Pemasangan atribut atau tanda pengenal di seragam pramuka untuk pramuka siaga. Berbagai macam tanda pengenal (kadang disebut juga sebagai atribut) harus dipasang di pakaian seragam pramuka siaga. Atribut-atribut untuk pramuka siaga tersebut mulai dari tanda tutup topi, tanda pelantikan dan WOSM (pandu dunia), papan nama, tanda lokasi, gudep, dan badge wilayah. Juga tanda barung dan TKU (Tanda Kecakapan Umum), serta TKK (Tanda Kecakapan Khusus).

Baca juga: Macam-Macam Tanda Pengenal dalam Gerakan Pramuka

Pemasangan atribut tersebut ada yang sama antara pramuka siaga putri dan putra namun terdapat juga beberapa atribut yang bentuk dan tempat pemasangannya berbeda. Pemasangan tersebut akan kita bahas dan uraikan masing-masing di bawah.

Untuk pakaian seragam pramuka siaga, baca : Jukran Pakaian Seragam Pramuka 2012

Gambar Pemasangan Atribut Pramuka Siaga


Sebelum pembahasan lebih lanjut, simak terlebih dahulu gambar pemasangan atribut di seragam pramuka untuk pramuka putri dan pramuka putra, sebagai berikut :

Pemasangan Atribut Pramuka Siaga Putri
Pemasangan Atribut Pramuka Siaga Putri

Pemasangan Atribut Pramuka Siaga Putra
Pemasangan Atribut Pramuka Siaga Putra

Penjelasan Pemakaian Atribut Pramuka Siaga

Bentuk dan pemasangan atribut pada pakaian seragam pramuka siaga adalah sebagai berikut:

  1. Tanda Tutup Kepala; Berbentuk lingkaran (putri) dan jajargenjang (putra) dengan warna dasar hijau. Dipasang di topi pramuka bagian depan.
  2. Tanda Pandu Dunia (WOSM); Berwarna dasar ungu. Untuk putri berbentuk lingkaran, dipasang dikerah baju sebelah kanan. Sedang untuk putra berbentuk persegi, dipasang di dada (di atas papan nama) sebelah kanan.
  3. Tanda Pelantikan; Berwarna dasar coklat tua. Untuk putri berbentuk lingkaran, di pasang di kerah baju sebelah kiri. Sedang untuk putra, dipasang di dada sebelah kiri, di bawah lipatan baju.
  4. Papan Nama; Berwarna dasar coklat muda. Baik putra maupun putri dipasang di dada sebelah kanan di atas lipatan baju dan di bawah tanda pandu dunia (WOSM).
  5. Tanda Lokasi Kwarcab; Memuat nama kwartir cabang (Kabupaten/Kota) anggota pramuka tinggal. Baik putra maupun putri dipasang di lengan baju sebelah kanan, paling atas.
  6. Tanda Gugusdepan; Memuat nomor gugusdepan di mana anggota pramuka bergabung. Baik pada putra maupun putri, dipasang di lengan baju sebelah kanan, tepat di bawah Tanda Lokasi Kwarcab. Untuk anggota putri, nomor gudepnya genap dan untuk putri nomornya ganjil.
  7. Lencana / Badge Daerah; Memuat lambang kwartir daerah di mana anggota pramuka tinggal. Dipasang di lengan baju pramuka sebelah kanan, di bawah Tanda Gudep.
  8. Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Siaga; Berbentuk segitiga terbalik. Baik pada putra maupun putri, dipasang lengan baju sebelah kanan, di kanan, kiri, dan bawah Lencana / Badge Daerah. Pemasangan TKK di lengan baju maksimal 5 buah TKK. Jika memiliki TKK lainnya (lebih dari lima) selebihnya dipasang di tetampan (selendang) TKK.
  9. Tanda Jabatan; Berupa tanda Sulung, Pemimpin Barung, atau Wakil Pemimpin Barung. Pemasangannya di dada sebelah kanan, di bawah lipatan baju.
  10. Tanda Barung; Berbentuk segitiga dengan warna sesuai nama barungnya. baik pada putri maupun putra dipasang di lengan baju sebelah kiri paling atas.
  11. Tanda Kecakapan Umum (TKU) Siaga; Terdiri atas tiga tingkatan yaitu Mula, Bantu, dan Tata. Pemasangan atribut TKU di lengan baju sebelah kiri, di bawah tanda barung.
Selain tanda-tanda (atribut) sebagaimana tersebut di atas, pakaian seragam pramuka pun dapat dipasangi tiska (Tanda Ikut Serta Kegiatan), lencana dan tanda pramuka garuda, dan tanda perhargaan lainnya. Lencana pramuka garuda (berbentuk mendali dengan pitanya) dikalungkan di leher bersama dengan setangan leher pramuka. Tanda pramuka garuda, dan tanda penghargaan (semisal bintang tahunan) dikenakan di dada baju sebelah kiri, di atas lipatan baju. Sedangkan tiska (Tanda Ikut Serta Kegiatan) dipasang sesuai dengan ketentuan tiska tersebut.


