaksiran beratnya adalah sebagai berikut :
  1. Siapkan benda yang telah kita ketahui beratnya, semisal minuman dalam botol, buku, dll. Benda ini seumpama diibaratkan B1 dengan berat 1 kg
  2. Siapkan benda yang akan ditaksir beratnya. Benda ini seumpama kita namai B2.
  3. Buatlah timbangan seperti pada gambar di bawah.
  4. Tentukan jarak antara B1 dengan pusat tumpuan timbangan (dalam gambar dinamai J1). Semisal 10 cm.
  5. Latakkan benda yang ditaksir (B2) diseberang B1. Atur (maju mundurkan B2) sehingga posisi B1 dan B2 setimbang.
  6. Ukurlah jarak dari pusat tumpuan timbangan ke B2 (dalam gambar dinamai J2). Semisal 30 cm.
Maka berat benda yang kita taksir (B2) dapat kita ketahui dengan rumus :


Jadi berat benda yang ditaksir adalah 0,57 kg
Pernah melihat pramuka mengenakan tanda kecakapan bergambar api merah menjilat-jilat dengan latar belakang berwarna biru? Nah, itulah Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Pemadam Kebakaran. Pramuka yang mengenakan TKK tersebut, baik di lengan baju sebelah kanan ataupun pada tetampan, berarti telah menyelesaikan Syarat Kecakapan Khusus (SKK) Pemadam Kebakaran.

SKK Pemadam Kebakaran adalah salah satu Syarat Kecakapan Khusus bidang sosial, perikemanusiaan, gotong-royong, ketertiban masyarakat, perdamaian dunia dan lingkungan hidup. SKK bidang ini ditandai dengan latar belakang gambar yang berwarna biru. Selain TKK Pemadam Kebakaran yang termasuk dalam TKK bidang ini lainnya adalah TKK Pengaman Kampung, TKK Penerima Tamu, TKK PPPK, TKK Korespondensi, TKK Pengaman Lalu Lintas, TKK Penunjuk Jalan, dan lain-lain.

Tanda Kecakapan Khusus atau TKK adalah suatu tanda yang menunjukkan kecakapan, kepandaian, ketangkasasn, keterampilan, kemampuan sikap dan usaha seorang Pramuka dalam bidang tertentu. Tanda ini didapatkan setelah seorang pramuka menyelesaikan Syarat Kecakapan Khusus atau SKK.

Gambar TKK Pemadam Kebakaran


Gambar Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Pemadam Kebakaran berupa gambar api dengan lidah api yang menjilat-jilat ke atas berwarna merah. Gambar tersebut memiliki latar belakang (background) berwarna biru. Background gambar berwarna hijau sebagai ciri khas dari TKK bidang sosial, perikemanusiaan, gotong-royong, ketertiban masyarakat, perdamaian dunia dan lingkungan hidup.

Bentuk TKK Pemadam Kebakaran sebagaimana TKK lainnya adalah :
  • Segitiga terbalik untuk pramuka siaga
  • Lingkaran dengan garis tepi merah untuk tingkat purwa pada pramuka penggalang
  • Segiempat dengan garis tepi merah untuk tingkat madya pada pramuka penggalang
  • Segilima dengan garis tepi merah untuk tingkat utama pada pramuka penggalang
  • Lingkaran dengan garis tepi kuning untuk tingkat purwa pada pramuka penegak dan pandega
  • Segiempat dengan garis tepi kuning untuk tingkat madya pada pramuka penegak dan pandega
  • Segilima dengan garis tepi kuning untuk tingkat utama pada pramuka penegak dan pandega

Syarat Kecakapan Khusus Pemadam Kebakaran

Untuk mendapatkan TKK Pemadam Kebakaran, seorang pramuka harus menyelesaikan (lulus dan dilantik) Syarat Kecakapan Khusus (SKK) Pemadam Kebakaran. Syarat tersebut telah diatur dalam Lampiran SK Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 132 Tahun 1979 Tentang Syarat-syarat, Gambar-gambar Tanda Kecakapan Khusus (TKK).

