Nama, gambar, dan tanda Pramuka Penegak. Di mana telah diketahui, satuan terkecil dalam golongan pramuka Penegak disebut sangga. Dalam Petunjuk Penyelenggaraan Gugusdepan Gerakan Pramuka (PP No. 231 Tahun 2007, Bab III), sangga diartikan sebagai kelompok belajar interaktif  teman sebaya usia antara 16-20 tahun (Pramuka Penegak). Sebagai satuan terkecil ataupun kelompok belajar, sangga tentu memiliki nama atau sebutan dan gambar atau tanda. Penentuan nama dan tanda sangga ini tentu untuk memudahkan administrasi dan tanda pengenal masing-masing sangga. Di mana dalam satu ambalan penegak akan terdiri atas maksimal empat sangga, yang jika masing-masing tidak memiliki tanda pengenal tersendiri akan menyulitkan dalam identifikasi dan administrasi. Karena itulah diperlukan nama dan tanda Sangga Pramuka Penegak.

Tanda Sangga Pramuka Penegak pun menjadi salah satu bentuk dari Tanda Pengenal Gerakan Pramuka terkait dengan Tanda Satuan. Tanda Sangga Pramuka Penegak berbentuk bujur sangkar dengan panjang masing-masing sisi 4 cm. Di dalamnya terdapat gambar yang melambangkan nama sangga tersebut. Pemilihan nama sangga dan gambar (lambang) sangga sesuai dengan pilihan segenap anggota sangga yang bersangkutan. Tanda ini di pasang di lengan sebelah kiri baju seragam pramuka.

lambang tanda sangga
Beberapa tanda sangga yang umum digunakan

Dalam Petunjuk Penyelenggaraan Gugusdepan Gerakan Pramuka disebutkan bahwa nama sangga dipilih diantara nama-nama Perintis, Pencoba, Pendobrak, Penegas, dan Pelaksana. Selain itu dapat juga dipilih nama-nama lain sesuai aspirasi anggota sangga. Selain Perintis, Pencoba, Pendobrak, Penegas, dan Pelaksana, sangga dapat menggunakan nama-nama yang menyatakan minat dari anggota sangga seperti Sangga Seni Budaya, Sangga Religi, Sangga Sepak Bola, atau dengan menggunakan angka romawi. Nama tersebut  merupakan identitas sangga dan mengandung kiasan dasar yang dapat memberikan motivasi kehidupan sangga.
Satu lagi lagu pramuka, Sedikit Bicara Banyak Bekerja. Lagu pramuka ini sesuai dengan judulnya, liriknya sangat singkat karena hanya terdiri atas satu bait saja. Seakan hendak membuktikan kepada para pramuka bahwa sudah bukan saatnya lagi para pramuka banyak bicara. Namun yang dibutuhkan justru sebaliknya, tanpa banyak bicara namun banyak berkarya dan bekerja. Ikut serta dalam membangun masyarakat serta mempraktekkan nilai-nilai yang terkandung dalam dasadarma.

Salah satu lagu legendaris di kepramukaan ini memang sudah cukup terkenal di kalangan para pramuka. Layaknya lagu-lagu pramuka lainnya seperti Pramuka Mandiri, Barisan Kita, Gerak Pramuka, Ke Latihan Pramuka dan lagu lainnya, lagu ini banyak memberikan nilai-nilai perilaku yang seharusnya diteladani oleh setiap anggota Gerakan Pramuka. Dengan selalu gembira, menjaga persatuan, kesatuan, dan kekompakan, dan pribadi yang ramah, seorang pramuka selalu peduli, sigap, dan cekatan dalam mendarmabaktikan satyanya. Tanpa perlu banyak bicara berkarya dan bekerja untuk mengabdi kepada masyarakat, nusa, bangsa, dan agama.


Lagu pramuka ini pun cukup enak didengarkan, apalagi dengan nuasa musik tradisional dengan penyisipan suara angklung, alat musik tradisional Jawa Barat, di beberapa bagiannya.

Video dan Lirik Lagu Sedikit Bicara Banyak Bekerja

Video lagu pramuka Sedikit Bicara Banyak Bekerja yang dilengkapi dengan teks liriknya dapat dilihat dan ditonton di bawah ini.


