Kontes desain Logo Jota-Joti Internasional Tahun 2016 telah berakhir. Pemenangnya pun telah diumumkan. Adalah logo hasil karya Mark Tan Wengson, seorang pramuka dari Georgetown, Penang, Malaysia yang kemudian ditetapkan sebagai pemenang dan menjadi logo resmi 59th Jamboree On The Air - 20th Jamboree On The Internet (JOTA-JOTI 2016).

Sebelumnya, WOSM (World Scout Bureau) menggelar kontes pembuatan logo 59th Jamboree On The Air - 20th Jamboree On The Internet (JOTA ke-59 dan JOTI ke-20) Tahun 2016.

Dalam kontes tahun ini, tampaknya para desainer pramuka asal Indonesia terpaksa harus puas menjadi finalis saja. Setelah pada penyelenggaraan kontes sebelumnya, desainer Indonesia memenangi hingga dua tahun berturut-turut, yakni pada 2015 dan 2014. Baca : Lagi, Pramuka Indonesia Menang Kontes Logo JOTA JOTI 2015 dan Pramuka Indonesia Juara Kontes Logo JOTA JOTI 2014.

Inilah logo resmi 59th Jamboree On The Air - 20th Jamboree On The Internet (JOTA-JOTI Internasional 2016).

Logo JOTA JOTI 2016
Logo JOTA JOTI 2016


Sedangkan logo-logo yang menjadi finalis dalam kontes desain Logo Jota-Joti Internasional Tahun 2016 ini adalah sebagai berikut.

Finalis Kontes Logo Jota Joti 2016
Finalis Kontes Logo Jota Joti 2016


JOTA dan JOTI merupakan kegiatan tahunan yang digelar sebagai ajang pertemuan bagi para pramuka. JOTA - JOTI Internasional diselenggarakan oleh WOSM (World Scout Bureau) bagi semua anggota di seluruh dunia dari berbagai golongan, mulai dari Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega, hingga pramuka dewasa sekalipun.

Dalam Jamboree On The Air atau JOTA para pramuka dapat bertemu, berbincang, dan bertukar pengalaman dengan menggunakan sarana radio amatir. Sedangkan dalam Jamboree On The Internet para pramuka tersebut menggunakan sarana berbagai media chating internet.

JOTA-JOTI Internasional tahun 2016 akan diselenggarakan pada tanggal 14-16 Oktober 2016.

Jadwal JOTA JOTI 2016


Selain penyelenggaraan Jota-Joti Internasional yang akan dihelat pada 14-16 Oktober 2016, sebelumnya juga akan diselenggarakan JOTA-JOTI Tingkat Nasional (Jamboree On The Air Nasional ke-77 dan Jamboree On The Internet Nasional ke-36) dan Asia-Pacific Regional Air/Internet Jamboree (APR-AIJ; JOTA-JOTI Asia Pasifik) Tahun 2016. Kedua kegiatan ini biasanya dilaksanakan secara bersamaan pada bulan Agustus.

Ingin Ikut dalam JOTA-JOTI 2016?


Kegiatan JOTA dan JOTi terbuka bagi seluruh anggota pramuka dari semua golongan usia. Baik pramuka siaga, penggalang, penegak, pandega, hingga pramuka dewasa dapat ikut serta dalam kegiatan ini. caranyanya pun tidak sulit. Salah satunya adalah dengan dengan menghubungi dan mendaftarkan diri di Sanggar Dewan Kerja Cabang (DKC), atau Stasiun JOT-JOTI di kabupaten atau kota masing-masing. Di sana, oleh kakak-kakak Dewan Kerja, peserta akan dipandu bagaimana cara mengikuti JOTA dan JOTI.

Cara berpartisipasi dalam JOTA dan JOTI secara lebih detail dapat juga dibaca dalam artikel : Cara Berpartisipasi dalam JOTA-JOTI.
Dalam Gerakan Pramuka terdapat tanda-tanda yang dikenakan oleh pramuka pada pakaian seragam pramuka. Tanda-tanda ini disebut sebagai Tanda Pengenal Gerakan Pramuka. Tahukah kamu beberapa tanda tersebut memiliki masa penggunaan. Beberapa tanda bahkan, seharusnya, tidak bisa digunakan terus menerus. Jika telah mencapai masa penggunaannya, tanda-tenda pramuka tertentu tersebut harus dilepas.

Hal ini yang masih tidak disadari. Sebuah tanda pengenal pramuka dikenakan secara terus menerus. Padahal telah melewati batas waktu penggunaan tanda tersebut. Sebagian dilakukan karena ketidaktahuan atau ketidakpahaman pemakainya terhadap masa penggunaan sebuah tanda yang dimilikinya. Sebagian lagi, sengaja melakukannya hanya untuk 'gaya-gayaan' belaka.

Beberapa tanda pengenal pramuka yang kerap kali masih digunakan meski masa penggunaannya telah habis antara lain adalah.

1. Tiska dan Tigor


Tiska
Tiska (Tanda Ikut Serta Kegiatan)


Tiska adalah Tanda Ikut Serta Kegiatan sedang Tigor adalah Tanda Ikut Serta Bakti Gotong Royong. Keduanya merupakan bagian dari Tanda Penghargaan Kegiatan yang diberikan kepada anggota muda Gerakan Pramuka yang telah aktif dalam kegiatan kepramukaan semisal Jambore Nasional, JOTA-JOTI, Raimuna, dan lain-lain. Selengkapnya baca: Tiska dan Tigor.

