Satuan Karya Pramuka Tarunabumi atau biasa disingkat Saka Tarunabumi merupakan salah satu dari sebelas Satuan Karya Pramuka tingkat nasional. Artinya, Saka Tarunabumi bersama sepuluh Satuan Karya Pramuka lainnya diselenggarakan di tingkat nasional. Tarunabumi sendiri disusun dari dua kata yakni taruna atau teruna yang memiliki arti pemuda atau anak muda, dan bumi yang berarti planet tempat manusia hidup; dunia; jagat; permukaan dunia; atau tanah.

Terkait dengan Satuan Karya Tarunabumi, "bumi" diartikan sebagai berbagai hal atau kegiatan yang berhubungan dengan bidang pertanian, termasuk bidang perkebunan, perikanan, peternakan, tanaman pangan.tanaman keras dan hortikultura. Sehingga "tarunabumi" sendiri dapat dimaknai sebagai pemuda yang berminat dan aktif melaksanakan kegiatan di bidang pertanian.

Pengertian Saka Tarunabumi secara lebih tepat adalah sebuah wadah pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang pertanian yang berguna bagi diri pribadi, keluarga, dan lingkungan serta dapat dikembangkan menjadi lapangan pekerjaan. Atau secara sederhana Satuan Karya Pramuka Tarunabumi bisa diartikan sebagai saka yang menanamkan rasa cinta pertanian.

Pembentukan dan pengembangan Saka Tarunabumi pun bertujuan untuk mewujudkan generasi muda yang cinta pertanian dengan menyediakan wadah pendidikan luar sekolah di bidang pertanian bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.

Krida Saka Tarunabumi
Krida Saka Tarunabumi


Sejarah Berdirinya Saka Tarunabumi


Sejarah berdirinya Satuan Karya Pramuka Tarunabumi telah dimulai sejak tahun 1966. Saat itu, Menteri Pertanian dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengeluarkan keputusan bersama. Adalah Instruksi bersama Menteri Pertanian dan ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. Inst/17/11/Mentan/66  No. 9 Tahun 1966, tentang Pembentukan Kompi Pramuka Tarunabumi.

Instruksi bersama ini kemudian ditindaklanjuti dengan pembentukan Kompi Pramuka Tarunabumi melalui Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 42/KN/66 tahun 1966, tentang Petunjuk Penyelenggaraan Kompi-kompi Pramuka Tarunabumi. Seiring dengan perkembangan, pada tahun 1977, Gerakan Pramuka yang mulai menyelenggarakan Satuan Karya Pramuka, Kompi Pramuka Tarunabumi berubah menjadi Satuan Karya Pramuka Tarunabumi.

Penyelenggaraannya didasari pada Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 078 Tahun 1988 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Tarunabumi. Yang kemudian diperbaharui dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor: 180 tahun 2011 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Tarunabumi.

Lambang Saka Tarunabumi


Lambang Saka Tarunabumi berbentuk segilima sama sisi dengan warna dasar hijau dan masing-masing sisi sepanjang 5 cm. Di dalam lambang terdapat gambar Lambang Departemen Pertanian berwarna putih, lambang Gerakan Pramuka (tunas kelapa) dan tulisan SAKA TARUNABUMI berwarna kuning.

Lambang Saka Tarunabumi
Lambang Saka Tarunabumi


Penjelasan lebih lanjut mengenai lambang Satua Karya Pramuka Tarunabumi, bentuk, pemakaian, dan arti kiasannya akan dibahas dalam artikel tersendiri.

Anggota Saka Tarunabumi

Anggota Saka Tarunabumi, layaknya anggota Satuan Karya Pramuka lainnya adalah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega baik putera dan puteri dengan persyaratan sebagai berikut :

  1. Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang telah menyelesaikan SKU tingkat pertama di golongannya (SKU Bantara bagi Penegak atau SKU Pandega).
  2. Terdaftar sebagai anggota gugusdepan di kwarcab di mana Saka Bahari itu berada.
  3. Mendapat surat izin dari orang tua dan Pembina Gudepnya.
  4. Calon Penegak dan calon Pandega dapat mendaftar dengan catatan selambatnya 6 bulan setelahnya pramuka tersebut telah dilantik menjadi Penegak Bantara atau Pandega.
  5. Tidak sedang menjadi salah satu anggota Saka lain.


Krida dan TKK dalam Saka Tarunabumi


Satuan terkecil dalam Satuan Karya Pramuka disebut krida. Pun demikian dalam Saka Tarunabumi. Krida adalah satuan terkecil dari saka sebagai wadah kegiatan keterampilan, pengetahuan, dan teknologi tertentu. Setiap krida beranggotakan antara 5-10 anggota pramuka.

Adapun Satuan Karya Pramuka Tarunabumi terdiri atas lima krida, yaitu:
  1. Krida Tanaman Pangan
  2. Krida Perkebunan
  3. Krida Perikanan
  4. Krida Peternakan
  5. Krida Holtikultura