Sedangkan liriknya yang cukup singkat, hanya satu bait saja, adalah sebagai berikut :

Sedikit Bicara, Banyak Bekerja

Gugusdepan Pramuka, selalu riang gembira,
Seia dan sekata, dan ramah tamah,
Semboyan cepat kaki, ringan tangan
Dan sedikit bicara, banyak bekerja

Sudah selayaknya setiap anggota Gerakan Pramuka, mulai peserta didik, pembina dan pelatih, hingga andalan dan anggota majelis pembimbing, dapat menjalankan nilai-nilai dalam lagu ini. Tanpa perlu banyak bicara, terus berkarya, bekerja, dan berbakti demi Indonesia yang jaya.
Lambang WOSM (Pandu Dunia) dan arti kiasan yang terkandung di dalamnya. Lambang WOSM atau World Organization of the Scout Movement (Organisasi Kepanduan Sedunia) adalah logo atau lambang kepramukaan sedunia yang juga dijadikan sebagai lencana pada pakaian pramuka. Di Indonesia, lencana WOSM menjadi salah satu Tanda Umum Gerakan Pramuka (bagian dari Tanda Pengenal Gerakan Pramuka). Tanda ini dikenakan di baju seragam pramuka di dada sebelah kanan (anggota putra) dan kerah baju sebelah kanan (anggota putri).

Lambang WOSM terdiri atas gambar "fleur-de-lis" (atau dikenal juga sebagai treefoil atau "bunga lily dengan tiga ujung"), kompas, dua bintang, yang dilingkari tali bersimpul mati. Gambar berwarna putih dengan warna latar (background) berwarna ungu.

Lambang "fleur-de-lis" ini telah digunakan oleh Baden Powell, Bapak Pramuka Sedunia, untuk disematkan kepada 22 anak laki-laki yang mengikuti perkemahan di Pulau Bwonsea pada 25 Juli - 2 Agustus 1907. Hingga kini lambang tersebut masih digunakan sebagai lambang WOSM (Organisasi Kepanduan Sedunia) dan banyak organisasi kepramukaan di berbagai negara.

pramuka dan lambang pandu dunia
Pramuka berpose di depan lambang Pandu Dunia (WOSM)


Lambang WOSM tersebut adalah sebagai berikut :

lambang wosm
Lambang WOSM


Arti dan Makna Kiasan dalam Lambang WOSM

Lambang WOSM yang terdiri atas jarus kompas, "fleur-de-lis" atau "treefoil", dua bintang, dan tali melinkar bersimpul mati memiliki makna dan arti kiasan sebagai berikut :


  1. Jarum kompas menunjuk ke atas (utara), memiliki arti sebagai pengingat bagi setiap pramuka agar senantiasa melakukan kebenaran dan menjadi pribadi yang dapat dipercaya. Selain itu untuk senantiasa menjaga cita-citanya dan perannya sebagai penunjuk jalan.
  2. Treefoil (fleur-de-lis) atau Bunga dengan Tiga Ujung, mengiaskan Tiga Janji Pramuka (Scout Promise)
  3. Dua bintang, melambangkan bahwa seorang anggota Pramuka selalu berupaya untuk dapat menjadi penerangan dan menolong dalam kebenaran dan pengetahuan.
  4. Tali melingkar dengan ujung membentuk simpul mati, mengiaskan bahwa antar sesama Pramuka di seluruh dunia selalu menjalin hubungan persahabatan dan persaudaraan.
  5. Warna putih, melambangkan jiwa Pramuka yang berhati suci dan bersih. 
  6. Warna dasar ungu, memiliki arti bahwa Pramuka memiliki keterampilan kepemimpinan dan suka menolong orang lain.
Di Indonesia, lambang atau logo WOSM ini selain disematkan di pakaian seragam pramuka, bersama dengan lambang Gerakan Pramuka, juga digunakan sebagai kop surat organisasi dan (mulai dari gudep hingga Kwartir Nasional Gerakan Pramuka) dan papan nama gugusdepan dan kwartir.
Lagu Wajib Nasional, Berkibarlah Benderaku, merupakan salah satu lagu wajib nasional dan lagu perjuangan Indonesia. Lagu Berkibarlah Benderaku diciptakan oleh salah seorang komposer besar Indonesia, Ibu Sud (Ibu Soed), yang juga telah menciptakan berbagai judul lagu wajib lainnya.