Masa Penggunaan Tiska dan Tigor adalah enam bulan semenjak diterimanya tanda tersebut. Setelah melewati masa enam bulan, tiska dan tigor yang diterima harus dilepas dari pakaian seragam pramuka dan cukup disimpan sebagai kenang-kenangan.

Ketentuan tentang masa penggunaan Tiska dan Tigor ini dimuat dalam SK Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 175 Tahun 2012 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka, Bab IV, Poin 3.

2. Bintang Tahunan


Bintang Tahunan Pramuka
Bintang Tahunan Pramuka


Bintang Tahunan adalah salah satu bentuk Tanda Penghargaan yang diberikan kepada anggota muda Gerakan Pramuka. Bintang Tahunan diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kesetiaan, kepatuhan, kerajinan, dan ketertiban seorang pramuka dalam mengikuti kegiatan-kegiatan kepramuka selama satu tahun penuh dan kelipatannya.

Masa penggunaan bintang tahunan adalah:

  1. Pada bintang tahunan yang satu golongan, penggunaannya mempunyai batas waktu hingga pemiliknya menerima bintang tahunan berikutnya pada golongan yang sama.
  2. Selama menjadi anggota muda Gerakan Pramuka (peserta didik) yaitu dengan pengenaan semua bintang tahunan tertinggi yang diperoleh di setiap golongan.


Agar lebih paham, simak contoh kasus sebagai berikut. Anita seorang pramuka yang aktif sehingga mendapatkan bintang tahunan berkali-kali pada golongan yang berbeda-beda, yaitu:

  • Saat Pramuka Siaga mendapat dua kali, yaitu Bintang Tahunan Siaga (BTS) I dan BTS II
  • Saat Pramuka Penggalang mendapat tiga kali, yaitu Bintang Tahunan Penggalang (BTG) I, BTG II, dan BTG III
  • Saat Pramuka Penegak mendapat satu kali yaitu, Bintang Tahunan Penegak (BTT) I
  • Saat Pramuka Pandega mendapat dua kali yaitu, Bintang Tahunan Pandega (BTD) I dan BTD II
Sehingga Bintang Tahunan yang dikenakan oleh Anita adalah sebagai berikut.
  • Saat Siaga pertama kali mendapat, mengenakan BTS I
  • Saat Siaga setelah menerima BTS II, maka mengenakan BTS II sedang BTS I tidak lagi dipakai.
  • Saat Penggalang pertama kali, maka mengenakan BTS II
  • Saat Penggalang setelah menerima BTG I, maka mengenakan BTS II dan BTG I
  • Saat Penggalang setelah menrrima BTG II, maka mengenakan BTS II dan BTG II (BTG I tidak dikenakan lagi).
  • Saat Penggalang setelah menerima BTG III, maka mengenakan BTS II dan BTG III
  • Saat Penegak pertama kali, maka mengenakan  BTS II dan BTG III
  • Saat Penegak setelah menerima BTT I, maka mengenakan BTS II, BTG III, dan BTT I
  • Saat Pandega pertama kali, maka mengenakan BTS II, BTG III, dan BTT I
  • Saat Penegak setelah menerima BTD I, maka mengenakan BTS II, BTG III, BTT I, dan BTD I
  • Saat Penegak setelah menerima BTD II, maka mengenakan BTS II, BTG III, BTT I, dan BTD II
  • Saat menjadi Pembina, maka tidak mengenakan Bintang Tahunan.


Ketentuan tentang masa penggunaan diatur dengan SK Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 175 Tahun 2012 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka, Bab IV.

3. Tanda Kecakapan Khusus


TKK Pramuka


Tanda Kecakapan Khusus atau TKK merupakan salah satu bentuk Tanda Kecakapan dalam Tanda Pengenal Gerakan Pramuka. TKK diberikan kepada peserta didik setelah memenuhi Syarat Kecakapan Khusus. TKK terdiri atas satu tingkatan untuk Siaga dan tiga tingkatan (Purwa, Madya, dan Utama) untuk Penggalang, Penegak, dan Pandega. Contohnya adalah TKK Pengamat dan TKK Berkemah.

Masa penggunaan Tanda Kecakapan Khusus adalah :

  1. Selama menjadi anggota peserta didik dalam golongan tersebut. Sehingga TKK Siaga harus dilepas saat sudah menjadi Penggalang dan TKK Penggalang harus dilepas setelah menjadi Penegak. Terkecuali TKK Penegak yang masih tetap bisa dipakai meskipun telah menjadi Pandega.
  2. Jika memiliki TKK yang tingkatnya lebih tinggi maka TKK yang lebih rendah dilepas. Contohnya ketika sudah memperoleh TKK Penabung tingkat Madya, maka TKK Penabung tingkat Purwa tidak boleh digunakan lagi.

4. Bagde Satuan Karya


Bagde Satuan Karya (Saka) adalah bentuk Tanda Satuan dalam Tanda Pengenal Gerakan Pramuka yang menyatakan seorang pramuka tergabung dalam Satuan Karya Pramuka tertentu.

