AD ART Gerakan Pramuka terbaru, yakni Anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka hasil Munas 2013 di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sampai sekarang, tampaknya AD ART terbaru yang menggantikan AD ART Hasil Munaslub 2013 ini belum tersebar luas. Masih saja banyak diantara para pramuka, baik peserta didik maupun pembina pramuka yang belum mempunyainya. Situs resmi Gerakan Pramuka, sebagaimana pantauan Blog Pramukaria pun belum membagikan file pdfnya.

Mengingat hal tersebut, Blog Pramukaria yang kebetulan mendapatkan softcopy AD ART Gerakan Pramuka terbaru, membagikan file tersebut dalam artikel ini.

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka terbaru dan yang berlaku saat ini adalah AD ART hasil Musyawarah Nasional di Kupang, Nusa Tenggara Timur. AD ART tersebut disyahkan pada tanggal 5 Desember 2013 oleh Munas melalui Keputusan Munas No. 11/Munas/2013 Tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.

Baca : Keputusan Penting Munas 2013

Anggaran Dasar Gerakan Pramuka hasil Munas 2013 terdiri atas 12 Bab dan 62 pasal. Sedangkan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka terdiri atas 11 Bab dan 133 pasal. Bab dalam Anggaran Dasar terdiri atas :

  1. Bab I : Nama, Status, Tempat, dan Hari Pramuka
  2. Bab II : Asas, Tujuan, Tugas Pokok, dan Fungsi
  3. Bab III : Sifat
  4. Bab IV : Pendidikan Kepramukaan
  5. Bab V : Organisasi
  6. Bab VI : Musyawarah
  7. Bab VII : Atribut
  8. Bab VIII : Hak dan Kewajiban
  9. Bab IX : Pendapatan dan Kekayaan
  10. Bab X : Pembubaran
  11. Bab XI : Anggaran Rumah Tangga
  12. Bab XII : Penutup
AD ART Gerakan Pramuka
Anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka hasil Munas 2013


Sedangkan bab dalam Anggran Rumah Tangga Gerakan Pramuka terdiri atas :
  1. Bab I : Nama dan Tempat
  2. Bab II : Asas, Tujuan, Tugas Pokok, dan Fungsi
  3. Bab III : Sifat
  4. Bab IV : Sistem Pendidikan Kepramukaan
  5. Bab V : Organisasi
  6. Bab VI : Musyawarah, Rapat Kerja, dan Hal-hal yang Mendesak
  7. Bab VII : Atribut
  8. Bab VIII : Pendapatan dan Kekayaan
  9. Bab IX : Pembubaran
  10. Bab X : Lain-lain
  11. Bab XI : Penutup

Download AD ART Gerakan Pramuka Terbaru

Untuk mengunduh Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagaimana Keputusan  Munas No. 11/Munas/2013 Tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, silakan klik DI SINI.
Materi latihan Pramuka Siaga adalah sekumpulan standar kompetensi yang harus dipenuhi oleh setiap anggota pramuka siaga. Materi-materi tersebut disajikan dalam latihan pramuka dalam bentuk permainan yang mengandung pendidikan serta nyanyian yang menarik dan menyenangkan. Dalam pelaksanaannya, materi latihan diharapkan bersifat modern, bermanfaat dan taat azas. Modern mengandung arti menantang, kreatif, inovatif, dan mandiri, serta sesuai dengan kebutuhan, situasi, dan kepentingan. Kegiatan dalam latihan siaga bermanfaat, baik bagi pramuka siaga maupun bagi lingkungannya. Materi yang diberikan pun taat azaz dalam artian dilaksanakan dengan berlandaskan Prinsip dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan.

Materi latihan dalam perindukan Siaga, dikelompokkan dalam 5 area pengembangan. Kelima area pengembangan tersebut adalah pengembangan spiritual, pengembangan emosional, pengembangan sosial, pengembangan intelektual, dan pengembangan fisik.