Adalah Saridjah Niung Bintang Soedibjo yang kemudian lebih populer dipanggil sebagai Ibu Sud atau Ibu Soed. Salah satu komposer besar Indonesia yang telah menciptakan berbagai lagu perjuangan dan lagu wajib Indonesia seperti Lagu Berkibarlah Benderaku dan Lagu Bendera Merah Putih. Lahir di Sukabumi, Jawa Barat pada tanggal 26 Maret 1908 dan meninggal tahun 1993 dalam usia 85 tahun. Ibu Sud adalah seorang pemusik, guru musik, pencipta lagu anak-anak, penyiar radio, dramawan dan seniman batik Indonesia.

Baca juga :



Lagu-lagu perjuangan dan lagu Wajib Nasional yang lahir dari tangannya selain Lagu Berkibarlah Benderaku dan Lagu Bendera Merah Putih antara lain Indonesia Tumpah Darahku, Himne Kemerdekaa, Desaku, dan Tanah Airku. Di samping itu juga banyak mencipta lagu anak-anak seperti Burung Kutilang, Desaku, Menanam Jagung, Kupu-kupu yang Lucu, Naik Delman, Naik-Naik ke Puncak Gunung, Nenek Moyang, Tik Tik Bunyi Hujan, dan berbagai lagu lainnya.

Lagu wajib nasional berkibarlah benderaku
Para Pramuka Penegak tengah mengibarkan bendera Merah Putih


Video dan Lirik Lagu Berkibarlah Benderaku


Salah satu Lagu Nasional ciptaan Ibu Soed yang legendaris hingga sekarang adalah lagu berjudul Berkibarlah Benderaku. Adapun cord dan lirik lagu Berkibarlah Benderaku adalah sebagai berikut :

Berkibarlah Benderaku
Ciptaan : Ibu Sud

Berkibarlah benderaku
Lambang suci gagah perwira
Di seluruh pantai Indonesia
Kau tetap pujaan bangsa

Siapa berani menurunkan engkau
Serentak rakyatmu membela
Sang merah putih yang perwira
Berkibarlah Slama-lamanya

Kami rakyat Indonesia
Bersedia setiap masa
Mencurahkan segenap tenaga
Supaya kau tetap cemerlang

Tak goyang jiwaku menahan rintangan
Tak gentar rakyatmu berkorban
Sang merah putih yang perwira
Berkibarkah Slama-lamanya

Cord lirik lagu Berkibarlah Benderaku
Cord lirik lagu Berkibarlah Benderaku


Video lagu ini yang dilengkapi dengan lirik lengkapnya dapat dilihat dan ditonton di bawah ini.


Lagu Berkibarlah Benderaku dan Pramuka


Bagi anggota Gerakan Pramuka, pengenalan dan penguasaan terhadap beberapa lagu wajib Indonesia merupakan sebuah keharusan, salah satunya tentunya adalah lagu berjudul Berkibarlah Benderaku karya Ibu Soed ini. Dengan mengenal dan menguasai lagu wajib nasional diharapkan mampu menumbuhkan dan mengembangkan jiwa nasionalisme dan patriotisme dalam diri setiap anggota pramuka.

Sehingga tidak berlebihan jika kemudian penguasaan terhadap lagu wajib nasional ini menjadi salah satu syarat dalam Kecakapan Umum Pramuka Penggalang Ramu dan Penggalang Terap. Dalam SKU Penggalang Ramu point ke-16 disebutkan bahwa untuk mencapai Penggalang Ramu seorang pramuka harus "dapat menjelaskan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan sikap yang benar serta dapat menyanyikan 2 lagu wajib Nasional dan 1 lagu daerah nusantara". Sedangkan dalam SKU Penggalang Terap point ke-16 disebutkan bahwa Syarat bagi pramuka Penggalang Terap salah satunya adalah "dapat memimpin lagu Indonesia Raya di depan orang lain pada suatu upacara. Dapat menyanyikan 4  lagu wajib, 3 lagu daerah tempat tingalnya dan 3 macam lagu daerah lainnya."