Masa penggunaan Tanda satuan Karya Pramuka adalah:
  1. Selama menjadi anggota Satuan Karya tersebut
  2. Selama mengikuti kegiatan Satuan Karya
Sehingga setelah selesai mengikuti kegiatan Satuan Karya dan kembali ke gugusdepan, maka tanda Satuan Karya ini harus dilepas dan diganti dengan Tanda Gugusdepan (Ambalan).

5. Lencana Nasional Gerakan Pramuka


Lencana Nasional Pramuka
Lencana Nasional Gerakan Pramuka


Lencana Nasional Gerakan Pramuka adalah lencana yang kenakan oleh andalan Kwartir Nasional, anggota Majelis Nasional, anggota Dewan Kerja Nasional, dan anggota pramuka yang bertugas sebagai perwakilan Kwarnas pada kegiatan di luar negeri. Lencana ini dipasang di lengan baju sebelah kanan.

Masa penggunaan lencana ini adalah : 
  1. Selama melaksanakan tugas sebagai andalan Kwartir Nasional, anggota Majelis Nasional, atau anggota Dewan Kerja Nasional.
  2. Selama melaksanakan tugas sebagai perwakilan / kontingen Gerakan Pramuka pada kegiatan di luar negeri.
Sehingga setelah selesai dari kegiatan di luar negeri dan kembali ke satuan masing-masing makan Lencana Nasional ini diganti dengan Tanda Wilayah (Badge Kwarda) masing-masing.

Itulah beberapa contoh masa penggunaan tanda pengenal pramuka yang kerap kali dilanggar oleh anggota pramuka.
Menambah daftar koleksi lagu pramuka, kali ini Pramukaria menghadirkan sebuah video lagu pramuka dengan judul Pramuka Indonesia. Video ini berisikan sebuah lagu pramuka legendaris dengan judul Pramuka Indonesia.

Sebelumnya, juga telah diposting sebuah video lagu pramuka dengan judul yang sama, Pramuka Indonesia. Sebuah lagu pramuka kontemporer yang lebih ngepop yang diciptakan dan dinyanyikan oleh grup band Trivia. Baca : Lagu Pramuka by Trivia.

Lagu Pramuka Indonesia


Lagu dengan judul Lagu Pramuka ini memiliki lirik yang sangat sederhana. Mengajak kita semua untuk menggeluti dunia kepramukaan yang penuh keriangan dan kegembiraan.

Video Lagu Pramuka Indonesia


Inilah video lagu Pramuka Indonesia tersebut. Video tersebut telah diunggah ke situs berbagi video Youtube namun dapat juga diputar langsung di blog ini. Untuk memutar dan menontonnya silakan klik tombol play (segitiga) di bawah ini.



Lirik Lagu Pramuka Indonesia


Lirik lagu Pramuka Indonesia tergolong singkat dan sederhana. Liriknya adalah sebagai berikut:

PRAMUKA INDONESIA

Kau pramuka kau pramuka
Aku cinta kau pramuka
Mari kita berpramuka
Yang selalu riang gembira
Siapa saja boleh semua ikut
Asal saja suka dan rela
Mari kita menjadi pramuka
Pramuka Indonesia

Dengan lirik yang sederhana dan singkat tersebut, tentunya akan memudahkan bagi setiap pramuka untuk ikut serta menyanyikan lagu ini.
Logo dan Maskot Jambore Nasional X 2016 akhirnya resmi dirilis. Launching logo dan maskot resmi ini dilakukan langsung oleh Ketua Kwartir Nasional, Kak Adhyaksa Dault di sela-sela kegiatan Rapat Kerja Nasional di Taman Rekreasi Wiladatika, (TRW), Cibubur, Jakarta.

Adapun logo Jambore Nasional (Jamnas) 2016 secara umum disesuaikan dengan dengan tema “Keren, Gembira, Asyik”.

Sedangkan maskot kegiatan Jambore Nasional X Tahun 2016 adalah sepasang karakter pramuka yang diberi nama Si Bon dan Si Ela. Nama keduanya diambil dari nama salah satu jenis elang yakni Elang Bondol (Haliastur indus). Burung Elang Bondol merupakan salah satu hewan langka dan dilindungi yang sekaligus menjadi maskot provinsi DKI Jakarta, tempat diselenggarakannya Jamnas X 2016 kali ini.

Tentang logo dan maskot Jambore Nasional ini telah disyahkan melalui SK Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 005B Tahun 2016 tentang Logo Jambore Nasional Gerakan Pramuka X Tahun 2016 dan SK Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 005BA Tahun 2016 tentang Maskot Jambore Nasional Gerakan Pramuka X Tahun 2016.

Berikut uraian selengkapnya mengenai logo dan maskot Jambore Nasional X 2016.

Logo & Maskot jamnas 2016
Logo & Maskot jamnas 2016

Logo Jambore Nasional X 2016


Secara visual, logo Jamnas kali ini bercerita tentang keluwesan, modern, dinamis dan ceria, serta serasi. Karenanya logo mempergunakan perpaduan warna-warna yang berani. Hal ini menegaskan pesan bahwa seorang Pramuka Penggalang adalah patriot yang gembira.

Logo ini sendiri merupakan hasil dari Sayembara Logo, Maskot, dan Lagu Jambore Nasional yang digelar oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Adalah Kak Situr Kuswantoro (Solo, Jateng) yang kemudian menjadi pemenang Sayembara Logo Jamnas 2016.