Latihan Pramuka Siaga
Pramuka Siaga Putra

Adapaun materi-materi latihan pramuka siaga pada masing-masing area pengembangan sebagai mana tersebut di atas dapat dijabarkan sebagai berikut :


  1. Area Pengembangan Spiritual, meliputi :
    1. Pramuka Siaga Mula : mengenal aturan agama yang dianutnya dan  agama serta budaya lain; 
    2. Pramuka Siaga Bantu : memahami aturan aturan agama yang dianutnya dan toleransi terhadap penganut agama dan budaya lain; 
    3. Pramuka Siaga Tata : melaksanakan aturan-aturan agama yang dianutnya dan menghormati penganut agama dan budaya lain. 
  2. Area Pengembangan Emosional, meliputi :
    1. Pramuka Siaga Mula : mengenal Dwisatya dan Dwidarma 
    2. Pramuka Siaga Bantu : memahami Dwisatya dan Dwidarma. 
    3. Pramuka Siaga Tata : mengamalkan Dwisatya dan Dwidarma. 
  3. Area Pengembangan Sosial, meliputi :
    1. Pramuka Siaga Mula : mengenal anggota keluarga, teman dalam satu barung, dan mengenal teman dalam satu Perindukan.
    2. Pramuka Siaga Bantu : mengenal lingkungan serta mengetahui aturan-aturan sosial yang berlaku di lingkungannya. 
    3. Pramuka Siaga Tata : Taat terhadap peraturan-peraturan sosial yang berlaku di lingkungannya serta melaksanakan tugas yang diberikan dengan penuh tanggung jawab serta mengetahui wawasan kebangsaan.
  4. Area Pengembangan Intelektual, meliputi : 
    1. Pramuka Siaga Mula : mengenal pengetahuan, teknologi  dan keterampilan kepramukaan.
    2. Pramuka Siaga Bantu : dapat melaksanakan pengetahuan teknologi  dan keterampilan kepramukaan serta dapat memanfaatkannya.
    3. Pramuka Siaga Tata :  dapat menceritakan pengetahuan dan teknologi  serta keterampilan kepramukaan yang dimilikinya dalam barung dan perindukan.
  5. Area Pengembangan Fisik, meliputi :
    1. Pramuka Siaga Mula : mengenal organ tubuh, gerakan dasar olah raga, kebersihan dan kesehatan.
    2. Pramuka Siaga Bantu : memahami fungsi organ tubuh, gerakan dasar olah raga, kebersihan dan kesehatan.
    3. Pramuka Siaga Tata : membiasakan hidup bersih dan sehat dengan menjaga kebersihan, berolah raga secara teratur dengan mematuhi aturannya, minum cukup dan makan dengan menu gizi seimbang. 
materi-materi latihan untuk pramuka siaga sebagaimana dikelompokkan dalam 5 area pengembangan tersebut telah disusun dalam Syarat Kecakapan Umum Pramuka Siaga untuk masing-masing tingkatan SKU. Sehingga, bagi peserta didik (pramuka siaga) maupun pembina pramuka siaga (Yanda dan Bunda) dalam menjalankan latihan siaga, bisa mengacu pada mataeri-materi sebagaimana point-point dalam SKU.
Syarat ke-3 dalam Syarat Kecakapan Umum Penggalang Ramu adalah "dapat menyebutkan agama-agama yang ada di Indonesia serta nama tempat ibadahnya". Pada syarat tersebut mempunyai dua pencapaian SKU yaitu, seorang calon penggalang ramu harus dapat menggambarkan lambang/ikon dari setiap agama di Indonesia dan dapat menyebutkan waktu pelaksanaan ibadah dari masing-masing golongan agama.

Lambang mempunyai arti sebagai sesuatu seperti tanda (lukisan, lencana, dsb) yang menyatakan suatu hal atau mengandung maksud tertentu; Sedang ikon adalah lukisan, gambar, atau gambaran. Lambang dan ikon mempunyai arti yang sama dengan simbol yaitu gambar, bentuk, atau benda yang mewakili suatu gagasan, benda, ataupun jumlah sesuatu. Sehingga lambang atau ikon agama dapat diartikan sebagai gambar, bentuk, atau benda yang mewakili agama-agama tertentu di Indonesia yaitu Islam, Kristen, Katolik, HIndu, Budha, dan Konghuchu.

Lambang / Ikon Agama di Indonesia

Sebagai salah satu indikator pencapaian SKU Pramuka Penggalang Ramu, seorang calon penggalang ramu harus mengetahui dan memahami lambang-lambang atau ikon-ikon yang melambangkan masing-masing agama di Indonesia.