Bagi seorang pramuka siaga, SKK Pemadam Kebakaran memiliki syarat sebagai berikut :

  1. dapat menyalakan dan memadamkan api, dan tahu akan bahayanya tahu tentang kegunaan api
  2. dapat dan pernah membantu di rumahnya, merawat, mengisi dan menyalakan lampu, stormking, kompor atau perabot rumah tangga 
  3. lain yang menggunakan api.
Bagi seorang pramuka penggalang, penegak, dan pandega, SKK Pemadam Kebakaran memiliki syarat sebagai berikut :
  • Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
    1. telah mengetahui cara menolong kebakaran dengan alat dan bahan yang ada,
    2. dapat memberitahu dengan cepat kepada yang berwajib kalau terjadi suatu kebakaran,
    3. mengetahui jenis-jenis alat pemadam kebakaran,
    4. mengetahui bahan-bahan untuk memadamkan api,
    5. dapat mengambil tindakan untuk menolong orang lain yang menderita kecelakaan karena api,

      Khusus untuk Pramuka Penegak dan Pandega, ditambah dengan:
    6. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka Siaga mencapai TKK Pemadam Kebakaran.

  • Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
    1. telah memenuhi SKK Pemadam Kebakaran Tingkat Purwa,
    2. dapat melaksanakan petunjuk-petunjuk dari petugas pemadam kebakaran untuk menyelamatkan orang-orang dan harta benda dari adanya kebakaran,
    3. dapat memperkirakan lokasi daerah kebakaran,
    4. dapat mengetahui cara-cara mempergunakan alat-alat pemadam kebakaran berikut perlengkapannya,
    5. dapat menerapkan kecakapan PPPK untuk menolong orang lain karena menderita luka akibat dari kebakaran,

      Khusus untuk Pramuka Penegak dan Pandega, ditambah dengan:
    6. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka lain mencapai TKK Pemadam Kebakaran Tingkat Purwa.

  • Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
    1. telah memenuhi SKK Pemadam Kebakaran Tingkat Madya,
    2. dapat memadamkan kebakaran kompor, kebakaran listrik, kebakaran mesin mobil dan lain-lain perabot yang dapat 
    3. menimbulkan kebakaran,
    4. mengetahui tempat dan alamat, nomor telepon (kalau ada), pos-pos pemadam kebakaran,
    5. pernah mengikuti kursus/latihan pemadam kebakaran yang diadakan oleh Dinas Pemadam Kebakaran,
    6. mengetahui organisasi tentang pemadam kebakaran dari pusat sampai jajaran (eselon) terendah,

      Khusus untuk Pramuka Penegak dan Pandega, ditambah dengan:
    7. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka lain mencapai TKK Pemadam Kebakaran Tingkat Madya.
Itulah terkait dengan Tanda Kecakapan Khusus dan Syarat Kecakapan Khusus Pemadam Kebakaran.
Sandi katak merupakan salah satu sandi dalam kepramukaan. Sandi katak disebut juga sebagai sandi loncat. Penamaan jenis sandi ini mengingat cara membaca atau membuat soal sandinya dimana mesti meloncat-loncat. Pun sering kali dalam kata kunci teknik kepramukaan (scouting skill) ini menyertakan kata seperti katak, kodok, ataupun meloncat.

Sandi ini tergolong sandi yang memanfaatkan permainan susunan huruf layaknya sandi AND, sandi depan, sandi belakang, maupun sandi depan belakang tidak berguna. Sehingga kerap kali kalimat soal sandi yang dihasilkan memberikan kesan lucu, unik, dan menarik.

Bagi anggota pramuka, kerap kali menjumpai sandi ini dalam latihan kepramukaan. Karena sandi ini tergolong sandi yang mudah baik untuk membuatnya maupun untuk membacanya. Meskipun sering kali membutuhkan keseriusan dan ketelitian untuk memecahkannya. Sandi-sandi dalam kepramukaan lainnya semisal sandi jam, sandi kimia, sandi koordinat, sandi rumput, dan lainnya.