Logo ini kemudian dimodifikasi oleh Kak Taufik Umar Prayoga. Kak Taufik Umar Prayoga merupakan anggota pramuka yang pernah menjuarai Sayembara Pembuatan Logo JOTA-JOTI Internasional Tahun 2014.

Logo Jamnas X Tahun 2016 adalah sebagai berikut.

Logo jamnas X 2016
Logo Jamnas X 2016


Dalam logo ini terdapat berbagai gambar dan tulisan dengan keterangan dan maknanya sebagai mana berikut:

Logogram Logo Jamnas 2016:

  1. Huruf J, mewakili simbol jambore yang modern
  2. Pepohonan, di antara tapak kemah berdiri pohon-pohon yang memberikan pesan akan keteguhan, harmonisasi, dan kelestarian alam
  3. Tugu Monas, sebagai penanda bahwa lokasi Jambore Nasional kali ini berlokasi di Ibukota Negara. 
  4. Kemah, tiga tenda menyiratkan makna Trisatya Pramuka Penggalang
  5. Cikal, lambang Gerakan Pramuka, penanda bahwa Jambore Nasional 2016 diselenggarakan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
  6. WOSM, Gerakan Pramuka sebagai bagian dari organisasi kepanduan dunia
Tipografi Logo Jamnas 2016:
  1. Penggunaan font "Futura Md Bt" dengan garis tegas dan tebal melambangkan tekad yang kuat dan berkarakter sebagai tekad Jambore Nasional X tahun 2016
Warna Logo Jamnas 2016:
  1. Hijau, mengekspresikan pertumbuhan, pembaharuan. keseimbangan jiwa-jiwa tunas muda
  2. Merah, melambangkan semangat muda yang berani, matang, dan tegas
  3. Ungu, mengekspresikan kreatifitas, imajinatif, dan kebijaksanaan serta keluruhan budi tunas bangsa
  4. Hitam, menegaskan kekokohan, elegan, dan tangguh

Maskot Jambore Nasional X 2016


Adapun maskot Jamnas X Tahun 2016 diberi nama "Si Bon & Si Ela". Nama keduanya diambil dari nama burung Elang Bondol (Haliastur indus). Burung ini merupakan salah satu burung langka dan dilindungi yang sekaligus menjadi maskot provinsi DKI Jakarta, tempat diselenggarakannya Jamnas X 2016 kali ini.

Maskot ini merupakan hasil dari Sayembara Logo, Maskot, dan Lagu Jambore Nasional yang digelar oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Pemenangnya adalah Kak Agus Sudiyanto (Klaten, Jawa Tengah). Sama seperti logo Jamnas 2016, maskot ini pun telah dimodifikasi oleh Kak Taufik Umar Prayoga.

Berikut ini maskor Jambore Nasional 2016.

Maskot Jamnas X 2016
Si Bon dan Si Ela, Maskot Jamnas X 2016

  1. Maskot menggunakan seragam Pramuka Penggalang lengkap dengan atribut sesuai dengan aturan yang berlaku dan merupakan representasi penggalang putra dan putri.
  2. Acungan ibu jari dan lambaian tangan bila dijumlahkan adalah enambelas, sebagai simbol tahun 2016 dimana Jambore Nasional dilaksanakan.
  3. Senyuman maskot sebagai simbol sambutan yang ramah dan ucapan selamat datang dalam kegiatan Jambore Nasional 2016 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta.
  4. Bendera regu elang dan bendera regu melati sebagai simbol kepemimpinnan dan belajar memimpin dalam Gerakan Pramuka.
  5. Warna pakaian maskot merupakan warna khas Gerakan Pramuka.


Logo dan maskot tersebut yang menjadi logo resmi dan maskot resmi Jambore Nasional X Tahun 2016.

Jamnas 2016 sendiri akan diselenggarakan pada tanggal 14 - 21 Agustus 2016 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta. Diperkirakan tidak kurang dari 22 ribu anggota pramuka penggalang se-Indonesia akan mengikuti kegiatan tersebut.

Lagi, sebuah pengalaman perkemahan dengan judul Buper Sekipan Tawangmangu Menyimpan Cerita. Pengalaman bersama pramuka ini ditulis oleh Samaroh Zulfa Muntoha, saat mengikuti kegiatan Ujian Perkemahan di Bumi Perkemahan Sekipan Kalisoro yang terletak di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Zulfa, panggilan dari Samaroh Zulfa Muntoha, adalah Pramuka Penegak dari gugusdepan yang berpangkalan di SMA Negeri 1 Sukoharjo. Kegiatan Ujian Perkemahan di Buper Sekipan Tawangmangu, telah memberikan cerita tersendiri yang tidak hanya layak untuk disimpan namun juga dibagi kepada pembaca Blog Pramukaria. (Red.)

-----

Ujian Perkemahan (UP) merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Ambalan Arjuna Srikandi yang berpangkalan di SMA Negeri 1 Sukoharjo (SMANJIKO). Kegiatan ini sebagai salah satu indikator pencapaian yang diraih peserta didik Pramuka Penegak kelas X selama latihan rutin di semester satu. Bentuk kegiatan Ujian Perkemahan ini berupa perkemahan 3 hari 2 malam dengan bentuk penilaian individu dan beregu. Penilaian individu diharapkan dapat menggali potensi peserta didik yang berada di Pangkalan SMA Negeri 1 Sukoharjo. Adapun kegiatan yang bersifat beregu dapat meningkatkan kerjasama diantara peserta didik. Ujian Perkemahan ini juga sebagai upaya dalam pembentukan karakter peserta didik dalam hal kemandirian, kerjasama dan memupuk jiwa nasionalisme bangsa.