Penguasaan terhadap lagu-lagu wajib nasional juga tercantum sebagai persyaratan dalam beberapa Syarat Kecakapan Khusus seperti SKK Menyanyi dan SKK Pemimpin Menyanyi (Dirigen).
Moto atau kadang ditulis 'motto' Gerakan Pramuka adalah moto tetap dan tuggal bagi Gerakan Pramuka dan seluruh anggotanya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, moto (penulisan yang baku adalah 'moto') adalah kalimat, frasa, atau kata yang digunakan sebagai semboyan, pedoman, atau prinsip seperti kalimat "berani karena benar". Setiap organisasi bahkan setiap Individu dapat memiliki moto masing-masing. Seperti TNI Angkatan Laut yang memiliki moto "Jalesmewa Jaya Mehe", Radio Republik Indonesia dengan motonya, "Sekali di Udara Tetap di Udara". Demikian juga dengan Gerakan Pramuka.

Motto Gerakan Pramuka merupakan bagian terpadu dalam proses pendidikan kepramukaan. Fungsi utama moto Gerakan Pramuka adalah untuk mengingatkan setiap anggota Gerakan Pramuka dalam mengikuti setiap kegiatan harus mempersiapkan diri untuk mengamalkan kode kehormatan Pramuka.

Sebagai bagian dari proses pendidikan kepramukaan, moto Gerakan Pramuka memberi pengaruh terhadap jiwa peserta didik. Pengaruh tersebut diantaranya adalah :

  1. menambah rasa percaya diri pada setiap anggota Gerakan Pramuka
  2. menambah semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.
  3. menyiapkan diri peserta didik dalam mengamalkan Satya dan Darma Pramuka
  4. menumbuhkan dan meningkatkan rasa bangga sebagai Pramuka
  5. memiliki budaya kerja yang melandasi pengabdiannya.

Bunyi Moto Gerakan Pramuka

motto pramuka menambah rasa percaya diri anggota pramuka
Motto Gerakan Pramuka menambah rasa percaya diri peserta didik

Adapun moto Gerakan Pramuka berbunyi : SATYAKU KUDARMAKAN, DARMAKU KUBAKTIKAN.

Penegasan kalimat "Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan" sebagai motto Gerakan Pramuka terdapat dalam Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka Pasal 22. (Baca : AD ART Gerakan Pramuka Terbaru). Kalimat atau frasa yang dijadikan moto Gerakan Pramuka tersebut terdapat juga dalam lirik Satya Darma Pramuka (Lagu Hymne Pramuka).

Lain-lain Terkait Moto Gerakan Pramuka

  • Moto Gerakan Pramuka menjadi salah satu syarat dan SKU Penggalang Ramu. Dalam SKU Penggalang Ramu poin ke-14 seorang calon penggalang ramu harus tahu tentang Salam Pramuka, Moto Gerakan Pramuka, dan Lambang Gerakan Pramuka. Salah satu pencapaian SKU point tersebut adalah dapat menyebutkan motto Gerakan Pramuka.
  • Beberapa pihak beranggapan bahwa moto Gerakan Pramuka bukanlah "Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan", melainkan "Ikhlas Bakti Bina Bangsa, Berbudi Bawa Laksana". Padahal kalimat yang terakhir merupakan salah satu moto Pembina Pramuka.
  • Motto Gerakan Pramuka tersebut hendaknya dapat dihayati dan selalu tertanam pada diri setiap anggota Gerakan Pramuka. Dengan itu Pramuka akan selalu terpacu dan termotivasi dalam berupaya merealisasikan satya pramuka dan mengamalkan darma pramuka dalam kehidupan sehari-hari.
  • Di samping menggunakan moto Gerakan Pramuka, setiap satuan Gerakan Pramuka dapat membuat dan menggunakan moto Satuan. Hal ini untuk menanamkan dan meningkatkan kebanggaan dan kekompakan dalam satuan tersebut.

Plang Papan Nama Gugusdepan terbaru ini merupakan penyempurnaan dari ketentuan tentang Papan Nama Gudep. Ketentuan tentang bentuk, ukuran, gambar, dan tulisan tentang papan nama gugusdepan sebelumnya tercantum dalam Keputusan Kwarnas No. 231 Tahun 2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Gugusdepan Gerakan Pramuka. Meskipun Jukran ini masih berlaku, namun pembuatan papan nama baik Kwarti maupun gugusdepan mengacu pada penyempurnaan sebagaimana dicantumkan dalam Keputusan Kwarnas No. 162.A Tahun 2011 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Administrasi Kwartir.