Masing-masing krida memiliki Syarat Kecakapan Khusus (SKK) tersendiri. Pencapaian atas SKK diberikan Tanda Kecakapan Khusus (TKK). Adapun Syarat Kecakapan Khusus (SKK) dan Tanda Kecakapan Khusus (TKK) dalam Saka Tarunabumi terdiri atas:
  1. Krida Tanaman Pangan, memiliki SKK antara lain : 
    1. SKK Petani Padi; 
    2. SKK Petani Jagung; 
    3. SKK Petani Kacang Kedelai; 
    4. SKK Petani kacang Tanah; 
    5. SKK Petani Ubi Kayu; dan 
    6. SKK Petani Ubi Jalar.
  2. Krida Perkebunan, memiliki SKK antara lain : 
    1. SKK Petani Cengkeh; 
    2. SKK Petani Kelapa; 
    3. SKK Petani Karet
    4. SKK Petani Obat-obatan
    5. SKK Petani Kopi
    6. SKK Petani Panili
    7. SKK Petani Coklat
    8. SKK Petani Lada
    9. SKK Petani Kapas
    10. SKK Petani Tembakau
    11. SKK Petani Tebu.
  3. Krida Perikanan, memiliki SKK antara lain:
    1. SKK Budidaya Ikan Nila
    2. SKK Budidaya Ikan Mas
    3. SKK Budidaya Ikan Gurami
    4. SKK Budidaya Ikan Lele
    5. SKK Budidaya Katak
    6. SKK Budidaya Belut
    7. SKK Budidaya Bandeng
    8. SKK Budidaya Udang
    9. SKK Budidaya Ikan Hias
  4. Krida Peternakan, memiliki SKK antara lain : 
    1. SKK Peternak Kerbau
    2. SKK Peternak Sapi
    3. SKK Peternak Kuda
    4. SKK Peternak Sapi Perah
    5. SKK Peternak Kambing
    6. SKK Peternak Babi
    7. SKK Peternak Puyuh
    8. SKK Peternak Kelinci
    9. SKK Peternak Ayam
    10. SKK Peternak Itik
    11. SKK Peternak Lebah
    12. SKK Peternak Merpati.
  5. Krida Holtikultura, memiliki SKK antara lain : 
    1. SKK Petani Rambutan
    2. SKK Petani Pisang
    3. SKK Petani Mangga
    4. SKK Petani Nanas
    5. SKK Petani Durian
    6. SKK Petani Semangka
    7. SKK Petani Apel
    8. SKK Petani Salak
    9. SKK Petani Pepaya
    10. SKK Petani Jeruk
    11. SKK Petani Anggur
    12. SKK Petani Jambu
    13. SKK Petani Duku
    14. SKK Petani Alpokat
    15. SKK Petani Tomat
    16. SKK Petani Cabe
    17. SKK Petani Bayam
    18. SKK Petani Kangkung
    19. SKK Petani Kacang Panjang
    20. SKK Petani Kubis
    21. SKK Petani Sawi
    22. SKK Petani Wortel
    23. SKK Petani Suplir
    24. SKK Petani Palma
    25. SKK Petani Cemara
    26. SKK Petani Anggrek
    27. SKK Petani Mawar
    28. SKK Petani Melati
    29. SKK Petani Kaktus
    30. SKK Petani Seledri
    31. SKK Petani Bonsai
    32. SKK Petani Bawang Putih/Merah

Kegiatan Dalam Saka Tarunabumi


Kegiatan-kegiatan dalam Saka Tarunabumi meliputi:

  1. Latihan Saka Tarunabumi
  2. Perkemahan Bakti Saka Tarunabumi (Pertikabumi)
  3. Perkemahan antar Satuan Karya (Peran Saka)
  4. Kegiatan khusus untuk kepentingan tertentu, misalnya persiapan lomba bidang pertanian, peringatan Hari Pramuka, dan lain-lain.

Itulah mengenai Satuan Karya Pramuka Tarunabumi, wadah pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang pertanian. Selain Saka Tarunabumi masih terdapat sepuluh saka lain yang bersifat nasional yaitu : Saka Bhayangkara, Saka Bahari, Saka Bakti Husada, Saka Dirgantara, Saka Kencana, Saka Wira Kartika, Saka Wanabakti, Saka Pariwisata, Saka Kalpataru, dan Saka Widya Budaya Bakti.
Nomor kode kwartir cabang se Kwartir Daerah Banten. Kwarda Banten merupakan salah satu dari 34 kwartir daerah Gerakan Pramuka di Indonesia. Pembentukannya seiring dengan pemekaran provinsi Banten dari provinsi Jawa Barat pada tahun 2000. Kwarda Banten memiliki delapan kwartir cabang dengan nomor kode kwartir cabang mulai dari 01 hingga 08. Sedangkan kwarda Banten sendiri memiliki nomor kode kwartir daerah 28.

Kwartir Daerah Banten terbentuk dan diresmikan berdasarkan SK Ketua Kwarnas Nomor 051 Tahun 2001 tentang Pengesahan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Banten. Pembentukan ini berselang hampir setahun sejak dimekarkannya provinsi Banten dari provinsi Jawa Barat lewat Undang Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Propinsi Banten. Sebelumnya, kwarda Banten termasuk dalam Kwarda Jawa Barat.

Saat ini Kwartir Daerah Banten terdiri atas delapan kwartir cabang. Kedelapan kwartir cabang tersebut adalah Kwarcab Pandeglang, Kwarcab Lebak, Kwarcab Serang, dan Kwarcab Tangerang. Juga Kwarcab Kota Ci legon, Kwarcab Kota Tangerang, Kwarcab Kota Tangerang Selatan, dan Kwarcab Kota Serang.

Daftar Nomor Kode Kwarcab di Kwarda Banten


Kwarda Banten
Kwarda Banten

Layaknya di kwartir cabang lainnya se Indonesia, kwarcab di Banten memiliki nomor kode kwartir cabang. Nomor Kode Kwartir Cabang merupakan dua angka berurutan yang ditulis setelah nomor kode kwartir daerah. Kedua Nomor Kode Kwartir ini ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Penetapan kode nomor ini adalah untuk pengelolaan kwartir dan tertib administrasi.

Nomor kode kwartir daeah Banten adalah 28. Sedangkan Nomor Kode Kwartir Cabang se kwarda Banten, sesuai dengan ketetapan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, secara berurutan adalah sebagaimana tabel berikut ini.

No
Nama Kwartir Cabang
Nomor Kode Kwarda
Nomor Kode Kwarcab
1 Kwarcab Pandeglang
28
01
2 Kwarcab Lebak
28
02
3 Kwarcab Serang
28
03
4 Kwarcab Tangerang
28
04
5 Kwarcab Kota Ci legon
28
05
6 Kwarcab Kota Tangerang
28
06
7 Kwarcab Kota Tangerang Selatan
28
07
8 Kwarcab Kota Serang
28
08

Itulah daftarkedelapan kwartir cabang di Kwarda Banten beserta dengan daftar kode nomor kwartir cabang se kwarda Banten.
Peran Saka atau Perkemahan Antar Satuan Karya Pramuka Tingkat Nasional Tahun 2015 akan diselenggarakan pada tanggal 3-9 Oktober 2015. Peran Saka Nasional Tahun 2015 akan dilaksanakan di Bumi Perkemahan Bukit Madani, Kendari Sulawesi Tenggara.

Pelaksanaan Peran Saka Nasional ini didasarkan pada keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 2013 nomor 22/Munas/2013, tentang Penyelenggaraan Perkemahan Antar Satuan Karya Pramuka Tingkat Nasional Tahun 2015 di Sulawesi Tenggara dan Surat Keputusan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 024 Tahun 2015, tentang Penyelenggaraan Perkemahan Antar Satuan Karya Pramuka Tingkat Nasional Tahun 2015. Adapun pelaksanaannya diatur dengan Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 047 Tahun 2015 tentang Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Perkemahan Antar Satuan Karya Pramuka Tingkat Nasional Tahun 2015.