Logo kegiatan Ujian Perkemahan
Logo kegiatan Ujian Perkemahan SMAN 1 Sukoharjo


UP X diselenggarakan di Bumi Perkemahan Sekipan Kalisoro Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar pada tanggal 20 - 22 Oktober 2015. Sekipan sendiri merupakan sebuah bumi perkemahan seluas 47 ha yang terletak di daerah berketinggian 1.050 meter di atas permukaan laut (dpl). Dengan topografi yang berupa perbukitan, suhu di bumi perkemahan ini cukup sejuk dan segar dengan temperatur berkisar antara 18-24 °C. Apalagi ditambah dengan bentangan hutan pinus dan hutan alam serta aneka tumbuhan anggrek liar yang semakin membuat panorama di buper ini memikat.

Pesona lainnya adalah adanya sungai yang membelah area bumi perkemahan. Airnya jernih, bening, dan menyegarkan. Keindahan dan pesona Sekipan tambah komplit dengan adanya aneka wana wisata di sekitarnya seperti air terjun, perkebunan stroberi dan outbond area. Berkemah di Sekipan Kalisoro serasa mengunjungi hutan dalam film Twilight.

Peserta dalam kegiatan kali ini adalah Anggota Kelas X sejumlah 434 siswa. Kegiatan diisi dengan berbagai Giat Prestasi. Giat Prestasi Individu yaitu Ujian Tulis dan Gelar Potensi Siswa. Sedangkan Giat Prestasi Beregu yaitu K3 (Kebersihan, Kerapian dan Keindahan), Ujian Praktek dan Pentas Seni.

Setelah melalui perjalan selama kurang lebih satu setengah jam, kami tiba di Bumi Perkemahan Sekipan Kalisoro Kecamatan Tawangmangu. Setibanya di buper kami langsung mendirikan tenda. Kegiatan pertama adalah Upacara Pembukaan dan Ujian Tulis Individu. Materi yang diujikan dalam ujian individu adalah sejarah kepramukaan di Indonesia dan sejarah kepramukaan dunia, teori peta, per-sandi-an dan pengetahuan umum lainnya. Ujian dilaksanakan dengan kejujuran. Dalam melaksanakan ujian tulis saya tidak memiliki kesulitan yang berarti karena semua materi yang diujikan telah diajarkan pada latihan rutin hari jumat sebelumnya.


Ujian Kepramukaan di Buper Sekipan
Ujian tertulis dalam Ujian Kepramukaan SMA Negeri 1 Sukoharjo di Buper Sekipan Tawangmangu

Setelah istirahat sejenak, kegiatan dilanjutkan dengan Gelar Potensi Siswa (GPS). GPS adalah perlombaan yang berisi penampilan bakat secara individu dari masing-masing peserta. Pelaksanaan GPS dibagi dari berbagai kelompok, dimana di setiap kelompok didampingi oleh anggota Dewan Penegak. Pemenang GPS perkelompok akan maju ke babak final yang akan digelar pada keesokan harinya. Berbagai bakat seperti pencak silat, menyanyi, menari dan bermain sulap ditampilkan. Saya yang hanya menampilkan tembang geguritan (puisi dalam bahasa Jawa) tidak lolos ke babak selanjutnya (final). Namun salah satu teman sekelasku berhasil masuk babak final lewat atraksi menyanyi sambil bergitar.

Malamnya, udara di Bumi Perkemahan Sekipan Kalisoro terasa sangat dingin hingga membuatku kesulitan untuk tidur. Untung salah satu teman satu sangga bersedia berbagi sleeping bag-nya denganku. Satu pelajaran tidak terlupakan dari Sekipan malam itu; jangan lupa membawa sleeping bag (kantung tidur) saat berkemah di Sekipan.

Kegiatan hari kedua adalah Ujian Praktek yang dilaksanakan per-sangga. Materi yang diujikan adalah PBB (peraturan baris berbaris), KIM, peta (peta lapangan dan peta panorama), menaksir, survival, semboyan dan sandi, seni kerajinan, pengetahuan umum, dan tali temali. Saya sempat kesulitan saat berada di pos survival. Hal ini dikarenakan saya tidak tahu bahan makanan yang dapat diperoleh di alam.

Siang harinya, setelah isoma (istirahat, solat, dan makan) kami melaksanakan outbond. Petamanya kami dikumpulkan di lapangan dan dibagi dalam beberapa kelompok. Semula saya mengiira pembagian kelompok sesuai sangga, namun ternyata kami dikelompokan secara terpisah. Awalnya saya merasa canggung, namun saya mencoba mengakrapkan diri dengan teman satu kelompok meskipun berasal dari kelas yang berbeda. Outbond dibagi menjadi beberapa pos dimana di setiap pos kami harus menyelesaikan tantangan dengan baik dan mengalahkan regu lain. Ada peraturan pada outbond yaitu jika melakukan kesalahan harus berkata "Teman-teman aku minta maaf ya, tetep semangat" dan harus di jawab dengan "Iya aku maafin tetap semangat juga". Tentu saja mengatakannya dengan gaya yang tidak biasa. Saya malu karena banyak melakukan kesalahan. Tetapi ternyata dengan meminta maaf kepada setiap anggota kelompok memnjadikan kami semakin akrab. Saat apel sore ada pengumuman kelompok outbond terbaik, ternyata kelompokku menjadi juara 3. Saya senang walaupun hadiahnya hanya snack kecil tapi kami merasa bangga karena dapat bekerjasama dengan baik.