Dalam SK Kwarnas Nomor 231 Tahun 2007, papan nama Gudep dibuat berukuran 150 cm x 60 cm. Di dalamnya terbagi emnjadi dua bidang yaitu bidang sebelah kiri berisikan gambar atau lambang Gerakan Pramuka sedangkan bidang sebelah kanan berisikan tulisan.

Sedangkan berdasarkan Keputusan Kwartir Nasional Nomor 162.A Tahun 2011 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Administrasi Kwartir, terdapat beberapa penyesuain terhadap bentuk, ukuran, warna, gambar, dan tulisan dalam papan nama gugusdepan.

Baca juga : 
  1. Contoh Kop Surat Gudep Pramuka
  2. Administrasi dan Pelaporan Gugusdepan

Bentuk, Ukuran, Warna, dan Gambar Papan Nama Gugusdepan


Ketentuan tentang papan nama gugusdepan terbaru tersebut antara lain menyebutkan, bahwa :
  1. Papan nama berbentuk segi empat, terbuat dari bahan kayu, seng atau bahan lain.
  2. Ukuran papan nama 200 cm x 60 cm, dengan pembagian pada masing-masing bidang :
    1. Bidang lambang Gerakan Pramuka (sebelah kiri) selebar 40 cm
    2. Bidang lambang WOSM (sebelah kanan) selebar 40 cm
    3. Bidang tulisan (bagian tengah) selebar 120 cm.
  3. Warna dasar papan nama terdiri atas :
    1. Bidang lambang Gerakan Pramuka (sebelah kiri), berwarna hijau muda
    2. Bidang lambang WOSM (sebelah kanan), berwarna ungu
    3. Bidang tulisan (bagian tengah), berwarna coklat muda
  4. Warna gambar dan tulisan, terdiri atas :
    1. Lambang Gerakan Pramuka, berwarna hitam
    2. Lambang WOSM, berwarna putih
    3. Tulisan, berwarna hitam
  5. Ukuran gambar dan huruf disesuaikan dengan ukuran papan nama.
  6. Bentuk dan model tulisan (font) menggunakan huruf kapital berjenis huruf tegak tanpa kaki (bisa arial, arial narrow, arial black, atau tahoma) yang mudah dibaca.
  7. Tulisan pada bagian tengah terdiri atas empat baris, yaitu :
    1. Baris pertama : GERAKAN PRAMUKA
    2. Baris kedua : GUGUSDEPAN (dirangkai tanpa spasi)
    3. Baris ketiga : Nama Kwartir Cabang
    4. Baris keempat : Nomor Gugusdepan
  8. Satu papan nama untu satu gugusdepan. Karena dalam satu sekolah biasanya terdiri atas gugusdepan putra dan putri maka dibuat dua papan nama.
  9. Contoh penampakan papan nama gugusdepan tersebut adalah sebagai berikut :
papan nama gugusdepan
Bentuk dan ukuran papan nama gugusdepan terbaru

Itulah ketentuan terbaru tentang pembuatan papan nama gugusdepan sebagaimana ketentuan terbaru.
AD ART Gerakan Pramuka terbaru, yakni Anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka hasil Munas 2013 di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sampai sekarang, tampaknya AD ART terbaru yang menggantikan AD ART Hasil Munaslub 2013 ini belum tersebar luas. Masih saja banyak diantara para pramuka, baik peserta didik maupun pembina pramuka yang belum mempunyainya. Situs resmi Gerakan Pramuka, sebagaimana pantauan Blog Pramukaria pun belum membagikan file pdfnya.

Mengingat hal tersebut, Blog Pramukaria yang kebetulan mendapatkan softcopy AD ART Gerakan Pramuka terbaru, membagikan file tersebut dalam artikel ini.

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka terbaru dan yang berlaku saat ini adalah AD ART hasil Musyawarah Nasional di Kupang, Nusa Tenggara Timur. AD ART tersebut disyahkan pada tanggal 5 Desember 2013 oleh Munas melalui Keputusan Munas No. 11/Munas/2013 Tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.