Adapun lambang, simbol atau ikon yang kerap digunakan oleh masing-masing agama di Indonesia adalah:



  1. Lambang / ikon agama Budha, meliputi:  Dharmacakra, Swastika, bunga Teratai
  2. Lambang / ikon agama Hindu, meliputi : Teratai, Swastika, dan Om
  3. Lambang / ikon agama Islam, meliputi : Bulan Sabit
  4. Lambang / ikon agama Kristen dan Katolik, meliputi : Salib
  5. Lambang / ikon agama Konghuchu, meliputi : Yin Yang

Selain gambar-gambar tersebut simbol dan lambang agama dapat berupa kitab suci,  tuhan, nabi, dan tempat peribadatan. Tempat ibadah agama di Indonesia antara lain: Wihara (Budha), Pura (Hindu), Masjid (Islam), Gereja (Katolik dan Kristen) Litang dan Kelenteng (Khonghucu). 

Syarat Kecakapan Umum Penggalang Ramu yang lainnya, baca :
Topi untuk Pramuka Penggalang, Penegak, dan Pandega Putri berubah. Tutup kepala untuk golongan Pramuka Penggalang, Penegak, dan Pandega Putri ini mengalami perubahan sejalan dengan diberlakukannya SK Kwarnas Nomor 174 Tahun 2012 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Seragam Pramuka. Di mana dalam tahun ini, seharusnya semua anggota Gerakan Pramuka telah memakai seragam pramuka sesuai dengan ketentuan dalam petunjuk penyelenggaraan tersebut.

Dalam Petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Seragam Pramuka sebelumnya (Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 226 Tahun 2007), tutup kepala untuk Pramuka Penggalang, Penegak, dan Pandega Putri terbuat dari anyaman bambu berwarna coklat muda. Bentuknya topi bulat dengan lidah topi selebar 3,5 cm.

Sedangkan dalam petunjuk penyelenggaraan seragam pramuka terbaru (SK Kwarnas Nomor 174 Tahun 2012), tutup kepala tutup kepala untuk Pramuka Penggalang, Penegak, dan Pandega Putri dibuat dari bahan kain laken atau beludru dengan warna coklat tua. Bentuknya tetap topi bulat namun lidah topinya sedikit lebar, yaitu 4 cm.

Baca juga :



Penampakan dari topi atau penutup kepala untuk pramuka putri sebagai mana diuraikan di atas tersebut dapat dilihat dari gambar berikut :

Topi Pramuka Putri
Topi Pramuka Putri

Topi Pramuka Putri
Topi Pramuka Putri
Bandingkan dengan bentuk dan model topi pramuka putri yang lama :

Topi Lama Pramuka Putri
Topi Lama Pramuka Putri

Gerakan Pramuka adalah organisasi yang menyelenggarakan pendidikan kepramukaan di Indonesia. Sebagai sebuah organisasi, Gerakan Pramuka tentu memiliki tugas pokok, tujuan, dan fungsi. Tujuan dan fungsi Gerakan Pramuka tersebut secara jelas telah diuraikan baik dalam Undang-undang Nomor 12 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka maupun dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.

Adapun tugas pokok Gerakan Pramuka adalah untuk melaksanakan pendidikan bagi kaum muda di lingkungan luar sekolah. Pendidikan ini untuk melengkapi pendidikan di lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Pendidikan tersebut dimaksudkan untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka.

Untuk tujuan dan fungsi Gerakan Pramuka diuraikan sebagai mana di bawah.

Tujuan Gerakan Pramuka

Tujuan Gerakan Pramuka adalah untuk membentuk setiap Pramuka agar menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, memiliki akhlak yang mulia, mempunyai jiwa patriotik, taat terhadap hukum, dan disiplin. Selain itu juga pribadi yang menjunjung tinggi nilai keluhuran bangsa Indonesia, serta memiliki dan menguasai kecakapan hidup. Dengan itu semua diharapkan menjadi kader bangsa yang mampu menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, sekaligus mengamalkan Pancasila, dan melestarikan lingkungan hidup.



Pencapaian tujuan tersebut diharapkan berhasil membentuk kader bangsa sekaligus kader pembangunan di Indonesia yang berkepribadian. Kepribadian tersebut diantaranya adalah beriman dan bertakwa serta berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di samping tersebut, diharapkan mampu membentuk sikap dan perilaku yang positif, dengan ditandai menguasai keterampilan dan kecakapan serta memiliki ketahanan mental, moral, spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisik.  Dengan sikap-sikap tersebut akan menjadikan manusia yang berkepribadian Indonesia, yang percaya kepada kemampuan sendiri, sanggup dan mampu membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan masyarakat, bangsa dan negara.