Malamnya setelah menjalankan sholat magrib kami mempersiapkan diri untuk malam api unggun. upacara api unggun dilaksanakan dengan penyalaan api dasadarma. Malam api unggun dimeriahkan dengan pensi (pentas seni antar kelas). Kelas saya mengangkat musik genre jazz, dengan lagu berjudul “gaza tonight” yang dikolaborasikan cahaya senter.

Api Unggun di Buper Sekipan
Api Unggun dalam Ujian Kepramukaan SMA Negeri 1 Sukoharjo di Buper Sekipan

Hari terakhir di Bumi Perkemahan Sekipan kami sibuk dengan packing (pengemasan) perlengkapan pribadi maupun sangga. Selepas mengemas barang kami mengikuti upacara penutupan. Saat upacara penutupan inilah diumumkan sangga tergiat, peserta GPS terbaik, dan pensi terbaik. Sayangnya tidak satupun yang dapat saya raih.

Walaupu pulang tanpa gelar tapi saya senang mengikuti UP X. Semua pegal dan nyeri terbayar oleh canda tawa di Buper Sekipan dengan segala pesona keindahannya. Pohon yang menyapa saat kami datang. Angin yang menyambut dengan keramahanya. Inilah Sekipan Menyimpan Cerita.

Baca Juga:

  1. Kemenangan Tak Terlupakan LKBBT di Balaikota Bogor
  2. Bumi Perkemahan Kaligua Penuh Cerita



Indah Yusnia FR
BIODATA PENULIS
Penulis, Samaroh Zulfa Muntoha (Zulfa) adalah Pramuka Penegak di pangkalan gugusdepan SMA Negeri 1 Sukoharjo, Jawa Tengah. 


Ingin berbagi pengalaman bersama pramuka seperti tulisan Samaroh Zulfa Muntoha tentang "Bumi Perkemahan Sekipan Tawangmangu Menyimpan Cerita" di atas? Tulis dan kirimkan ke redaksi Blog Pramukaria. Setiap pengalaman yang terpilih untuk dimuat, akan memperoleh pulsa seluler sebesar Rp 50.000 (lima puluh ribu rupiah). Baca ketentuannya di halaman : Pengalamanku Bersama Pramuka.


Ada sebuah pertanyaan yang menggelitik; Bagaimana ring kacu leher atau cincin pengikat setangan leher pramuka yang benar?. Ring kacu leher (setangan leher) atau disebut juga cincin kacu leher (setangan leher) adalah bagian dari kacu leher atau setangan leher pramuka.

Saat dikenakan, kacu leher atau setangan leher pramuka di bagian leher sebelah depan diikat dengan menggunakan cincin atau ring.

Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah, bagaimana bentuk, ukuran, warna, bahan, dan ketentuan-ketentuan lain terkait dengan cincin atau ring kacu leher ini. Apakah ada perbedaan antara cincin setangan leher yang dikenakan anggota pramuka putra dengan anggota pramuka putri? Adakah perbedaan antara yang digunakan oleh anggota muda (Siaga, Penggalang, Penegak, dan pandega) dengan anggota dewasa (Pembina, anggota Mabi, dll)?.

Yang umum kita jumpai dijual bebas adalah cincin setangan leher dengan lambang Gerakan Pramuka (tunas kelapa) dan warna dasar sesuai dengan golongan usia didik pramuka. Pramuka siaga berwarna dasar hijau, pramuka penggalang dengan warna dasar merah, dan warna kuning dan coklat untuk pramuka penegak dan pandega.

Namun tidak jarang juga kita jumpai ring kacu leher yang dibuat dari jalinan rotan atau bambu (dengan simpul cincin). Cincin setangan leher dengan berbagai gambar atau logo terkait kepramukaan juga bisa dengan mudah kita jumpai. Bahkan ada juga cincin kacu leher dengan menggunakan batu akik!

Cincin (Ring) Setangan Leher
Seorang pramuka penggalang dengan ring setangan lehernya


Untuk menjawab pertanyaan, bagaimana cincin atau ring kacu leher yang benar, kita harus mengacu pada peraturan yang berlaku di Gerakan Pramuka. Salah satunya adalah Petunjuk Penyelenggaraan tentang Pakaian Seragam Pramuka sebagaimana ditetapkan melalui Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 174 Tahun 2012.

Dalam Jukran Pakaian Seragam Anggota Gerakan Pramuka tersebut hanya terdapat kalimat "dikenakan dengan cincin (ring) setangan leher" sebagai point angka d) dalam pembahasan tentang setangan leher pramuka. Dalam bagian tersebut disebutkan bahan, bentuk, cara melipat, dan cara mengenakan setangan leher pramuka yang salah satu bagiannya menyebutkan bahwa kacu leher tersebut dikenakan dengan cincin (ring) setangan leher.

Lalu bagaimana bentuk, bahan, ukuran, dan warna ring (cincin) setangan leher. SK Kwarnas Nomor 174 tahun 2012 tersebut tidak merincinya.