Baca : Keputusan Penting Munas 2013

Anggaran Dasar Gerakan Pramuka hasil Munas 2013 terdiri atas 12 Bab dan 62 pasal. Sedangkan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka terdiri atas 11 Bab dan 133 pasal. Bab dalam Anggaran Dasar terdiri atas :

  1. Bab I : Nama, Status, Tempat, dan Hari Pramuka
  2. Bab II : Asas, Tujuan, Tugas Pokok, dan Fungsi
  3. Bab III : Sifat
  4. Bab IV : Pendidikan Kepramukaan
  5. Bab V : Organisasi
  6. Bab VI : Musyawarah
  7. Bab VII : Atribut
  8. Bab VIII : Hak dan Kewajiban
  9. Bab IX : Pendapatan dan Kekayaan
  10. Bab X : Pembubaran
  11. Bab XI : Anggaran Rumah Tangga
  12. Bab XII : Penutup
AD ART Gerakan Pramuka
Anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka hasil Munas 2013


Sedangkan bab dalam Anggran Rumah Tangga Gerakan Pramuka terdiri atas :
  1. Bab I : Nama dan Tempat
  2. Bab II : Asas, Tujuan, Tugas Pokok, dan Fungsi
  3. Bab III : Sifat
  4. Bab IV : Sistem Pendidikan Kepramukaan
  5. Bab V : Organisasi
  6. Bab VI : Musyawarah, Rapat Kerja, dan Hal-hal yang Mendesak
  7. Bab VII : Atribut
  8. Bab VIII : Pendapatan dan Kekayaan
  9. Bab IX : Pembubaran
  10. Bab X : Lain-lain
  11. Bab XI : Penutup

Download AD ART Gerakan Pramuka Terbaru

Untuk mengunduh Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagaimana Keputusan  Munas No. 11/Munas/2013 Tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, silakan klik DI SINI.
Materi latihan Pramuka Siaga adalah sekumpulan standar kompetensi yang harus dipenuhi oleh setiap anggota pramuka siaga. Materi-materi tersebut disajikan dalam latihan pramuka dalam bentuk permainan yang mengandung pendidikan serta nyanyian yang menarik dan menyenangkan. Dalam pelaksanaannya, materi latihan diharapkan bersifat modern, bermanfaat dan taat azas. Modern mengandung arti menantang, kreatif, inovatif, dan mandiri, serta sesuai dengan kebutuhan, situasi, dan kepentingan. Kegiatan dalam latihan siaga bermanfaat, baik bagi pramuka siaga maupun bagi lingkungannya. Materi yang diberikan pun taat azaz dalam artian dilaksanakan dengan berlandaskan Prinsip dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan.

Materi latihan dalam perindukan Siaga, dikelompokkan dalam 5 area pengembangan. Kelima area pengembangan tersebut adalah pengembangan spiritual, pengembangan emosional, pengembangan sosial, pengembangan intelektual, dan pengembangan fisik.

Latihan Pramuka Siaga
Pramuka Siaga Putra

Adapaun materi-materi latihan pramuka siaga pada masing-masing area pengembangan sebagai mana tersebut di atas dapat dijabarkan sebagai berikut :