Contoh sandi katak :

sandi katak loncat

Cara Membaca dan Membuat Sandi Katak

Membuat dan membaca sandi katak atau sandi loncat tidaklah sulit. Karena sebagaimana disampaikan di awal, inti dari sandi ini merupakan permainan susunan huruf. Dimana layaknya sandi AND ataupun sandi depan, dalam pembuatan sandi ini ditambahkan huruf-huruf yang tidak berguna untuk mengelabui dan membuat pesan menjadi sulit terbaca. Sehingga untuk dapat membacanya, huruf-huruf tambahan tersebut harus dihilangkan atau dihapus.

Untuk mempelajari cara membaca dan membuat sandi katak atau sandi loncat, perhatikan dan simak baik-baik langkah-langkahnya dalam video berikut ini.



Dalam video di atas dicontohkan cara membaca salah satu sandi katak yang menggunakan kata kunci "seekor katak melompat-lompat sejauh 3 meter". Sedangkan bunyi soal sandi adalah "PIARA KAMU MODUS IKATAN TRADISIA".

Itulah salah satu teknik kepramukaan (scouting skill) terkait dengan sandi katak. Kegiatan memecahkan sandi selain akan mengasah kemampuan berfikir dan memecahkan masalah pun memberikan hiburan dan tantangan tersendiri bagi pramuka.
Saka atau Satuan Karya Pramuka Wira Kartika merupakan salah satu Satuan Karya Pramuka yang bersifat nasional. Saka yang dibentuk lewat kerjasama antara Kwartir Nasional dengan TNI Angkatan Darat ini bertujuan untuk mengembangkan pendidikan bela negara. Di samping Saka Wira Kartika, saka lainnya yang bersifat nasional seperti Saka Bhayangkara, Saka Bahari, Saka Bakti Husada, Saka Dirgantara, Saka Kencana, Saka Taruna Bumi, Saka Wanabakti, Saka Pariwisata, Saka Kalpataru, dan Saka Widya Budaya Bakti.

Saka Wira Kartika adalah wadah kegiatan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk meningkatkan kesadaran bela negara melalui pengetahuan dan keterampilan di bidang matra darat. Membentuk patriot bangsa yang setia, berbakti, dan menjunjung tinggi nilai luhur bangsa serta tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Matra darat sendiri dapat diartikan sebagai segala aktifitas dan kegiatan yang dilakukan secara terorganisir, perorangan ataupun kelompok yang memanfaatkan kondisi alam di darat seperti hutan, gunung, rawa, dan sungai.

Saka Wira Kartika dibentuk berdasarkan Keputusan Bersama antara TNI AD dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor Perkasad 182/X/2007 dan Nomor 199 Tahun 2007 tentang  Kerjasama dalam Usaha Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan Bela Negara dan Kepramukaan. Diperkuat dengan Keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Nomor 13/Munas/2008 tentang Satuan Karya Pramuka Wira Kartika. Dalam pelaksanaannya Saka ini diatur oleh Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 205 Tahun 2009 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Wira Kartika.

Saka Wira Kartika

Lambang Saka Wira Kartika

Lambang Saka Wira Kartika berbentuk segi lima beraturan dengan warda dasar merah dan putih. Di dalamnya terdapat gambar Kartika Eka Paksi, 2 buah tunas kelapa, 2 untai batang padi yang menguning, dan pita bertuliskan Saka Wira Kartika. Gambar Kartika Eka Paksi merupakan lambang dan semboyan TNI Angkatan Darat.

lambang Saka Wira Kartika
lambang Saka Wira Kartika

Penjelasan lebih mendalam mengenai lambang Saka Wira Kartika beserta arti kiasan yang terkandung di dalamnya akan diuraikan dalam artikel tersendiri.

Anggota Saka Wira Kartika

Layaknya pada Satuan Karya Pramuka lainnya, anggota Saka Wira Kartika disyaratkan seorang Pramuka Penegak atau Pramuka Pandega baik putera dan puteri yang menjadi anggota gugusdepan di wilayah cabang atau ranting di mana Saka Wira Kartika itu berada. 