Di berbagai peraturan yang berlaku di dalam Gerakan Pramuka lainnya pun tidak ada satupun yang secara jelas menyebutkan bentuk, bahan, ukuran, dan warna ring (cincin) setangan leher.

Artinya apa? Artinya setiap anggota Gerakan Pramuka memiliki kebebasan untuk mengenakan model cincin (ring) setangan leher yang disukai. oleh-boleh saja seorang anggota pramuka mengikat setangan lehernya dengan cincin setangan leher jadi yang telah dijual umum ataupun membuat sendiri dari berbagai bahan dan desain, bahkan jika diperlukan menggunakan 'ring darurat' yang yang dibuat dari bahan-bahan seadanya.

Dengan mengenakan ring setangan leher buatan sendiri justru akan menunjukkan kreatifitas seorang pramuka. Semisal ring setangan leher yang dibuat dari anyaman tali, anyaman kabel bekas, potongan pipa pralon dan barang-barang bekas lainnya yang didesain dan dibentuk sendiri. Masing-masing pramuka boleh mengenakan cincin (ring) setangan leher dari bahan apapun, dengan bentuk dan model yang bagaimanapun, dan warna apapun!

Kalau bebas berarti tidak ada batasan, dong! Meskipun bebas mengenakan cincin (ring) setangan leher dengan bahan, bentuk, bahan, dan warna apapun, seorang pramuka tetap dibatasi dengan norma agama, norma negara, dan adat istiadat masyarakat setempat. Sehingga cincin (ring) setangan leher yang dibuat dan dikenakan jangan sampai melecehkan setangan leher, pramuka, agama tertentu, negara, serta adat istiadat dan budaya masyarakat setempat.

Baca Juga:
TTS atau Teka Silang Pramuka 13 ini merupakan sebuah Teka Teki Silang yang berisikan materi-materi seputar pengetahuan kepramukaan. Tentunya TTS Pramuka inipun telah ditambahi dengan beberapa materi pengetahuan umum lainnya.

Sebelumnya, Blog Pramukaria telah merilis beberapa TTS Pramuka yang lebih sederhana. Keduanya dapat dilihat dan dikerjakan di Teka Teki Silang (TTS) Pramuka Interaktif dan Scout Puzzle Cari Kata Tentang Pramuka dan Kepramukaan.

Seperti TTS Pramuka sebelumnya, Teka Teki Silang Pramuka 13 ini pun dapat dikerjakan secara langsung. Selain itu, dapat juga didownload untuk dikerjakan secara offline.

Teka Teki Silang Pramuka ini memiliki bentuk yang simetris sehingga lebih indah dan terlihat rapi. Terdiri atas 32 nomor pertanyaan baik menurun maupun mendatar.

TTS Pramuka
TTS Pramuka



Petunjuk Pengerjaan TTS Pramuka 13


Untuk mengerjakan Teka Teki Silang ini cukup gampang.

  1. Klik pada kotak TTS pada bagian yang ingin dikerjakan. Kotak akan ditandai dengan warna kuning dan hijau.
  2. Pertanyaan untuk baris mendatar atau menurun pada kotak yang dipilih tersebut akan ditandai dengan warna merah di bagian bawah.
  3. Ketikkan jawaban secara langsung dan kotak akan terisi.
  4. Untuk mengecek jawaban sudah benar atau belum, klik tombol "Check" di pojok kiri atas. Kotak yang salah akan ditandai dengan silang merah.
  5. Jawaban dapat diedit.




Bermasalah saat memainkan TTS Pramuka 13 ini? Atau TTS tidak dapat muncul secara sempurna? Jika bermasalah silakan klik DI SINI untuk mengerjakan.

Pertanyaan, baik mendatar dan menurun sudah tertera pada TTS di atas di atas. Namun untuk mempermudah, ada baiknya ditampilkan ulang secara langsung di sini.

Pertanyaan Mendatar

1 Anggaran Rumah Tangga
3 Bahan peledak
7 Angkatan Darat
8 Diulang; kata perintah dalam PBB
9 Zat yg dihasilkan hati yg berguna untuk mencerna lemak
10 Negara Kesatuan Republik Indonesia
12 Hal atau pokok yg akan dibicarakan
13 Lomba Tingkat
14 Salah satu pemimpin agama dalam agama Islam
17 Satuan terkecil dalam Satuan Karya
19 olah; perbuatan; tindakan
20 Simpul untuk menyambung dua tali yang tidak sama besar
24 Kata depan
25 Golongan peserta didik pramuka
26 Nama kayu
28 Satuan Karya Pramuka cinta laut
29 Seni (ing.)
30 Los Angeles
31 Satuan berat
32 Diulang, perhiasan di jari

Pertanyaan Menurun

1 Panggilan kepada anggota pramuka yang lebih muda
2 Taksi (ing.)
3 Nama hewan langka di Indonesia
4 Warna dasar untuk pramuka penggalang
5 Angkatan Perang Ratu Adil
6 Hari besar agama Islam
11 Rencana Kerja Tahunan
15 Kemampuan bertahan hidup di alam bebas
16 Dan (ing.)
18 Lari (ing.)
21 Yayasan Penyayang Anak
22 Tingkatan SKU Penggalang
23 Aba-aba pelaksanaan untuk gerakan meninggalkan tempat dalam PBB
25 Contoh aba-aba peringatan dalam PBB
26 Jamboree on The Air
27 Alat untuk membuat simpul