Mengenal Peran Saka Nasional


Peran Saka adalah singkatan dari Perkemahan Antar Satuan Karya Pramuka. Perkemahan ini merupakan salah satu pertemuan pramuka khusus untuk anggota Satuan Karya Pramuka (Saka). Nasional merujuk kepada tingkat penyelenggaraan dan pesertanya di mana kegiatan ini dilaksanakan secara nasional dengan peserta yang merupakan perwakilan kwartir daerah se-Indonesia.

Peran Saka adalah pertemuan pramuka atau kegiatan bagi pramuka Penegak dan Pandega anggota Satuan Karya Pramuka (Saka) tingkat Nasional. Saka tersebut terdiri atas Saka Bahari, Saka Bakti Husada, Saka Bhayangkara, Saka Dirgantara, Saka Kalpataru, Saka Kencana, Saka Pariwisata, Saka Taruna Bumi, Saka Wanabakti, Saka Widya Budaya Bakti dan Saka Wirakartika.

Para pramuka Penegak dan Pandega anggota Satuan Karya Pramuka se Indonesia berkumpul bersama melaksanakan kegiatan dititikberatkan pada tiga pokok kegiatan yakni Pengenalan Saka, Pendalaman Krida dan Kegiatan Bakti. Kegiatan  tersebut dikemas dalam bentuk kegiatan Perkemahan dengan berbagai aktivitas yang bersifat aktif, kreatif, produktif, edukatif, inovatif dan rekreatif.

Peran Saka Nasional 2015
Peran Saka Nasional 2015


Peran Saka Nasional 2015


Sesuai dengan kelender kegiatan dan keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka tahun 2013, Peran Saka Nasional Tahun 2015 akan diselenggarakan pada tanggal 3 - 9 Oktober 2015. Pertemuan pramuka tingkat nasional ini digelar di Bumi Perkemahan Bukit Madani, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Peran Saka Nasional 2015 mengusung moto kegiatan “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan”, dengan semboyan “Bangun Indonesia Hebat”, dan tema kegiatan “Satuan Karya Pramuka, Bersatu dan Berkarya Untuk Indonesia”

Logo dan Maskot Peran Saka Nasional 2015


Sebagaimana lampiran Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 047 Tahun 2015 tentang Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Perkemahan Antar Satuan Karya Pramuka Tingkat Nasional Tahun 2015, lambang atau logo Pearn Saka Nasional 2015 adalah sebuah gambar yang terdiri atas Menara Persatuan, silhouthe tenda, lambang WOSM, dan silhouthe tunas kelapa. Di dalamnya juga terdapat tulisan nama kegiatan beserta tempat dan tanggal pelaksanaannya. Logo selengkapnya sebagaimana berikut:

Logo Peran Saka Nasional 2015
Logo Peran Saka Nasional 2015


Sedangkan untuk maskot Peran Saka Nasional 2015 adalah "Ka’ Noa" yang memegang tunas kelapa sebagai lambang gerakan pramuka. "Ka’ Noa" diambil dari "Anoa" yang merupakan salah satu hewan khas Sulawesi Tenggara.

Maskot Peran Saka Nasional 2015
Maskot Peran Saka Nasional 2015


Kegiatan Dalam Peran Saka Nasional 2015


Kegiatan dalam Perkemahan Antar Satuan Karya Pramuka Tingkat Nasional Tahun 2015 ini dititikberatkan pada Pengenalan Saka, Pendalaman Krida dan Kegiatan Bakti. Adapun jenis kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain :

  1. Kegiatan Umum (General Activity), meliputi:
    1. Kegiatan Keagamaan
    2. Kegiatan Upacara
    3. Kegiatan Olahraga
    4. Apel
    5. Pameran Kwarda dan Kesakaan
    6. Karnaval
    7. Malam Bhinneka Tunggal Ika
  2. Kegiatan Kesakaan, meliputi:
    1. Pengenalan Saka
    2. Pendalaman Krida (Job Creation)
    3. Prestasi Saka
  3. Kegiatan Bakti Fisik
    1. Renovasi Gedung LPM/Karang Taruna
    2. Renovasi Masjid
    3. Renovasi Puskesmas
    4. Pembangunan Poskamling
    5. Pembuatan Sarana Olahraga
  4. Kegiatan Bakti Non Fisik
    1. Penyerahan Bantuan Buku Bacaan untuk Perpustakaan Kelurahan
  5. Kegiatan Seni Budaya
    1. Pentas Seni Budaya
    2. Apresiasi Film
  6. One Day Festival
    1. Kuliner Nusantara
    2. Festival Musik Daerah
    3. Messenger of Peace
    4. Karnaval
  7. Wawasan Kebangsaan
    1. Nasional dan Pembentukan Karakter
    2. Bangun Indonesia Hebat
    3. Pramuka Karakter Bangsa
  8. Exhibition
    1. Kwarda dan Saka Expo
    2. Pasar Rakyat
    3. Craft
  9. Lulo Nusantara
  10. Kegiatan Khusus
    1. Ramah Tamah Gubernur Sulawesi Tenggara
    2. Kegiatan Orang Dewasa (Bindamping)
    3. Kegiatan Pinkonda
    4. Lokakarya
Itulah segala hal terkait dengan Perkemahan Antar Satuan Karya Pramuka Tingkat Nasional Tahun 2015. Sukses untuk Peran Saka Nasional 2015.
SKK adalah singkatan dari Syarat Kecakapan Khusus, sedang TKK adalah singkatan dari Tanda Kecakapan Khusus. Keduanya saling terkait. SKK (Syarat Kecakapan Khusus) merupakan serangkaian syarat untuk mendapatkan TKK (Tanda Kecakapan Khusus). Sedangkan TKK adalah tanda yang diberikan setelah menyelesaikan SKK.

Dalam Anggaran Dasar Gerakan Pramuka Pasal 9 ayat 3 disebutkan bahwa salah satu metoda pendidikan kepramukaan adalah Sistem Tanda Kecakapan. Sistem tanda kecakapan ini terdiri atas dua golongan yaitu tanda kecakapan umum dan tanda kecakapan khusus. Syarat tanda kecakapan umum (SKU) meliputi berbagai bidang dan semua Pramuka pada waktunya harus mencapainya. Sedangkan SKK (syarat tanda kecakapan khusus) meliputi hanya satu bidang saja. Pengertian lebih mendalam akan diulas di bawah.

Pengertian SKK dan TKK


TKK Pramuka Penggalang
Seorang pramuka penggalang dengan TKK terpasang di lengan bajunya


TKK atau Tanda Kecakapan Khusus adalah tanda yang menunjukkan kecakapan, kepandaian, keterampilan, kemampuan sikap dan usaha seorang pramuka di bidang tertentu, sesuai dengan usia, jenis kelamin dan kemampuan jasmani dan rohani. Untuk memperoleh TKK seorang pramuka harus mampu menyelesaikan SKK (Syarat Kecakapan Khusus) terlebih dahulu.