Bapak Pramuka Indonesia adalah Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Beliau, selain menjadi Sultan Yogyakarta, Wakil Presiden Republik Indonesia, dan Pahlawan Nasional Indonesia, pun dinobatkan sebagai Bapak Pramuka Indonesia. Penobatan Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Bapak Pramuka Indonesia layak mengingat aktivitasnya di dunia kepramukaan (kepanduan) sebelum Gerakan Pramuka lahir (sebelum 1961), saat pendirian Gerakan Pramuka, maupun awal-awal perjalanan Gerakan Pramuka. Berkat pemikiran dan kebijakan yang diambilnya Gerakan Pramuka bisa menjadi seperti sekarang ini. Karenanya sejarah kepramukaan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sosok Bapak Pramuka Indonesia, Hamengkubuwana IX.

Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 1988 di Dili (ibu kota Provinsi Timor Timur; saat ini negara Timor Leste) yang kemudian mengukuhkan gelar Bapak Pramuka Indonesia tersebut. Bahkan beliau pun menerima "Bronze Wolf Award", sebuah penghargaan tertinggi dan satu-satunya dari World Organization of the Scout Movement (WOSM). Di mana baru ada empat orang di Indonesia yang menerima penghargaan ini, yakni: Sri Sultan Hamengku Buwono IX (1973); Abdul Aziz Saleh (1978); John Beng Kiat Liem (1982); dan Letjen TNI (Purn) H Mashudi (1985). Sebelumnya, pada tahun 1972 Sri Sultan pun mendapatkan penghargaan Silver World Award dari Boy Scouts of America.

Bapak Pramuka Indonesia
Bapak Pramuka Indonesia, Sri Sultan Hamengkubuwana IX

Biografi Sri Sultan Hamengku Buwono IX


Lahir di Yogyakarta pada 12 April 1912 dengan nama Bendoro Raden Mas Dorodjatun. Hamengkubuwana IX adalah anak kesembilan dari Sri Sultan Hamengkubuwana VIII dan Raden Ajeng Kustilah. Pendidikannya dimulai dari HIS di Yogyakarta, MULO di Semarang, dan AMS di Bandung. Pada tahun 1930-an ia berkuliah di Rijkuniversiteit (sekarang Universiteit Leiden), Belanda.

Pada tanggal 18 Maret 1940, beliau dinobatkan sebagai Sultan Yogyakarta dengan gelar "Ngarsa Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kangjeng Sultan Hamengkubuwana Senapati-ing-Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Khalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Sanga ing Ngayogyakarta Hadiningrat". Beliau adalah Sultan yang menentang penjajahan Belanda dan mendorong kemerdekaan Indonesia. Di masa pendudukan Jepang, beliau melarang pengiriman romusha. Saat kemerdekaan RI, beliau bersama Paku Alam IX menjadi penguasa lokal pertama yang menggabungkan diri ke Republik Indonesia. Saat Agresi Militer Belanda I, beliau pula yang mengundang Presiden Soekarno untuk mengungsi dan memerintah Indonesia dari Yogyakarta. Pun Hamengkubuwana IX memiliki peran kunci dalam peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949.

Hamengkubuwana IX meninggal di Washington, DC, Amerika Serikat, 2 Oktober 1988 pada umur 76 tahun. Beliau dimakamkan di pemakaman para sultan Mataram di Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta.

Peranan dalam Gerakan Pramuka


Sejak usia muda Hamengkubuwana IX telah aktif dalam organisasi pendidikan kepanduan. Menjelang tahun 1960-an, Hamengkubuwana IX telah menjadi Pandu Agung (Pemimpin Kepanduan). Pada tahun 1961, ketika berbagai organisasi kepanduan di Indonesia berusaha disatukan dalam satu wadah, Sri Sultan Hamengkubuwono IX memiliki peran penting di dalamnya. Presiden RI saat itu, Ir. Soekarno, berulang kali berkonsutasi dengan Sri Sultan tentang penyatuan organisasi kepanduan, pendirian Gerakan Pramuka, dan pengembangannya.

Pada tanggal 9 Maret 1961, Presiden RI membentuk Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Panitia ini beranggotakan Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono (Menteri P dan K), Dr.A. Azis Saleh (Menteri Pertanian), dan Achmadi (Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa). Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka dan terbitnya Kepres Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961.

Pada tanggal 14 Agustus 1961, yang kemudian dikenal sebagai Hari Pramuka, selain dilakukan penganugerahan Panji Kepramukaan dan defile, juga dilakukan pelantikan Mapinas (Majelis Pimpinan Nasional), Kwarnas dan Kwarnari Gerakan Pramuka. Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat sebagai Ketua Kwarnas sekaligus Wakil Ketua I Mapinas (Ketua Mapinas adalah Presiden RI).

Bapak Pramuka Indonesia
Bapak Pramuka Indonesia saat memberi sambutan di Rapat Kerja Nasional Gerakan Pramuka Tahun 1973. Gambar : Dok. Kwarnas


Sri Sultan bahkan menjabat sebagai Ketua Kwarnas (Kwartir Nasional) Gerakan Pramuka hingga empat periode berturut-turut, yakni pada masa bakti 1961-1963, 1963-1967, 1967-1970 dan 1970-1974. Sehingga selain menjadi Ketua Kwarnas yang pertama kali, Hamengkubuwono IX pun menjadi Ketua Kwarnas terlama kedua, yang menjabat selama 13 tahun (4 periode) setelah Letjen. Mashudi yang menjabat sebagai Ketua Kwarnas selama 15 tahun (3 periode).