Untuk dapat mendaftar sebagai anggota Saka Wira Kartika seorang pramuka harus :
  1. Pramuka Penegak Bantara atau Pramuka Penegak Laksana atau Pramuka Pandega
  2. Terdaftar sebagai anggota gugusdepan di kwarcab di mana Saka Wira Kartika itu berada.
  3. Menyatakan keinginan untuk menjadi anggota Saka Wira Kartika secara sukarela dan tertulis.
  4. Mendapat surat izin dari orang tua dan Pembina Gudepnya.
  5. Calon Penegak dan calon Pandega dapat mendaftar dengan catatan selambatnya 6 bulan setelahnya pramuka tersebut telah dilantik menjadi Penegak Bantara atau Pandega.
  6. Tidak sedang menjadi salah satu anggota Saka lain.

Krida dan TKK Saka Wira Kartika

Saka Wira Kartika memiliki lima krida, yaitu :
  1. Krida Navigasi Darat
    Krida ini terdiri atas empat Syarat Kecakapan Khusus (SKK) yaitu SKK Pengetahuan Peta dan Medan, SKK Kompas Siang dan Malam, SKK Pengetahuan Resection dan Intersection, dan SKK Pengetahuan Global Position System (GPS).
  2. Krida Pioneering
    Krida Pioneering terdiri empat SKK yaitu SKK Tali Temali, SKK Pembuatan Jembatan Improvisasi, SKK Pembuatan Perkemahan, dan SKK Bekal Air dan Listrik
  3. Krida Mountainering
    Krida Pioneering terdiri tiga SKK yaitu SKK Panjat Tebing, SKK Turun Tebing, dan SKK Travesing
  4. Krida Survival
    Krida Survival terdiri tiga SKK yaitu SKK Jenis-jenis Tumbuhan, SKK Jenis-jenis Binatang, dan SKK Hutan Gunung dan Ralasuntai
  5. Krida Penanggulangan Bencana
    Krida Penanggulangan Bencana terdiri empat SKK yaitu SKK Manajemen Penanggulangan Bencana, SKK Perjalanan dan Penanganan Gawat Darurat (PPGD), SKK Pengetahuan Komunikasi Radio, dan SKK Tata Cara Memasak
Selengkapnya mengenai Krida, SKK (Syarat Kecakapan Khusus), beserta gambar krida dan dan TKK (Tanda Kecakapan Khusus) dalam Saka Wira Kartika akan dijelaskan dalam artikel tersendiri.

Kegiatan Saka Wira Kartika

Satuan Karya Pramuka Wira Kartika memiliki beberapa kegiatan yang meliputi :
  1. Latihan rutin Saka Wira Kartika
  2. Perkemahan Bakti Wira Kartika
  3. Perkemahan antar Satuan Karya (Peran Saka)
  4. Kegiatan khusus untuk kepentingan tertentu, misalnya; persiapan lomba, ulang tahun Saka Wira Kartika, Hari Pramuka, dan lain-lain. 
Itulah beberapa hal terkait dengan Saka Wira Kartika yang menjadi salah satu Satuan Karya Pramuka tingkat nasional.
Panduan Materi SKU Penggalang Terap Bagian 2 ini merupakan kelanjutan dari artikel Panduan Materi SKU Penggalang Terap Bagian 1 yang telah dipublish sebelumnya. Di artikel ini akan dibahas syarat kecakapan umum mulai dari nomor 11 hingga 30. 

Sebagaimana diuraikan di artikel terdahulu, Penggalang Terap adalah tingkatan tertinggi (ketiga) dalam kecakapan umum pramuka penggalang. sebelum mencapai tingkat SKU ini sebelumnya harus sudah menyelesaikan Syarat dalam SKU Penggalang Ramu dan SKU Penggalang Rakit.

SKU ini mengacu pada SK Kwarnas No 198 Tahun 2011 tentang Syarat Kecakapan Umum Pramuka Penggalang dan SK Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 199 Tahun 2011 tentang Panduan Penyelesaian SKU Golongan Penggalang.

Materi SKU Penggalang Terap

Untuk pembahasan syarat kecakapan umum nomor 1 - 10 baca : PANDUAN MATERI SKU PENGGALANG TERAP BAGIAN 1.