Fungsi Gerakan Pramuka

Di samping tugas pokok dan tujuan di atas, sebagai organisasi Gerakan Pramuka memiliki fungsi. Fungsi Gerakan Pramuka tersebut selaras dengan tugas pokok Gerakan Pramuka. Fungsi Gerakan Pramuka adalah sebagai penyelenggara pendidikan nonformal di luar sekolah dan di luar keluarga. Pendidikan tersebut menjadi wadah pembinaan dan pengembangan kaum muda dengan ciri khusus. Ciri khususnya adalah penerapan Prinsip dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan serta Sistem Among dalam pendidikan yang dilakukan Gerakan Pramuka.

Selain sebagai penyelenggara pendidikan nonformal, Gerakan pramuka juga berfungsi sebagai wadah untuk mencapai tujuan  Gerakan Pramuka. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan pelbagai usaha yang meliputi :

  1. Pendidikan dan pelatihan Pramuka; 
  2. Pengembangan Pramuka;
  3. Pengabdian masyarakat dan orang tua; 
  4. Permainan yang berorientasi pada pendidikan.

Itulah sekilas tentang tugas pokok, fungsi dan tujuan dari Gerakan Pramuka. Selayaknya setiap anggota Gerakan Pramuka memahami hal-hal tersebut di atas.
Pelaksanaan administrasi dan pelaporan gugusdepan ini merupakan upaya untuk memberikan pedoman dan arah pembina dalam mengelola gugusdepan. Selain itu penyelenggaraan administrasi dan pelaporan gugusdepan menjadi proses dan latihan dasar-dasar ketatausahaan kepada peserta didik anggota Gerakan Pramuka.

Gugus Depan sebagai pusat gerak dan wadah pembinaan pramuka, perlu didukung oleh administrasi secara tertib namun sederhana. Agar penyelenggaraan administrasi tersebut berjalan teratur, tertib dan berkesinambungan diperlukan pelbagai buku catatan. Buku catatan atau kelengkapan administrasi gugusdepan tersebut diantaranya adalah permintaan pendaftaran anggota, dan daftar induk. Juga catatan administrasi keuangan, buku inventarisasi, serta catatan pribadi anggota, dan buku tamu. Di samping itu pun perlu disusun logbook dan laporan semester. Tidak ketinggalan penyusunan program kerja 4 bulanan dan program kerja tahunan.

administrasi-gugusdepan

Kelengkapan Administrasi Gugusdepan


Secara lebih detail, masing-masing dari kelengkapan administrasi gugusdepan sebagai tersebut di atas adalah :