Keberhasilan Sri Sultan Hamengku Buwana IX dalam membangun Gerakan Pramuka dalam masa peralihan dari “kepanduan” ke “kepramukaan”, mendapat pujian bukan saja dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri. Beliau bahkan akhirnya mendapatkan Bronze Wolf Award dari World Organization of the Scout Movement (WOSM) pada tahun 1973. Bronze Wolf Award merupakan penghargaan tertinggi dan satu-satunya dari World Organization of the Scout Movement (WOSM) kepada orang-orang yang berjasa besar dalam pengembangan kepramukaan.

Atas jasa tersebutlah, Musyawarah Nasional (Munas) Gerakan Pramuka pada tahun 1988 yang berlangsung di Dili (Ibukota Provinsi Timor Timur, sekarang negara Timor Leste), mengukuhkan Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Bapak Pramuka Indonesia. Pengangkatan ini tertuang dalam Surat Keputusan nomor 10/MUNAS/88 tentang Bapak Pramuka.

Hal-hal Lain Terkait Hamengku Buwana IX


Riwayat Pendidikan:

  1. Taman kanak-kanak atau Frobel School asuhan Juffrouw Willer di Bintaran Kidul
  2. Eerste Europese Lagere School (1925)
  3. Hogere Burger School (HBS, setingkat SMP dan SMU) di Semarang dan Bandung (1931)
  4. Rijkuniversiteit Leiden, jurusan Indologie (ilmu tentang Indonesia) kemudian ekonomi

Sri Sultan Hamengkubuwana IX
Sri Sultan Hamengkubuwana IX saat menjabat sebagai Wakil Presiden RI


Jabatan:

  1. Raja Kesultanan Yogyakarta (1940-1988)
  2. Kepala dan Gubernur Militer Daerah Istimewa Yogyakarta (1945-1988)
  3. Menteri Negara pada Kabinet Sjahrir III (1946 - 1947)
  4. Menteri Negara pada Kabinet Amir Sjarifuddin I dan II (1947 - 1947 dan 1947 - 1948)
  5. Menteri Negara pada Kabinet Hatta I (1948 - 1949)
  6. Menteri Pertahanan/Koordinator Keamanan Dalam Negeri pada Kabinet Hatta II (1949 - 20 1949)
  7. Menteri Pertahanan pada masa RIS (1949 - 1950)
  8. Wakil Perdana Menteri pada Kabinet Natsir (1950 - 1951)
  9. Ketua Dewan Kurator Universitas Gajah Mada Yogyakarta (1951)
  10. Ketua Dewan Pariwisata Indonesia (1956)
  11. Ketua Sidang ke 4 ECAFE (Economic Commision for Asia and the Far East) dan Ketua Pertemuan Regional ke 11 Panitia Konsultatif Colombo Plan (1957)
  12. Ketua Federasi ASEAN Games (1958)
  13. Menteri/Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (1959)
  14. Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (1961-1974)
  15. Ketua Delegasi Indonesia dalam pertemuan PBB tentang Perjalanan dan Pariwisata (1963)
  16. Menteri Koordinator Pembangunan (1966)
  17. Wakil Perdana Menteri Bidang Ekonomi 11 (Maret 1966)
  18. Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (1968)
  19. Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia/KONI (1968)
  20. Ketua Delegasi Indonesia di Konferensi Pasific Area Travel Association (PATA) di California, Amerika Serikat (1968)
  21. Wakil Presiden Republik Indonesia (1973 - 1978)

Lain-lain:
  1. Pahlawan Nasional Indonesia (ditetapkan pada 8 Juni 2003)
  2. Bapak Pramuka Indonesia (ditetapkan pada 1988)
  3. Raja Kesultanan Yogyakarta terlama (1940-1988)
  4. Gubernur terlama yang menjabat di Indonesia (1945-1988) 
  5. Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka dengan periode terbanyak (4 periode)
  6. Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka dengan masa bakti terlama kedua (13 tahun)
  7. Orang Indonesia pertama peraih Bronze Wolf Award dari WOSM (1973)
  8. Penerima Silver World Award dari Boy Scouts of America (1972)

Itulah sejarah dan profil singkat Bapak Pramuka Indonesia, Sri Sultan Hamengkubuwana IX.

Kontes desain logo Jota-Joti Tahun 2015 kembali digelar. Sebagaimana biasanya, gelaran kegiatan pramuka tingkat dunia ini mengundang desainer pramuka dari seluruh dunia untuk merancang dan mendesain logo Jota-Joti (Jamboree On The Air dan Jamboree On the Internet). Dalam kompetisi desain logo tahun sebelumnya, 2014, logo JOTA-JOTI kreasi Taufik Umar Prayoga, dari Indonesia, yang menjadi pemenangnya. Sedangkan pada kontes desain tahun 2013, para pramuka Indonesia hanya menduduki juara ketiga dan keempat. Bagaimana dengan kontes desain logo Jota-Joti 2015?