SKK berlaku bagi anggota Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak, dan Pramuka Pandega. TKK bersifat opsional bagi peserta didik, sehingga seorang peserta didik dapat memiliki TKK yang berbeda dari peserta didik lain. Dengan kata lain, seorang pramuka bebas memilih SKK apa saja yang diinginkannya sesuai dengan kemampuan, keterampilan, dan minat yang dimiliki.

Ketentuan tentang kecakapan khusus diatur oleh Gerakan Pramuka dengan Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor: 134/KN/76 Tahun 1976 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Kecakapan Khusus. Petunjuk Penyelenggaraan ini dapat diunduh di halaman Download SK dan PP Pramuka.

Tingkatan dan Bentuk TKK


Kecakapan khusus hanya berlaku pada Anggota Muda Gerakan Pramuka atau yang biasa disebut juga sebagai peserta didik. Peserta didik ini meliputi pramuka siaga, pramuka penggalang, pramuka penegak, dan pramuka pandega. Kecakapan khusus tidak berlaku bagi anggota dewasa Gerakan Pramuka seperti pembina pramuka, pembantu pembina pramuka, pelatih pembina pramuka, andalan, dan anggota majelis pembimbing.

Bentuk dan Tingkatan TKK


Tingkatan dan bentuk Tanda Kecakapan Khusus untuk masing-masing golongan peserta didik pramuka adalah berbeda. Perbedaan tingkatan dan bentuknya adalah sebagai berikut:

  1. Untuk Pramuka Siaga
    SKK untuk Pramuka Siaga hanya terdiri atas satu tingkat. Tanda Kecakapan Khusus (TKK) untuk pramuka siaga berbentuk segitiga sama kaki terbalik (sisi alas di bagian atas) dan tidak memakai bingkai.
  2. Untuk Pramuka Penggalang
    SKK untuk pramuka penggalang terdiri atas tiga tingkatan dengan bentuk yang masing-masing berbeda. Tingkatan dan bentuknya adalah:
    1. Purwa : Berbentuk lingkaran dengan bingkai berwarna merah
    2. Madya : Berbentuk persegi dengan bingkai berwarna merah
    3. Utama : Berbentuk segilima dengan bingkai berwarna merah
  3. Untuk Pramuka Penegak dan Pandega
    SKK dan TKK untuk pramuka penegak dan pandega sama. Terdiri atas tiga tingkatan dengan bentuk:
    1. Purwa : Berbentuk lingkaran dengan bingkai berwarna kuning
    2. Madya : Berbentuk persegi dengan bingkai berwarna kuning
    3. Utama : Berbentuk segilima dengan bingkai berwarna kuning

Penggolongan SKK dan TKK


Berbagai macam SKK dan TKK yang ada dikelompokkan dalam 5 golongan (bidang). Masing-masing bidang dibedakan dengan warna dasar (backgroud) yang terdapat di Tanda Kecakapan Khusus. Lima bidang SKK tersebut adalah:

Penggolongan TKK

  1. Bidang agama, mental, moral, spiritual, pembentukan pribadi dan watak
    TKK pada bidang ini memiliki warna dasar kuning. Contoh SKK-TKK bidang agama, mental, moral, spiritual, pembentukan pribadi dan watak adalah:
    1. SKK Sholat
    2. SKK Penabung
    3. SKK Khotib
    4. SKK Muadzin
    5. SKK Qori
  2. Bidang patriotisme dan seni budaya
    TKK pada bidang ini memiliki warna dasar merah. Contoh SKK-TKK bidang patriotisme dan seni budaya adalah:
    1. SKK Pengatur Ruangan (khusus pramuka siaga)
    2. SKK Pengatur Rumah
    3. SKK Pengatur Meja Makan
    4. SKK Pemimpin Menyanyi
    5. SKK Menyanyi
    6. SKK Pelukis
    7. SKK Juru Gambar
    8. SKK Pengarang
  3. Bidang Kesehatan dan ketangkasan
    TKK pada bidang ini memiliki warna dasar putih. Contoh SKK-TKK bidang kesehatan dan ketangkasan adalah:
    1. SKK Gerak Jalan
    2. SKK Pengamat
    3. SKK Perenang
    4. SKK Penyelidik
    5. SKK Juru Layar
    6. SKK Juru Selam
    7. SKK Pendayung
    8. SKK Ski Air
  4. Bidang Ketrampilan dan tekhnik pembangunan
    TKK pada bidang ini memiliki warna dasar hijau. Contoh SKK-TKK bidang ketrampilan dan tekhnik pembangunan adalah:
    1. SKK Juru Kebun
    2. SKK Juru Potret
    3. SKK Berkemah
    4. SKK Peternak Ayam
    5. SKK Pengumpul Perangko
    6. SKK Juru Semboyan
    7. SKK Menjahit
    8. SKK Pengendara Sepeda
    9. SKK Juru Masak
    10. SKK Pencinta Dirgantara
    11. SKK Pengenal Pesawat Terbang
    12. SKK Juru Peta
    13. SKK Navigasi Laut
    14. SKK Komunikasi
    15. SKK Penenun
    16. SKK Perahu Motor
  5. Bidang sosial, perikemanusiaan, gotong royong, ketertiban masyarakat, perdamaian dunia dan lingkungan hidup
    TKK pada bidang ini memiliki warna dasar biru. Contoh SKK-TKK sosial, perikemanusiaan, gotong royong, ketertiban masyarakat, perdamaian dunia dan lingkungan hidup antara lain:
    1. SKK Pemadam Kebakaran
    2. SKK Pengaman Lalu-Lintas
    3. SKK Pengamanan Kampung/Desa
    4. SKK Penunjuk Jalan
    5. SKK Juru Bahasa
    6. SKK Penerima Tamu
    7. SKK Korespondensi
    8. SKK PPPK
    9. SKK Pembantu Ibu (khusus pramuka siaga)
    10. SKK Perawatan Anak

Ketentuan dan Cara Pemasangan TKK


Tanda Kecakapan Khusus (TKK) dikenakan di lengan baju sebelah kanan, di sebelah bawah Tanda Kwartir sebanyak maksimal lima buah TKK. Jika mempunyai TKK yang diperoleh telah lebih dari lima buah, TKK selebihnya dipasang dalam Tetampan. Tetampan dipakai sebagai selempang di baju (dari pundak kanan ke pinggang kiri). Selebihnya tentang tetampan baca : Tetampan TKK, Ketentuan dan Tata Cara Pemakaian