  1. Permintaan Pendaftaran Anggota
    Permintaan Pendaftaran Anggota adalah surat yang berisikan pengajuan dari orang tua untuk mendaftarkan anaknya agar diterima sebagai anggota suatu gugusdepan. Permintaan pendaftaran anggota ini dilampiri dengan Formulir Pendaftaran Anggota. Formulir ini memuat nama serta data pribadi lainnya dari setiap calon anggota yang mendaftar
  2. Daftar Induk Anggota Gugusdepan
    Daftar Induk Anggota Gugusdepan adalah data pokok keanggotaan. Di dalamnya termuat Nomor Tanda Anggota (NTA), nama beserta data pribadi anggota sesuai formulir pendaftaran. 
  3. Administrasi Keuangan Gugus Depan
    Administrasi Keuangan Gugusdepan adalah catatan tentang penerimaan dan pengeluaran keuangan di gugusdepan selama satu bulan. Yang dicatat meliputi waktu pengeluaran uang, keperluan penggunaan uang, dan tanda bukti pengeluaran atau penggunaan uang tersebut.
  4. Daftar Inventaris Gugusdepan
    Daftar inventaris gugusdepan adalah catatan tentang barang milik gugusdepan. Di dalamnya dicatat spesifikasi, jumlah, asal-usul dan keterangan kondisi barang. 
  5. Buku Tamu Gugus Depan
    Buku tamu gugusdepan adalah catatan yang berisikan nama, asal-usul dan tujuan tamu atau pengunjung yang datang ke gugusdepan.
  6. Laporan Semester Data dan Kegiatan
    Laporan semester adalah laporan terkait keadaan gugusdepan pada semester tertentu. Catatan itu berisikan keanggotaan, kegiatan dan keuangan gugusdepan. 
  7. Catatan Peristiwa Penting (Logbook)
    Logbook adalah catatan yang berisikan peristiwa-peristiwa penting terkait dengan gugusdepan. Catatan bisa berbentuk tulisan, gambar, kliping berita, serta segala peristiwa yang berkaitan dengan kegiatan sejak didirikannya gugusdepan tersebut. 
  8. Program Kerja Tahunan Gugus Depan
    Program kerja tahunan gugusdepan adalah rencana kegiatan selama satu tahun. Program kerja tahunan gugusdepan memuat rencana latihan peserta didik, kegiatan bersama, pendidikan dan pembinaan bagi anggota dewasa, sarana dan prasarana serta bidang keuangan gugusdepan. 
  9. Program Kerja 4 Bulanan
    Program kerja 4 bulanan berisikan rencana kegiatan untuk masing-masing golongan pramuka selama 4 bulan.  Sehingga pada gugusdepan lengkap akan memiliki Program Kerja 4 Bulanan untuk Perindukan Siaga, Program Kerja 4 Bulanan untuk Pasukan Penggalang, Program Kerja 4 Bulanan untuk Ambalan Penegak, dan Program Kerja 4 Bulanan untuk Racana Penegak. Program kerja 4 bulana ini memuat program latihan pencapaian Syarat Kecakapan Umum (SKU), latihan dan pencapaian Syarat Kecakapan Khusus (SKK), dan penyiapan Pramuka Siaga Garuda. Juga program pelaksanaan kenaikan ke golongan ke penggalang/penegak/pandega, Perkemahan Siang Hari (Persari), Permainan Besar Siaga, Gladian Pemimpin Regu, perkemahan, lomba tingkat, dan lain-lain.
  10. Catatan Pribadi Anggota
    Catatan pribadi anggota adalah catatan yang memuat data pribadi dan sifat-sifat pribadi pramuka yang bersangkutan yang dapat dikembangkan atau dipertahakankan. Juga kegiatan dan pencapaian SKU serta kenaikan golongannya. 
Penyelenggaraan administrasi gugusdepan tidak selalu harus dilakukan oleh pembina gugusdepan. Pembantu Pembina, Pratama / Pradana, Pimpinan Regu / Sangga dapat diberikan kewewenangan untuk membantu penyelenggaraan administrasi gudep. Pratama atau Pradana dapat diberi kepercayaan untuk mengisi Buku Log Tabungan dan Iuran, sedangkan daftar hadir latihan dapat diisi oleh Pimpinan Regu / Sangga.

Pelaporan Gugusdepan 


Setiap gugusdepan berkewajiban memberi laporan data keanggotaan kepada Kwartir Ranting dengan tembusan kepada Kwartir Cabang secara berkala. Laporan tersebut disampaikan oleh gudep setiap bulan Oktober. Pada bulan Januari di setiap tahunnya, gugusdepan harus melakukan registrasi ulang dengan menyerahkan laporan tahunan kepada Kwartir Cabang melalui Kwartir Ranting. Gugusdepan yang telah registrasi (mendaftarkan) kembali diberikan Tanda Pendaftaran Ulang oleh Kwartir Cabang.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Kwarnas kembali merilis Sambutan Ketua Kwartir Nasional untuk peringatan Hari Pramuka ke-53 Tahun 2014. Sambutan ketua kwarnas ini menyoroti beberapa hal terkait dengan perkembangan kekinian dan rencana ke depan dari Gerakan Pramuka.

Sambutan KaKwarnas ini tentunya juga terkait dengan tema Hari Pramuka tahun 2014 yang diangkat. Dengan tema Mantapkan Pembentukan Karakter Kaum Muda Melalui Gugusdepan Terakreditasi, Gerakan Pramuka menegaskan komitmennya pada usaha pembentukan karakter bangsa yang lebih baik.