Baca juga : Pramuka Indonesia Juara Kontes Logo JOTA JOTI 2014

WOSM (World Scout Bureau) menggelar kontes pembuatan logo 57th Jamboree On The Air dan 18th Jamboree On the Internet (JOTA ke-57 dan JOTI ke-18) Tahun 2015. Pemenang kompetisi ini logonya akan dipergunakan sebagai logo resmi kegiatan dunia Jamboree On The Air (JOTA) dan Jamboree On the Internet (JOTI) Tahun 2015.

Jota atau Jamboree On The Air adalah pertemuan para pramuka di seluruh dunia dengan menggunakan sarana radio amatir. Sedangkan Joti (Jamboree On the Internet) adalah pertemuan para pramuka dengan menggunakan sarana internet. Dalam Jota-Joti, pramuka berkesempatan untuk bertukar pengalaman dan ide-ide bersama. Kegiatan ini memberikan kesempatan besar dan unik pada para pramuka dari semua golongan usia untuk berkomunikasi satu sama lain seolah-olah mereka berada di dekatnya walaupun dalam kenyataannya mereka saling berada di tempat yang berbeda wilayah bahkan negara. Jota-Joti 2015 akan dilaksanakan pada tanggal 16-18 Oktober 2015. Baca : Kapan Jota-Joti 2015 dilaksanakan?


Persyaratan Kontes Desain Logo Jota-Joti 2015


Kontes atau kompetisi mendesain logo Jota-Joti Tahun 2015 ini berlaku bagi seluruh pramuka di seluruh dunia. Jika pada tahun-tahun sebelumnya, Jota-Joti tidak mengangkat tema khusus, pada pelaksanaannya di tahun 2015 ini, Jota-Joti mengangkat tema "The Earth is Yours". Sehingga pembuatan logo harus mengacu pada tema yang telah ditentukan tersebut.

Persyaratan lainnya adalah :

  1. Logo harus menyertakan :
    1. Singkatan dari nama kegiatan, yakni : "JOTA-JOTI"
    2. Nama resmi kegiatan (dalam bahasa Inggris dan Perancis), yakni : "58th Jamboree On The Air / 58e Jamboree Sur les Ondes 19th Jamboree On The Internet / 19e Jamboree Sur L’Internet"
    3. Tanggal pelaksanaan kegiatan (dalam bahasa Inggris dan Perancis), yakni : "16, 17, 18 October / octobre 2015"
    4. Lambang Pramuka Sedunia (WOSM), dengan dua pilihan : Lambang WOSM berwarna ungu dengan latar belakang putih atau Lambang WOSM berwarna putih dengan latar belakang ungu.
  2. Ukuran logo harus cocok dalam ukuran 6 cm x 6 cm
  3. Format file JPG atau PNG
  4. Ukuran file di bawah 3 MB
  5. Logo tidak boleh mengandung gambar berhak cipta, elemen grafis dari tahun-tahun sebelumnya atau dari clipart.
Cara pengiriman logo :

  1. Buatlah akun di website Scout.org ( klik : www.scout.org/user/register )
  2. Upload logo di : photomissions.scout.org/missions/jota-joti
  3. Batas akhir pengiriman tanggal 31 Mei 2015
  4. Pengumuman pemenang : Juni 2015
Persyaratan dan tata cara mengikuti kontes secara lebih terperinci dapat dibaca di situs resmi http://jotajoti.info



Para pramuka se-Indonesia yang jago desain logo, ayo buruan mengikuti kompetisi desain logo Jota-Joti Tahun 2015. Tahun silam Kak Taufik Umar Prayoga mengharumkan pramuka Indonesia dengan menjadi pemenangnya, tahun 2015 semoga pemenangnya pramuka Indonesia lagi.


Memilah dan mengelola atau mengolah sampah merupakan salah satu keterampilan yang terdapat dalam Syarat Kecakapan Umum Pramuka. Memilah sampah, pengelolaan sampah rumah tangga, mengolah sampah, mempraktekkan cara pengolahan sampah secara komposting, serta melakukan sosialisasi pengolahan sampah merupakan syarat-syarat yang termuat dalam SKU Pramuka Penggalang baik pada SKU Penggalang Ramu, Rakit, maupun Terap.

Di dalam SKU Penggalang Ramu nomor ke-21, tersebut materi : Dapat mengenal dan memilah sampah. Pencapaian pengisian SKU melalui : (1) Dapat memilah golongan sampah basah dan kering; (2) Dapat menyebutkan 3 langkah pengelolaan sampah di rumah tangga; (3) Dapat menyebutkan sampah organik mudah busuk; dan (4) Dapat menyebutkan sampah anorganik tidak mudah busuk.

Di dalam SKU Penggalang Rakit poin ke-21 tersebut materi : Dapat mengolah sampah serta mempraktikkan cara pengolahannya secara komposting. Dengan pencapaian pengisian SKU meliputi : (1) Dapat memilah golongan sampah basah dan kering; (2) Dapat menyebutkan 3 langkah pengelolaan sampah di rumah tangga; dan (3) Dapat melakukan pengolahan secara komposting.