Beberapa ketentuan lainnya mengenai SKK dan TKK;
  1. Hanya TKK yang ditetapkan Kwarnas yang boleh dipakai
  2. Yang berhak memberi TKK adalah Pembina atau Pembantu Pembina yang langsung membinanya atau seseorang yang dianggap ahli dalam bidang tertentu
  3. Seorang Pramuka hanya dibenarkan mengenakan TKK setelah yang bersangkutan :
    1. Menyelesaikan SKK
    2. Mencapai tingkat SKU Siaga Bantu (bagi pramuka siaga), SKU Rakit (bagi pramuka penggalang), mencapai SKU Bantara (bagi pramuka penegak), dan dilantik sebagai pramuka pandega (bagi pandega)
  4. Seorang pramuka tidak diperbolehkan memakai TKK untuk golongan peserta didik di bawahnya (penggalang memakai TKK siaga, penegak memakai TKK penggalang). Kecuali pramuka pandega yang boleh memakai TKK tingkat penegak.
  5. TKK yang tingkatannya lebih rendah tidak boleh dikenakan lagi setelah meraih TKK sejenis yang tingkatannya lebih tinggi. Semisal setelah mendapatkan TKK menabung tingkat madya maka TKK menabung tingkat purwa harus dilepas.
  6. TKK tidak berlaku untuk Pembina, Andalan, anggota MABI, dan pramuka dewasa lainnya.

Adik-adik dan Kakak-kakak pembaca pramukaria, itulah berbagai hal mengenai SKK dan TKK. Mulai dari pengertian SKK dan TKK, penggolongan SKK dan TKK, tingkatan TKK, serta cara pemasangan TKK dan ketentuan lainnya.


Pramuka Go Green: Satu Pramuka Satu Pohon. Kwartir Nasional Gerakan Pramuka tengah mencanangkan gerakan Pramuka Go Green: Satu Pramuka Satu Pohon. Wujudnya adalah kegiatan Gerakan Menanam Serentak di Seluruh Tanah Air. Gerakan ini akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 5 Juni 2015, bersamaan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2015.

Pramuka Go Green, Gerakan Menanam Serentak di Seluruh Tanah Air - Satu Pramuka Satu Pohon didasari oleh keberadaan Gerakan Pramuka sebagai organisasi pendidikan. Gerakan Pramuka harus ikut berperan aktif dalam kegiatan pelestarian lingkungan, berupaya mengembangkan diri, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta kepedulian dalam kelestarian lingkungan anggotanya. Ini sekaligus sebagai perwujudan pengamalan Satya dan Darma Pramuka.

Mencintai alam dan lingkungan hidup menjadi satu hal yang sangat penting dalam kepramukaan. Dalam Trisatya Pramuka disebutkan salah satunya adalah "menolong sesama hidup....". Pun dalam dasadarma kedua berbunyi "Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia". Sehingga wajar jika pramuka berperan menjadi "Patriot Lingkungan".

Gerakan Satu Pramuka Satu Pohon
Ilustrasi, Gambar Pramuka Penggalang Putri membawa bibit pohon untuk ditanam

Pramuka Menanam Pohon
Dua pramuka penegak tengah menanam pohon


Mengingat hal tersebut, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mencanangkan "Pramuka Go Green, Gerakan Menanam Serentak di Seluruh Tanah Air - Satu Pramuka Satu Pohon".

Sebagai puncak kegiatan Gerakan Menanam Serentak di Seluruh Tanah Air - Satu Pramuka Satu Pohon, Kwartir Nasional akan memusatkan kegiatannya pada tanggal 5 Juni 2015 di Kabupaten Siak, Riau. Peserta Kemah Budaya Nasional 2015, yang tengah diselenggarakan pada tanggal 3-8 Juni, akan melakukan aksi Gerakan Menanam Satu Pramuka satu Pohon.

Diharapkan semua anggota pramuka di seluruh Indonesia pun mengadakan kegiatan penanaman pohon pada tanggal tersebut. Namun jika tidak dapat dilaksanakan pada tanggal 5 Juni 2015, bisa dilakukan di hari lain atau disesuaikan dengan kegiatan-kegiatan lain yang diadakan.

Kak Saiko Damai, Bidang LH Kwarnas, dalam statusnya di grup facebook Kwarnas Gerakan Pramuka menegaskan, kepedulian Pramuka dalam ikut mengatasi masalah bukan berarti membuat masalah tersebut terselesaikan. Namun dengan berbagai kegiatan kepedulian yang melibatkan adik-adik Pramuka diharapkan menjadi sarana edukasi bagi yang bersangkutan. Harapannya saat dewasa kelak mampu membentuk pramuka yang lebih peduli pada masalah-masalah kemasyarakatan. Termasuk dalam Gerakan Menanam Serentak di Seluruh Tanah Air - Satu Pramuka Satu Pohon.

Pramuka Patriot Lingkungan
Jadilah Pramuka Patriot Lingkungan


Tunggu apa lagi, Wahai Pramuka. Jadilah Pramuka Patriot Lingkungan, salah satunya dengan melakukan aksi "Satu Pramuka satu Pohon".

Perkemahan Pramuka Santri Nusantara atau disingkat PPSN IV Tahun 2015, segera digelar esok, 1 Juni 2015. Kegiatan pramuka tingkat nasional yang diselenggarakan hingga 7 Juni 2015 ini akan diikuti oleh sekitar 6.000 pramuka penegak dari santri pondok pesantren. Para pramuka santri ini adalah perwakilan dari kwartir daerah se-Indonesia.

Perkemahan Pramuka Santri Nusantara IV Tahun 2015 akan diselenggarakan pada tanggal 1-7 Juni 2015 bertempat di Bumi Perkemahan Agrowisata Tambang Ulang Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan. Pertemuan pramuka tingkat nasional ini dilaksanakan atas kerjasama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dengan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kegiatan perkemahan mengambil tema "Dengan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara Ke IV Tahun 2015 Kuatkan Jati Diri Santri yang Berakhlak Mulia, Berwawasan Nusantara Untuk Bela Negara dan Jaga Lingkungan" dan motto kegiatan ”Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan”.