Baca :



Sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka tersebut telah dirilis di situs resmi Gerakan Pramuka, pramuka.or.id. Dalam sambutannya Kak Adhiyaksa Dault mengingatkan tiga moment penting dalam perkembangan Gerakan Pramuka di kurun 10 tahun terakhir. Yang pertama, pencanangan Revitalisasi Pramuka oleh Presiden RI pada peringatan Hari Pramuka tahun 2006. Kedua, ditetapkannya Undang-Undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka yang semakin memperkuat legalitas Pramuka di Indonesia. Dan ketiga, dimasukkannya kepramukaan sebagai ekstra kurikuler wajib dalam kurikulum 2013 yang pemberlakuannya dimulai pada Juli 2014.

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka

Guna mengimplementasikan pendidikan kepramukaan tersebut, Gerakan Pramuka melakukan pembaruan sistem pendidikan. Kurikulum baru, akreditasi gugusdepan serta sertifikasi dan lisensi bagi Pembina pun disusun. Bahkan konsep-konsep tersebut telah dalam tahap ujicoba. Kedepan, akreditasi, sertifikasi dan lisensi akan diberlakukan secara nasional. Oleh karena itu, diharapkan pada 2015 akreditasi gugusdepan telah dapat diterapkan secara menyeluruh. Hasil dari proses tersebut, gugusdepan yang buruk kinerjanya akan dibina sehingga mencapai standar minimal dalam melaksanakan pendidikan kepramukaan.

Untuk menyimak sambutan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka pada peringatan Hari Pramuka ke-53 Tahun 2014 secara lengkap, baca dan didownload di SINI.
Akhirnya, Kwartir Nasional merilis logo resmi Hari Pramuka ke-53 Tahun 2014. Rilis logo Hari Pramuka ini setelah beberapa anggota pramuka menanyakan terkait logo peringatan tersebut di Grup Facebook Resmi Kwarnas Gerakan Pramuka. Bahkan terdapat anggota grup yang menanyakan terkait gambar ilustrasi terkait tema Hari Pramuka 2014 yang pernah dibuat oleh blog Pramukaria ini, dan menanyakan apakah gambar tersebut merupakan logo resmi. Tidak mengherankan lantaran gambar tersebut memang terkesan mirip logo sedangkan kwartir Nasional sendiri hingga menjelang hari H puncak Hari Pramuka belum juga merilis logo resmi.

Pada 8 Agustus, Kak Saiko Damai sebagai admin di grup Facebook Kwarnas Gerakan Pramuka kemudian mengupload logo resmi Hari Pramuka ke-53 Tahun 2014. Gambar tersebut merupakan kreasi Kak Ma'ruf Cahyadi.

Baca juga :



Adapun logo Hari Pramuka Tahun 2014 tersebut adalah sebagai berikut.

Logo hari pramuka tahun 2014
Logo Hari Pramuka Tahun 2014


Dan ini adalah penyataan (update status) Kak Saiko Damai di grup Facebook Kwartir Nasional terkait dengan logo Hari Pramuka ke 53 Tahun 2014.

logo Hari Pramuka ke-53
Kak Saiko Damai mengenalkan logo Hari Pramuka ke-53
Logo ini tentunya sangat berguna untuk memeriahkan puncak peringatan Hari Pramuka ke-53 Tahun 2014 yang tinggal sesaat lagi. Selamat Hari Pramuka!

Arti kiasan lambang Kwartir Daerah Sulawesi Selatan melengkapi seri artikel tentang lambang-lambang Kwartir Daerah Gerakan Pramuka beserta makna dan arti kiasannya. Lambang atau logo kwarda Sulawesi Selatan, sebagaimana lambang kwarda lainnya tentu disusun lengkap beserta arti dan makna kiasannya sebagai cerminan aspirasi, semangat, dan cita-cita para pramuka di provinsi Sulawesi Selatan.

Lambang atau logo tersebut juga berfungsi sebagai lencana daerah atau bagde. Bagde ini selain memiliki nilai pendidikan pun menjadi salah satu bagian tanda pengenal dalam Gerakan Pramuka yaitu sebagai tanda satuan. Sebagai tanda satuan, lambang kwartir daerah Sulawesi Selatan dipasang di lengan pakaian pramuka sebelah kanan. Pemakai bagde ini menunjukkan kwartir daerah seorang anggota bergabung, yaitu kwartir daerah Sulawesi Selatan.

pramuka sulawesi selatan
Pramuka dan lambang kwarda Sulawesi Selatan