Sedangkan dalam SKU Penggalang Terap nomor ke-21 disebutkan syarat : Ikut mensosialisasikan cara pengolahan sampah. Dengan pencapaian pengisian SKU melalui : (1) Dapat memilah golongan sampah basah dan kering; (2) Dapat menyebutkan 3 langkah pengelolaan sampah di rumah tangga; (3) Dapat menyebutkan sampah organik mudah  dan tidak mudah busuk; dan (4) Pernah menceriterakan cara pengolahan sampah didepan pasukannya.

Pramuka memilah sampah


Mengenal dan mampu mempraktekkan cara memilah sampah, mengelola sampah, dan membuat kompos pun menjadi salah satu pengalaman kode kehormatan pramuka, dasadarma yang ke dua; Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia. Maka dari itu sudah sepatutnya seorang anggota Gerakan Pramuka mengenal dan dapat memilah dan mengolah sampah termasuk membuat kompos.

Memilah dan Mengolah Sampah


Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Dalam kehidupan manusia, sampah menjadi barang yang sangat sering dijumpai. Jika sampah tidak ditangani dengan benar, dapat memberikan dampak yang negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan hidup.

Berdasarkan sifatnya, sampah dapat  digolongkan  menjadi dua kelompok, yakni sampah organik (dapat terurai) dan anorganik (sulit terurai). Keduanya masih bisa dikelompokkan lagi menjadi :

  1. Sampah Organik yang Bisa Didaur Ulang; contohnya adalah kertas, kardus, koran, majalah, dll 
  2. Sampah Organik yang Tak Bisa Didaur Ulang;contohnya adalah sisa makanan, daun, sisa sayuran, dll. 
  3. Sampah Non-organik yang Bisa Didaur Ulang: contohnya adalah logam (besi, alumunium, tembaga), botol, bekas botol minuman, kaleng, plastik, kaca, dll. 
  4. Sampah Non-organik yang Tak Bisa Didaur Ulang;: contohnya adalah plastik yang tidak bisa diaur ulang, baterai bekas, dll.

Memilah sampah


Pengelolaan sampah di rumah tangga melalui 3 langkah, yaitu pengumpulan, pemilahan, dan tindak lanjut. Masing-masing adalah :

  1. Pengumpulan. Yaitu mengumpulkan barang-barang yang tidak terpakai dalam tempat tertentu.
  2. Pemilahan. Yaitu memisahkan (memilah) antara sampah organik yang dapat didaur ulang, sampah organik yang tidak dapat didaur ulang, sampah anorganik yang bisa disaur ulang, dan sampah anorganik yang tidak bisa didaur ulang.
  3. Tindak lanjut. yakni pemanfaatan sampah sesuai dengan jenisnya, yaitu: 
    1. Dijadikan kompos untuk sampah organik yang tidak bisa di daur ulang. 
    2. Dijual atau didaur ulang sendiri untuk sampah organik dan anorganik yang bisa didaur ulang.
Itulah sedikit pengetahuan tentang cara mengenal jenis, memilah, dan mengelola sampah rumah tangga. Pengetahuan dan keterampilan ini tentunya patut untuk dipraktekkan setiap hari olah anggota Gerakan Pramuka bukan hanya untuk memenuhi syarat kecakapan umum (SKU) namun sebagai bentuk pengamalan Dasadarma Pramuka.
Tanda pengenal gugusdepan biasa disebut juga tanda gugusdepan (gudep) atau "pita gudep"  merupakan salah satu jenis tanda satuan dalam sistem tanda pengenal dalam Gerakan Pramuka. Sebagai mana diketahui, tanda pengenal dalam Gerakan Pramuka dikelompokkan dalam 5 kelompok, yaitu tanda umum, tanda satuan, tanda jabatan, tanda kecakapan, tanda kehormatan. Salah satu tanda satuan adalah tanda gugusdepan atau tanda pengenal gudep.

Selengkapnya tentang tanda pengenal dalam Gerakan Pramuka, baca : Tanda Pengenal dalam Gerakan Pramuka

Tanda gugusdepan atau pita gudep adalah tanda satuan yang menyatakan seorang pramuka (pemakaianya) tergabung dalam gugusepan tertentu. Dalam tanda gugusdepan ini termuat nomor registrasi gugusdepan sekaligus nomor kwartir ranting di mana pramuka tersebut berdomisili. Sehingga dengan melihat tanda tersebut, akan langsung dapat diketahui dari gudep dan kwartir ranting mana seorang pramuka berasal. Di tambah dengan tanda lokasi (kwartir cabang) yang terletak di atasnya dan lencana daerah (kwartir daerah), maka lengkap lah, lokasi domisili seorang anggota Gerakan Pramuka dapat diketahui dengan mudah dari pakaian seragam pramuka yang dikenakannya.



Bentuk Tanda Gudep


Tanda gugusdepan atau pita gudep berupa pita kecil, berwarna putih, berbentuk persegi panjang, dengan tulisan dan garis tepi berwarna merah. Di dalamnya terdapat dua kelompok angka yang masing-masing terdiri atas dua digit dan tiga digit. Kelompok angka pertama, terdiri atas dua digit, merupakan nomor urut kwartir ranting di suatu kwartir cabang. Sedangkan kelompok kedua, terdiri atas tiga digit angka, merupakan nomor gugusdepan (gudep). Di antara kedua kelompok angka tersebut dipisahkan dengan tanda baca titik (".").