Perkemahan Pramuka Santri Nusantara IV 2015


Logo dan Maskot Perkemahan Pramuka Santri Nusantara IV 2015


Logo dan maskot Perkemahan Pramuka Santri Nusantara IV Tahun 2015 adalah sebagai berikut:

  • Logo Perkemahan Pramuka Santri Nusantara IV Tahun 2015
Logo Perkemahan Pramuka Santri Nusantara IV Tahun 2015
Logo Perkemahan Pramuka Santri Nusantara IV Tahun 2015 di Kalimantan Selatan

  • Maskot Perkemahan Pramuka Santri Nusantara IV Tahun 2015


Kegiatan dalam Perkemahan Pramuka Santri Nusantara IV Tahun 2015


Para peserta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara IV Tahun 2015 akan mengikuti berbagai macam kegiatan. Kegiatan tersebut antara lain:
  1. Upacara 
    • Upacara Pembukaan (lap. Upacara)
    • Upacara Penutupan (Lap. Upacara)
    • Pemecahan Rekor Muri
    • Apel (Kelurahan)
  2. Mental Spiritual
    • Shalat 5 Waktu Berjamaah (Kecamatan) 
    • Shalat Malam (qiyamullail)/Tahajud Call dan Muhasabah (Kelurahan)
    • Tadarus Al Quran (kelurahan)
    • Kuliah Tujuh Menit (kecamatan)
    • Tablig Akbar/Jumpa Tokoh  (lapangan utama)
    • Bina Ukhuwah / Anjangsana
    • Olahraga/Senam Pramuka
  3. Wawasan 
    • Munaqasyah dan Diskusi
  4. Keterampilan
    • SAR
    • Energi Terbarukan
    • Disaster Manajemen
    • Life Skil
    • Jurnalistik dan Reportase
    • Navigasi Darat
    • Tata Rias (putri)
    • Daur Ulang Sampah
  5. Kesakaan
  6. Petualangan
    • Outbound
    • Labirin
    • Jelajah Gunung 
    • Mengenal Laut
    • Mencari Jejak
  7. Seni Budaya
    • Pentas Kontingen Daerah
    • Karnaval Nusantara
    • Pameran, Bazar
  8. Bakti
    • Santri Peduli Lingkungan
    • Santri Peduli Sesama
  9. Kegiatan Pinkonda & Bindamping
    • Forum Pinkonda 
    • Forum Bindamping
    • Seminar/Lokakarya
  10. Prestasi
    • Majalah Dinding
    • Mengarang dalam bahasa Arab (Insya')
    • Mengarang Dalam Bahasa Inggris
    • Pentas Sendra Tari Daerah (Pentas Seni)
    • Majalah Dinding
    • Kreasi Teknologi Tepat Guna
    • Kebersihan Tenda (K3)
    • Sangga Tergiat
    • Karnaval
    • Pameran


Bagi pramuka penegak anggota gugusdepan Pondok Pesantren se-Indonesia yang mengikuti, selamat mengikuti Perkemahan Pramuka Santri Nusantara IV Tahun 2015; Kuatkan Jati Diri Santri yang Berakhlak Mulia, Berwawasan Nusantara Untuk Bela Negara dan Jaga Lingkungan.



Pemasangan atribut (tanda pengenal) pramuka penggalang ini melanjutkan artikel sebelumnya, Pemasangan Atribut (Tanda Pengenal) Siaga di Seragam Pramuka. Tanda pengenal atau kerap disebut juga sebagai atribut, dipasang di pakaian seragam pramuka, termasuk pakaian seragam pramuka penggalang. Pemasangan tersebut tentunya menggunakan aturan dan tata cara tersendiri.

Untuk memahami macam-macam tanda pengenal dalam Gerakan Pramuka, ada baiknya membaca artikel Macam-Macam Tanda Pengenal dalam Gerakan Pramuka terlebih dahulu.

Berbagai atribut atau tanda pengenal yang dipasang di pakaian seorang pramuka penggalang (baik putra maupun putri) antara lain adalah: tanda tutup kepala, tanda WOSM (pandu dunia), tanda pelantikan, dan papan nama. Juga tanda lokasi, gudep, dan badge wilayah. Tanda regu, Tanda Kecakapan Umum Penggalang (manggar), Tanda Kecakapan Khusus (TKK), dan tanda pratama, pemimpin regu, atau wakil pemimpin regu.

Gambar Pemasangan Atribut Pramuka Penggalang Putra


Kesemua atribut atau tanda pengenal pada pramuka penggalang putra di pasang seperti pada gambar berikut ini.

atribut pramuka penggalang

Penjelasan tentang pemasangan masing-masing atribut diuraikan di keterangan di bagian bawah artikel ini.

Gambar Pemasangan Atribut Pramuka Penggalang Putri

Sedangkan untuk atribut pada pakaian seragam pramuka pramuka penggalang putri adalah sebagaimana gambar berikut ini

atribut pramuka penggalang putri

Penjelasan tentang pemasangan masing-masing atribut diuraikan di keterangan di bagian bawah artikel ini.

Penjelasan Pemakaian Atribut Pramuka Penggalang


Bentuk dan tata cara pemasangan atribut (tanda pengenal) untuk pramuka penggalang adalah sebagai berikut:

  1. Tanda Tutup Kepala; Berbentuk lingkaran (putri) dan segi delapan (putra) dengan warna dasar merah. Pada putri dipasang di topi pramuka bagian depan sedangkan untuk untuk putra di samping kiri kabaret pramuka.
  2. Tanda Pandu Dunia (WOSM); Berwarna dasar ungu. Untuk putri berbentuk lingkaran, dipasang dikerah baju sebelah kanan. Sedang untuk putra berbentuk persegi, dipasang di dada (di atas papan nama) sebelah kanan.
  3. Tanda Pelantikan; Berwarna dasar coklat tua. Untuk putri berbentuk lingkaran, di pasang di kerah baju sebelah kiri. Sedang untuk putra, dipasang di dada sebelah kiri, di bawah lipatan baju.
  4. Papan Nama; Berwarna dasar coklat muda. Baik putra maupun putri dipasang di dada sebelah kanan di atas lipatan baju dan di bawah tanda pandu dunia (WOSM).
  5. Tanda Lokasi Kwarcab; Memuat nama kwartir cabang (Kabupaten/Kota) anggota pramuka tinggal. Baik putra maupun putri dipasang di lengan baju sebelah kanan, paling atas.
  6. Tanda Gugusdepan; Memuat nomor gugusdepan di mana anggota pramuka bergabung. Baik pada putra maupun putri, dipasang di lengan baju sebelah kanan, tepat di bawah Tanda Lokasi Kwarcab. Untuk anggota putri, nomor gudepnya genap dan untuk putri nomornya ganjil.
  7. Lencana / Badge Daerah; Memuat lambang kwartir daerah di mana anggota pramuka tinggal. Dipasang di lengan baju pramuka sebelah kanan, di bawah Tanda Gudep.
  8. Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Penggalang; Terdiri atas tiga bentuk sesuai tingkatan TKK, yakni lingkaran (purwa), persegi (madya), dan segilima (utama). Baik pada putra maupun putri, dipasang lengan baju sebelah kanan, di kanan, kiri, dan bawah Lencana / Badge Daerah. Pemasangan TKK di lengan baju maksimal 5 buah TKK. Jika memiliki TKK lainnya (lebih dari lima) selebihnya dipasang di tetampan TKK.
  9. Tanda Jabatan; Terdiri atas tanda Pratama, Pemimpin Regu, atau Wakil Pemimpin Regu dengan bentuk balok berwarna merah bersusun tiga, dua, dan satu. Pemasangannya di dada sebelah kanan, di bawah lipatan baju.
  10. Tanda Regu; Berbentuk persegi dengan gambar sesuai nama regunya. Baik pada penggalang putri maupun putra dipasang di lengan baju sebelah kiri paling atas.
  11. Tanda Kecakapan Umum (TKU) Penggalang; Terdiri atas tiga tingkatan yaitu Ramu, Rakit, dan Terap. Pemasangan atribut TKU di lengan baju sebelah kiri, di bawah tanda regu.
Selain tanda-tanda (atribut) sebagaimana tersebut di atas, seorang pramuka penggalang dapat juga memasang tiska (Tanda Ikut Serta Kegiatan), lencana dan tanda pramuka garuda, dan tanda perhargaan lainnya pada seragam pramuka. Lencana pramuka garuda (berbentuk mendali dengan pitanya) dikalungkan di leher bersama dengan setangan leher pramuka. Tanda pramuka garuda, dan tanda penghargaan (semisal bintang tahunan) dikenakan di dada baju sebelah kiri, di atas lipatan baju. Sedangkan tiska (Tanda Ikut Serta Kegiatan) dipasang sesuai dengan ketentuan tiska tersebut.




Artikel Tetampan TKK, Ketentuan dan Tata Cara Pemakaian ini membahas tentang pengertian tetampan serta ketentuan dan tata cara pemakaian tetampan. Di lapangan, masih saja sering kita temui penggunaan tetampan TKK (Tanda Kecakapan Khusus) yang tidak sesuai dengan aturan. Padahal sudah jelas, hal ini diatur dalam SK Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor: 134/KN/76 Tahun 1976 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Kecakapan Khusus.

Pengertian Tetampan TKK


Sebelum lebih lanjut kita pahami dulu pengertian dari tetampan TKK. Tetampan TKK adalah selendang dari kain berwarna coklat tua yang digunakan untuk menempatkan Tanda Kecakapan Khusus (TKK) jika seorang pramuka telah memiliki lebih dari lima TKK.  Tetampan digunakan dengan cara diselempangkan diselempangkan di badan pramuka. Ketentuan dan tata cara pemakaian tetampan akan kita uraikan secara mendetail.

Ketentuan dan Tata Cara Pemakaian Tetampan TKK


Tetampan Pramuka Penggalang
Pramuka Penggalang putri mengenakan tetampan


Ketentuan dan tata cara pemakaian tetampan TKK telah diatur dalam SK Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor: 134/KN/76 Tahun 1976 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Kecakapan Khusus. Pengaturan tersebut termuat di Bab V tentang Ketentuan dan Tempat Pemakaian TKK, pasal 16 ayat b hingga h.

Seorang pramuka dapat menggunakan tetampan jika telah memiliki lebih dari 5 Tanda Kecakapan Khusus (TKK). Lima buah TKK dipasang di lengan seragam pramuka sebelah kanan. Sedangkan TKK selebihnya dipasang di tetampan. Sehingga jika seorang pramuka baru memperoleh lima atau kurang, maka pramuka tersebut belum bisa menggunakan tetampan. Jika memiliki tujuh TKK, seumpama, maka yang lima dipasang di lengan baju sedangkan sisanya, dua TKK, dipasang di tetampan.

Bentuk dan ukuran tetampan diatur sebagai berikut:

  1. Tetampan dibuat dari kain berwarna coklat tua
  2. Ukuran tetampan :
    1. Lebar tetampan untuk pramuka siaga 8 cm, dan untuk pramuka penggalang, pramuka penegak, dan pramuka pandega selebar 10 cm.
    2. Panjang tetampan menyesuaikan dengan tinggi badan pemakaianya.
  3. Pada tepi tetampan diberi hiasan tepi yang berjarak 0,5 cm dari tepi tetampan. Hiasan tersebut terbuat dari sulaman flanel atau pita zigzag selebar 1 cm.
  4. Warna pita zigzag tersebut adalah hijau untuk pramuka siaga, merah (pramuka penggalang), dan kuning (pramuka penegak/pandega).
Tetampan TKK
Tetampan TKK untuk Siaga, Penggalang, dan Penegak dan Pandega


Cara mengenakan tetampan adalah dengan diselempangkan di badan, melalui bahu sebelah kanan, menyilang dada dan punggung menuju pinggang sebelah kiri. Bisa jadi, seorang pramuka memiliki banyak TKK sehingga tidak muat dalam tetampan. Tata cara pemasangan TKK pada tetampan dan penggunaannya akan diuraikan di bawah. 

Tata cara memasang atau menempatkan Tanda Kecakapan Khusus (TKK) di tetampan TKK:
  1. TKK yang dipasang di tetampan adalah selain 5 TKK yang telah dipasang di lengan kanan baju seragam pramuka.
  2. TKK yang dipasang adalah TKK dengan tingkatan tertinggi yang diperoleh. Jika telah mendapatkan sebuah TKK tingkat madya, maka yang dipasang adalah TKK tingkat madya tersebut dan TKK tingkat purwa-nya ditanggalkan.
  3. TKK ditempatkan di bagian tetampan yang berada di depan dada. Pemasangannya disusun urut mulai dari atas ke bawah, dimulai dengan bagian yang terdekat dengan bahu sebelah kanan.
  4. Jika TKK yang diperoleh banyak sehingga tidak muat dipasang di bagian sebagaimana nomor dua di atas (di depan dada), TKK selebihnya dipasang di bagian tetampan yang berada pada bagian punggung. Pemasangannya disusun urut mulai dari atas ke bawah, dimulai dengan bagian yang terdekat dengan bahu.
  5. Jika TKK yang diperoleh lebih banyak sehingga tidak muat dipasang baik di tetampan bagian depan tubuh maupun belakang punggung, maka dipergunakan tetampan kedua.
  6. Tata cara pemasangan TKK pada tetampan kedua sama seperti pada tetampan pertama.
Pramuka yang memiliki hingga dua tetampan mengenakan kedua tetampannya. Tetampan pertama diselempangkan di badan melalui bahu kanan hingga menyilang ke pinggang sebelah kiri. Sedangkan tetampan kedua dikenakan dengan diselempangkan di badang melalui bahu sebelah kiri hingga pinggang sebelah kanan. Pada persilangan antara dua tetampan, tetampan pertama (yang dari bahu kanan) berada di sebelah atas (menindih) tetampan kedua (yang dari bahu kiri).