  1. Area Pengembangan Spiritual, meliputi :
    1. Pramuka Siaga Mula : mengenal aturan agama yang dianutnya dan  agama serta budaya lain; 
    2. Pramuka Siaga Bantu : memahami aturan aturan agama yang dianutnya dan toleransi terhadap penganut agama dan budaya lain; 
    3. Pramuka Siaga Tata : melaksanakan aturan-aturan agama yang dianutnya dan menghormati penganut agama dan budaya lain. 
  2. Area Pengembangan Emosional, meliputi :
    1. Pramuka Siaga Mula : mengenal Dwisatya dan Dwidarma 
    2. Pramuka Siaga Bantu : memahami Dwisatya dan Dwidarma. 
    3. Pramuka Siaga Tata : mengamalkan Dwisatya dan Dwidarma. 
  3. Area Pengembangan Sosial, meliputi :
    1. Pramuka Siaga Mula : mengenal anggota keluarga, teman dalam satu barung, dan mengenal teman dalam satu Perindukan.
    2. Pramuka Siaga Bantu : mengenal lingkungan serta mengetahui aturan-aturan sosial yang berlaku di lingkungannya. 
    3. Pramuka Siaga Tata : Taat terhadap peraturan-peraturan sosial yang berlaku di lingkungannya serta melaksanakan tugas yang diberikan dengan penuh tanggung jawab serta mengetahui wawasan kebangsaan.
  4. Area Pengembangan Intelektual, meliputi : 
    1. Pramuka Siaga Mula : mengenal pengetahuan, teknologi  dan keterampilan kepramukaan.
    2. Pramuka Siaga Bantu : dapat melaksanakan pengetahuan teknologi  dan keterampilan kepramukaan serta dapat memanfaatkannya.
    3. Pramuka Siaga Tata :  dapat menceritakan pengetahuan dan teknologi  serta keterampilan kepramukaan yang dimilikinya dalam barung dan perindukan.
  5. Area Pengembangan Fisik, meliputi :
    1. Pramuka Siaga Mula : mengenal organ tubuh, gerakan dasar olah raga, kebersihan dan kesehatan.
    2. Pramuka Siaga Bantu : memahami fungsi organ tubuh, gerakan dasar olah raga, kebersihan dan kesehatan.
    3. Pramuka Siaga Tata : membiasakan hidup bersih dan sehat dengan menjaga kebersihan, berolah raga secara teratur dengan mematuhi aturannya, minum cukup dan makan dengan menu gizi seimbang. 
materi-materi latihan untuk pramuka siaga sebagaimana dikelompokkan dalam 5 area pengembangan tersebut telah disusun dalam Syarat Kecakapan Umum Pramuka Siaga untuk masing-masing tingkatan SKU. Sehingga, bagi peserta didik (pramuka siaga) maupun pembina pramuka siaga (Yanda dan Bunda) dalam menjalankan latihan siaga, bisa mengacu pada mataeri-materi sebagaimana point-point dalam SKU.
Syarat ke-3 dalam Syarat Kecakapan Umum Penggalang Ramu adalah "dapat menyebutkan agama-agama yang ada di Indonesia serta nama tempat ibadahnya". Pada syarat tersebut mempunyai dua pencapaian SKU yaitu, seorang calon penggalang ramu harus dapat menggambarkan lambang/ikon dari setiap agama di Indonesia dan dapat menyebutkan waktu pelaksanaan ibadah dari masing-masing golongan agama.

Lambang mempunyai arti sebagai sesuatu seperti tanda (lukisan, lencana, dsb) yang menyatakan suatu hal atau mengandung maksud tertentu; Sedang ikon adalah lukisan, gambar, atau gambaran. Lambang dan ikon mempunyai arti yang sama dengan simbol yaitu gambar, bentuk, atau benda yang mewakili suatu gagasan, benda, ataupun jumlah sesuatu. Sehingga lambang atau ikon agama dapat diartikan sebagai gambar, bentuk, atau benda yang mewakili agama-agama tertentu di Indonesia yaitu Islam, Kristen, Katolik, HIndu, Budha, dan Konghuchu.

Lambang / Ikon Agama di Indonesia

Sebagai salah satu indikator pencapaian SKU Pramuka Penggalang Ramu, seorang calon penggalang ramu harus mengetahui dan memahami lambang-lambang atau ikon-ikon yang melambangkan masing-masing agama di Indonesia.

Adapun lambang, simbol atau ikon yang kerap digunakan oleh masing-masing agama di Indonesia adalah:



  1. Lambang / ikon agama Budha, meliputi:  Dharmacakra, Swastika, bunga Teratai
  2. Lambang / ikon agama Hindu, meliputi : Teratai, Swastika, dan Om
  3. Lambang / ikon agama Islam, meliputi : Bulan Sabit
  4. Lambang / ikon agama Kristen dan Katolik, meliputi : Salib
  5. Lambang / ikon agama Konghuchu, meliputi : Yin Yang

Selain gambar-gambar tersebut simbol dan lambang agama dapat berupa kitab suci,  tuhan, nabi, dan tempat peribadatan. Tempat ibadah agama di Indonesia antara lain: Wihara (Budha), Pura (Hindu), Masjid (Islam), Gereja (Katolik dan Kristen) Litang dan Kelenteng (Khonghucu). 

Syarat Kecakapan Umum Penggalang Ramu yang lainnya, baca :