Khusus pada nomor gugusdepan, tiga digit angka pada kelompok kedua, dibedakan antara gudep putra dan putri. Gudep putra menggunakan nomor ganjil sedangkan gudep putri menggunakan nomor genap.

Sebagai contoh adalah pita gugusdepan dengan tulisan 13.102. Angka 13 menunjukkan nomor urut kwartir ranting di suatu kwartir cabang. Angka 102 menunjukkan nomorurut gudep. Karena 102 adalah angka genap, maka gugusdepan tersebut adalah gudep putri.



Pemasangan Tanda Gudep


Tanda pengenal gudep dipasang pada lengan baju sebelah kanan (di antara bagde  kwarcab dan kwarda atau bagde daerah).  Selain menggunakan nomor gugusdepan, sebagai pengenal gudep dapat juga menggunakan nama pahlawan, tokoh masyarakat atau tokoh dalam cerita rakyat, nama tempat yang bersejarah, nama benda-benda di jagat raya, yang memiliki keistimewaan seperti galaksi dan sebagainya yang dapat memotivasi kehidupan gudepnya. Namun yang dipasang di seragam pramuka tetaplah pita gudep yang terdiri atas dua kelompok digit angka sebagaimana dijelaskan di atas.
Bolehkan menggunakan ring kacu leher atau setangan leher pramuka yang terbuat dari cincin batu akik? Pemakaian batu akik menjadi ring atau tali setangan leher atau kacu leher pramuka apakah diperbolehkan atau justru sebaliknya, dilarang? Penggunaan ring untuk mengikat setangan leher ini menjadi sebuah pertanyaan yang menggelitik. Bukan hanya batu akik, bagaimana juga dengan ring kacu leher pramuka yang terbuat dari benda-benda lain semisal dari kayu yang dipahat sendiri atau bahkan dari bahan-bahan sampah yang didaur ulang.

Pertanyaan ini juga pernah Kakak lihat di sebuah grup pramuka di facebook. Seorang anggota grup mengunggah foto seorang anggota pramuka yang mengenakan kacu leher dengan ring yang terbuat dari cincin batu akik. Posting tersebut kemudian memicu berbagai komentar pro dan kontra.

Ring setangan leher adalah salah satu kelengkapan dalam pakaian seragam pramuka. Ring atau cincin tersebut dipakai untuk mengikat setangan leher yang melingkar di leher anggota pramuka baik putra maupun putri. Biasanya ring kacu leher yang sering dijumpai adalah terbuat dari logam atau bahan fiber dengan gambar tunas kelapa. Pada dasarnya memiliki warna sesuai dengan tingkatan pemakaianya. Ring dengan warna dasar hijau bagi pramuka siaga, merah bagi pramuka penggalang, kuning bagi pramuka penegak, dan coklat bagi pramuka pandega.

Mengenakan Ring Setangan Leher dari Batu Akik



Dalam SK Kwarnas No 174 Tahun 2012 tentang Pakaian Seragam Pramuka tidak mengatur bentuk, warna, dan ukuran ring atau cincin setangan leher. Aturan tentang bentuk, warna, dan ukuran ring setangan leher pramuka pun tidak pernah terdapat di peraturan mana pun dalam Gerakan Pramuka. Alias tidak ada satu pun yang mengatur tentang bentuk, warna, dan ukuran ring kacu leher. Dalam SK Kwartir Nasional Nomor 174 Tahun 2012 hanya menyebutkan "dikenakan dengan cincin (ring) setangan leher".

Seperti hanya dengan "bolehkan setangan leher menyentuh tanah?", dapat disimpulkan bahwa tidak ada larangan menggunakan cincin batu akik sebagai cincin setangan leher. Termasuk juga menggunakan ring setangan leher yang terbuat dari bahan-bahan lain, dengan bentuk, ukuran, dan warna apapun. Boleh-boleh saja seorang anggota pramuka mengikat setangan lehernya dengan menggunakan cincin batu akik, dengan ring (cincin) yang dibuat sendiri dari berbagai bahan dan desain, bahkan jika diperlukan menggunakan 'ring darurat' yang yang dibuat dari bahan-bahan seadanya semacam anyaman dari rumput maupun ranting-ranting kayu.

Penggunaan ring setangan leher buatan sendiri justru akan menunjukkan kreatifitas seorang pramuka. Semisal ring setangan leher yang dibuat dari anyaman tali, anyaman kabel bekas, potongan pipa pralon dan barang-barang bekas lainnya, ataupun logam dan bahan lain yang didesain dan dibentuk sendiri. Karena seorang pramuka tentunya adalah sosok yang penuh kreatifitas.