Tata cara mengenakan tetampan
Tata cara mengenakan tetampan TKK


Tetampan tidak boleh dipasangi tanda gambar, lencana, tulisan, dan tanda lainnya yang bukan TKK sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Tetampan hanya dikenakan oleh pramuka saat mengikuti kegiatan upacara kepramukaan. Pada saat latihan atau kegiatan lainnya (terutama yang memerlukan keleluasaan bergerak), tetampan TKK hendaknya ditanggalkan.

Kesalahan-Kesalahan dalam Memakai Tetampan


Beberapa kesalahan yang umum terjadi saat pemakaian tetampan TKK, antara lain:
  1. TKK yang telah dipasang di lengan baju masih dipasang juga di tetampan
  2. TKK yang dipasang di lengan baju belum lima buah tetapi sudah ada yang dipasang di tetampan.
  3. TKK dipasang di bagian tengah tetampan, bukan mulai pada bagian atas (bagian yang dekat dengan bahu).
  4. Tetampan TKK dikenakan secara terbalik yakni dengan menyelempangkannya melalui bahu sebelah kiri hingga pinggang sebelah kanan.
Dengan mengetahui pengertian, bentuk, dan tata cara pemasangan TKK di tetampan serta cara mengenakan tetampan sebagaimana di atas diharapkan para pramuka dapat mengenakan tetampan dengan benar. Kakak-kakak pembina pun dapat mengarahkan penggunaan tetampan bagi adik-adiknya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Adapun tentang SK Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor: 134/KN/76 Tahun 1976 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Kecakapan Khusus, dapat diunduh di halaman SK dan PP Gerakan Pramuka.



Maskot dan Logo Kemah Budaya Nasional 2015. Dalam setiap kegiatan kepramukaan, dua hal yang pasti ada adalah keberadaan logo dan maskot kegiatan, tidak terkecuali dalam Kemah Budaya Tingkat Nasional Tahun 2015. Logo adalah gambar, simbul, atau sketsa dengan makna tertentu, yang terntunya mewakili kegiatan yang diselenggarakan. Sedang maskot adalah orang, binatang, atau benda yg diperlakukan oleh suatu kelompok sebagai lambang pembawa keberuntungan atau keselamatan.

Maskot Kemah Budaya Nasional 2015


Lalu apa maskot dan logo kegiatan Kemah Budaya Tingkat Nasional Tahun 2015? Kegiatan yang akan diselenggarakan pada tanggal 3-8 Juni 2015 di di Bumi Perkemahan Tengku Buang Asmara, Desa Marempura Hilir, Kec. Mempura, Kabupaten Siak, Riau itu memiliki logo berupa burung engggang yang menggunakan seragam pramuka. Sedangkan logonya berupa lingkaran yang ditengahnya terdapat gambar Istana Siak, alat musik gambus dan marwas, serta gambar lambang Gerakan Pramuka, tunas kelapa.

Burung enggang disebut juga sebagai rangkong atau julang adalah burung dari famili Bucerotidae. Burung ini memiliki ciri khas paruh yang besar dengan bentuk khas yang menyerupai tanduk sapi. Indonesia memiliki hingga 14 jenis burung enggang. Berbagai jenis burung enggang tersebut hidup tersebar mulai dari Papua, Sulawesi, Kalimantan, hingga Sumatera. Lokasi hidup burung enggang salah satunya adalah di Riau, sehingga wajar jika burung enggang kemudian dijadikan maskot kegiatan Kemah Budaya Tingkat Nasional Tahun 2015 yang berlangsung di provinsi Riau.

Maskot Kemah Budaya Nasional 2015
Burung enggang menjadi maskot Kemah Budaya Nasional Tahun 2015


Logo Kemah Budaya Nasional 2015 dan Artinya


Logo Kemah Budaya Tingkat Nasional (KBN) Tahun 2015 adalah sebagai berikut.



Logo atau lambang tersebut memiliki arti sebagai berikut :

  1. Gambar Istana Siak melambangkan nilai sejarah kerajaan Siak
  2. Tunas kelapa berwarna merah melambangkan peserta Kemah Budaya Nasional adalah anggota pramuka penggalang
  3. Gambar alat musik gambus dan marwas melambangkan seni dan budaya melayu di kabupaten Siak Riau
  4. Tali yang melingkar melambangkan persaudaraan dalam merajut nilai budaya nusantara.
  5. Tulisan Kemah Budaya Nasional Tahun 2015 merupakan pelaksanaan Kemah Budaya Nasional yang diselenggarakan di Kabupaten Siak Provinsi Riau.
Tambahan informasi untuk para pramuka terkait dengan Istana Siak dan kerajaan Siak. Istana Siak (dikenal juga sebagai Istana Siak Sri Inderapura) adalah kediaman resmi Sultan Siak yang dibangun pada tahun 1889. Istana yang dijuluki sebagai Istana Matahari Timur ini memiliki luas 1.000 meter persegi. Dibangun dengan arsitektur bercorak Melayu, Arab, dan Eropa.

Istana Siak
Istana Siak yang masih berdiri hingga sekarang


Kerajaan Siak adalah sebuah Kerajaan Melayu Islam yang pernah berdiri di Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Kerajaan Siak berdiri pada tahun tahun 1723 dengan Sultan yang bernama Yang Dipertuan Besar Siak Sultan Abdul Jalil Syah. Kerajaan ini berdiri hingga tahun 1945 ketika Yang Dipertuan Besar Syarif Kasim Abdul Jalil Saifuddin (Sultan Syarif Kasim II) menyerahkan kekuasaannya dan bergabung dengan pemerintahan Indonesia. Tidak hanya sekedar bergabung, Sultan Syarif Kasim II juga berusaha membujuk raja-raja di Sumatera Timur lainnya untuk bergabung dengan Indonesia, bahkan memberikan bantuan sejumlah 13 juta gulden untuk pemerintah Indonesia.

Itulah sekilas mengenai maskot dan logo Kemah Budaya Nasional Tahun 2015. Dengan tambahan informasi tentang budaya di Kabupaten Siak, Riau terutama keberadaan Istana Siak dan sejarah kerajaan Siak.