Batasannya cukup sederhana, ring yang dipergunakan tidak melecehkan setangan leher, pramuka, dan adat istiadat dan perilaku di masyarakat setempat. Pun tidak bertentangan dengan perundangan yang berlaku secara tertulis di Indonesia maupun perundangan tidak tertulis di masyarakat setempat. Melecehkan atau bertentangan dengan undang-undang di sini seperti membuat dan mengenakan ring setangan leher dengan bentuk atau gambar yang mengandung unsur pornografi atau menghina pribadi dan etnis tertentu.
Perkemahan Wirakarya Nasional Ke-VIII atau PW Nas VIII akan kembali digelar tahun 2015 ini. Perkemahan Wirakarya atau biasa disingkat dengan PW adalah salah satu jenis pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang berbentuk perkemahan besar. PW diselenggarakan dalam rangka integrasi pramuka dengan masyarakat dan ikut serta dalam kegiatan pembangunan masyarakat. Secara singkat, Perkemahan Wirakarya bisa dikatakan sebagai Kemah Bakti.

Sedangkan PW Nasional adalah Perkemahan Wirakarya yang dilaksanakan secara nasional yang diselenggarakan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Perkemahan Wirakarya Nasional dilaksanakan setiap 5 tahun sekali. Di tahun 2015 ini adalah penyelenggaraan Perkemahan Wirakarya Nasional yang kedelapan kalinya.

Rencananya Perkemahan Wirakarya Nasional VIII akan diselenggarakan pada tanggal 17-24 Oktober 2015. Lokasi penyelenggaraan Perkemahan Wirakarya Nasional Ke-VIII Tahun 2015 adalah di Hortipark Karang Sidemen Kaki Gunung Rinjani, Kec. Batukliang Utara, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Tema dan Logo Perkemahan Wirakarya Nasional VIII Tahun 2015


Petunjuk Teknis Perkemahan Wirakarya Nasional VIII Tahun 2015 memang belum dikeluarkan. Namun Tema dan Logo Perkemahan Wirakarya Nasional Tahun 2015 telah dirilis. Tema kegiatan pramuka Penegak dan Pramuka Pandega ini adalah “Bersatu, Berkarya, dan Berbudaya Menginspirasi Untuk Negeri”. Sedangkan logo resmi kegiatannya adalah sebagai berikut :



Masih beberapa bulan lagi sebelum Perkemahan Wirakarya Nasional Tahun 2015. Direncanakan sedikitnya akan ada 3000 orang Pramuka Penegak dan Pandega dari seluruh Indonesia yang akan mengikutinya. Karena itu, bagi para Pramuka Penegak dan Pandega yang ingin mengikuti kegiatan tingkat nasional ini, buruan menghubungi Kwartir Cabang dan Kwartir Daerah masing-masing. Bergabunglah dengan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Se-Indonesia untuk berbakti dan ikut serta dalam pembangunan masyarakat.
Agenda kegiatan Pramuka Penegak dan Pandega Kwarda Jawa Tengah Tahun 2015. Agenda kegiatan khusus pramuka Penegak dan Pandega di Jawa Tengah selama tahun 2015 telah ditentukan. Adalah Sidang Paripurna Daerah Tahun 2015, yang digelar Dewan Kerja Daerah Jawa Tengah di Puskepram Candra Birawa, Karanggeneng, Semarang pada 7-8 Maret 2015 yang kemudian menyusun dan menetapkan ragam jenis kegiatan yang akan diselenggarakan selama tahun 2015. Kegiatan-kegiatan kepramukaan tersebut dapat diikuti oleh semua Pramuka Penegak dan Pandega se Kwarda Jawa Tengah.

Sedikitnya terdapat 9 jenis pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega tingkat daerah yang siap digelar. Kegiatan-kegiatan tersebut berlangsung antara bulan April hingga Desember 2015 dengan lokasi yang tersebar di berbagai kabupaten di Jawa Tengah.

Daftar Kegiatan Pramuka Penegak dan Pandega Tingkat Daerah 2015


Adapun kegiatan-kegiatan Pramuka Penegak dan Pandega yang masuk dalam agenda kegiatan selama tahun 2015 meliputi Raimuna Daerah, JOTA-JOTI 2015, Kemah Santri Daerah, Gladi Tangguh Ubaloka, hingga beberapa pertemuan Satuan Karya Pramuka semisal Pertikalpataru, Pertiwana, dan Pershabara.

Road to Raimuna Daerah 2015

Daftar selengkapnya agenda kegiatan Pramuka Penegak dan Pandega Kwartir Daerah Jawa Tengah selama tahun 2015 adalah sebagai berikut:

  1. Perkemahan Santri Daerah
    Kemah Santri Daerah Jawa Tengah akan diselenggarakan di Kabupaten Pemalang pada tanggal 1-15 April 2015. Pertemuan pramuka ini menjadi rangkaian kegiatan serupa di tingkat nasional (Perkemahan Santri Nasional IV) yang akan diselenggarakan pada tanggal 1 - 7 Juni 2015 di Kab.Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
  2. LPK Daerah
    LPK atau Latihan Pengembangan Kepemimpinan tingkat Daerah Jawa Tengah akan diikuti oleh Dewan Kerja Cabang, Dewan Racana, dan Dewan Saka se-Jawa Tengah. Salah satu pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega ini akan diselenggarakan pada tanggal 1- 5 Mei 2015 di Pusat Kegiatan Kepramukaan “Candra Birawa” Karanggeneng, Semarang.
  3. Pertikalpataru Daerah
    Pertikalpataru atau Perkemahan Bakti Saka Kalpataru merupakan salah satu pertemuan bagi pramuka anggota Saka Kalpataru. Pertikalpataru Daerah Jawa Tengah akan digelar di Bumi Perkemahan Munjuluhur Purbalingga, pada tanggal 21 - 24 Mei 2015.
  4. JOTA-JOTI Nasional dan Asia-Pasific Regional Air/Internet Jamboree (APR-AIJ) 2015
    JOTA-JOTI Nasional sekaligus Asia-Pasific Regional Air/Internet Jamboree (APR-AIJ) merupakan kegiatan rutin tahunan. Kegiatan ini selain dapat diikuti oleh Penegak dan pandega juga dapat diikuti oleh semua anggota pramuka lainnya dari berbagai golongan dan usia.
  5. Raimuna Daerah Jawa Tengah
    Raimuna merupakan pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega dalam bentuk perkemahan besar. Raimuna Daerah Jawa Tengah Tahun 2015 akan diikuti oleh pramuka Penegak dan pandega utusan seluruh Kwartir Cabang se-Jawa Tengah. Kegiatan ini akan diselenggarakan pada tanggal 4-9 September 2015 di Bumi Perkemahan Buper Linggo Asri Kab. Pekalongan.
  6. Persabhara Daerah
    Pershabara adalah Perkemahan Saka Bhayangkara. Kegiatan ini menjadi salah satu pertemuan bagi anggota Satuan Karya Bhayangkara. Persabhara Daerah Tahun 2015 akan diselenggarakann pada tanggal 28 - 30 September 2015.
  7. JOTA-JOTI Internasional
    Selain JOTA-JOTI Nasional dan APR-AIJ, setiap tahunnya juga diselenggarakan JOTA-JOTI Internasional. Kegiatan serentak tingkat dunia ini dapat diikuti oleh para anggota pramuka Indoensia, termasuk di Jawa Tengah, pada tanggal 16-18 Oktober 2015.
  8. Gladi Tangguh Ubaloka Jawa Tengah
    Ubaloka (Unit Bantu Pertolongan Pramuka) yang merupakan unit pramuka peduli di Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah akan melaksanakan kegiatan Gladi Tangguh. Rencananya kegiatan ini digelar pada bulan November 2015.
  9. Pertiwana Daerah
    Pertiwana atau Perkemahan Bakti Saka Wanabakti adalah pertemuan bagi anggota Satuan Karya Pramuka Wanabakti. Pertiwana Daerah akan diagendakan dilaksanakan pada Desember 2015.
Itulah sembilan agenda kegiatan bagi Pramuka Penegak dan pandega yang direncanakan akan digelar selama tahun 2015 ini. Bagi adik-adik Penegak maupun Pandega yang berminat untuk terlibat langsung dalam berbagai kegiatan tersebut silakan mempersiapkan diri dan menghubungi Kwartir Cabang atau Dewan Kerja Cabang masing-masing untuk memperoleh informasi selengkapnya.
Kapan JOTA-JOTI Tahun 2015 diselenggarakan?, tanya seorang adik dalam sebuah latihan kepramukaan. Dia menanyakan pelaksanaan JOTA-JOTI 2015 karena memang sangat berminat untuk dapat mengikutinya. Dalam penyelenggaraan tahun sebelumnya, dia belum mengenal apa itu JOTA dan JOTI yang ternyata merupakan salah satu pertemuan pramuka.

Ya, JOTA-JOTI adalah salah satu pertemuan bagi para pramuka yang diselenggarakan setiap tahun. JOTA atau Jamboree On The Air adalah pertemuan Pramuka melalui udara, bekerjasama dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI). Para pramuka dari berbagai golongan dapat berkomunikasi, berdiskusi, dan berbagai pengalaman dengan memanfaatkan teknologi radio amatir. Sedangkan JOTI atau Jamboree on the Internet adalah pertemuan anggota pramuka dengan memanfaatkan media chating internet. Baik JOTA maupun JOTI dapat diikuti oleh semua anggota pramuka dari semua golongan anggota.

Lalu, kapan JOTA dan JOTI tahun 2015 diselenggarakan? JOTA-JOTI terdiri atas tiga jenis. Ketiganya adalah :
  1. JOTA-JOTI tingkat Nasional
  2. JOTA-JOTI tingkat Regional Asia Pasifik, biasa disebut sebagai Asia-Pasific Regional Air/Internet Jamboree (APR-AIJ)
  3. JOTA-JOTI Internasional.

JOTA-JOTI Nasional dan Asia-Pasific Regional Air/Internet Jamboree (APR-AIJ / JOTA-JOTI Regional Asia Fasifik) biasanya diselenggarakan berbarengan. Waktu penyelenggaraannya adalah tanggal 1-3 Agustus 2015. Sedangkan JOTA-JOTI Internasional akan diselenggarakan pada tanggal 16-18 Oktober 2015.

JOTA-JOTI 2015


Nah, bagi yang tahun lalu telah mengikuti JOTA dan JOTI pasti ketagihan dan ingin mengikutinya lagi di penyelenggaraan tahun ini. Sedang bagi yang belum pernah mengikuti, jangan lewatkan agenda kegiatan rutin Gerakan Pramuka ini.