Download TTS Pramuka 13


Bagi Kakak dan Adik yang ingin mendownload TTS Pramuka ini dalam versi dokumen PDF, silakan KLIK DI SINI. Sedang untuk versi file interaktif yang dapat dikerjakan secara offline, silakan KLIK DI SINI.
Perisaiku menjadi salah satu judul lagu pop pramuka. Lagu pramuka ini diciptakan dan dinyanyikan oleh grup band Quarta. Kehadiran lagu pramuka 'Perisaiku' dengan genre pop ini tentunya menambah panjang daftar lagu pramuka kontemporer seperti Pramuka Indonesia (Trivia), Ayo Pramuka (Baba Blacksheep), Satria Pramuka (Belboys).

Juga lagu-lagu pramuka terbaru seperti Aku Anak Pandu (Kakek Abbas); Tenda dan Cinta Simpul Mati (LO. Band), serta Sebatas Patok Tenda (Briptu Adam Ahmad).

Sedikit berbeda dengan lagu-lagu pramuka lainnya yang kental dengan istilah-istilah kepramukaan, lagu Perisaiku ini tidak sekalipun menyebut kata pramuka, Gerakan Pramuka, maupun kepramukaan dalam lirik lagunya.

Namun liriknya yang mengajak semua pramuka Indonesia untuk menghadapi masa-masa dewasa dengan kebersamaan kental sekali dengan nilai-nilai kepramukaan. Saling menjaga, saling percaya, tulus setia tak ada dusta. Bergandeng tangan tak terpisahkan, satukan rasa suka dan duka. Demikian sedikit lirik lagu yang terdapat dalam reff lagu pop pramuka ini.

Perisaiku Lagu Pramuka
Perisaiku, Lagu Pramuka


Video Lagu Perisaiku


Untuk menambah koleksi lagu kepramukaan, Blog Pramukaria telah membuat lagu Perisaiku ini dalam format video. Video lagu pramuka yang juga dilengkapi dengan lirik tersebut dapat ditonton secara gratis di situs berbagi video, Youtube.

Selain itu Lagu Pramuka Perisaiku dapat pula diputar langsung di sini dengan mengklik tombol putar di bawah ini.



Lirik Lagu Perisaiku


Lirik lagu Perisaiku ciptaan Quarta ini adalah sebagai berikut

Perisaiku (Quarta)

Sekarang kita di sini
Sekarang kita sama dewasa
Tak ada yang berubah

Hadapi semua bersama
Kita kan mengalahkan dunia
Tunjukkan pada semua

jangan pernah ada
Satu rasa yang berbeda
Karena kita semua sama

Saling menjaga saling percaya
Tulus setia tak ada dusta
Bergandeng tangan tak terpisahkan
Satukan rasa suka dan duka

Kita sempurna jika bersama
Jadilah jadilah kau perisaiku

Lihat juga : Daftar Lengkap Lagu dan Yel Pramuka

Seperti yang dibilang oleh Quarta, Kita sempurna jika bersama, jadilah kau perisaiku!
Di dalam pramuka dan kepramukaan ternyata sering kali terdapat 'salah kaprah'. Kaprah sendiri memiliki arti lazim, sehingga salah kaprah adalah kesalahan yang saking umum (sering) dilakukan sehingga dianggap lazim, bahkan dianggap tidak salah. Karena itu, salah kaprah dalam kepramukaan ini adalah segala hal yang seharusnya salah namun biasa dilakukan dan dianggap lumrah (bahkan dianggap benar).

Apa saja salah kaprah dalam pramuka itu? Blog Pramukaria mencatat sedikitnya delapan salah kaprah yang sering ditemukan di dalam kepramukaan dan Gerakan Pramuka. salah kaprah ini bisa saja dilakukan oleh orang-orang di luar kepramukaan, bahkan oleh anggota Gerakan Pramuka sendiri.

1. Hari Ulang Tahun Pramuka


Di berbagai kesempatan masih saja sering kita mendengar orang mengatakan 'Hari Ulang Tahun Pramuka' untuk menyebut peringatan yang dirayakan pada tanggal 14 Agustus.

Ini sebenarnya salah kaprah! Dalam Gerakan Pramuka tidak dikenal istilah peringatan Hari Ulang Tahun. Yang ada adalah Hari Pramuka yang diperingati setiap tanggal 14 Agustus. Di mana sejak tahun 1960-an berbagai pihak (termasuk pemerintah) berusaha untuk menyatukan gerakan kepanduan di Indonesia. Puncaknya pada tanggal 20 Mei 1961 terbitlah Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961 yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan di Indonesia. Tindak lanjutnya, pada tanggal 14 Agustus 1961 dilakukan pelantikan Mapinas (Majelis Pimpinan Nasional), Kwartir Nasional, dan Kwarnari oleh Presiden RI, Ir. Soekarno, dilanjutkan dengan penganugerahan panji-panji kepramukaan. Tanggal 14 Agustus inilah yang kemudian diperingati sebagai Hari Pramuka setiap tahunnya.

Tentang penggunaan istilah Hari Pramuka, jelas tertuang dalam Anggaran Dasar (Bab I Pasal 1 Ayat (6)). Tentang ini dapat pula membaca sejarah kepramukaan di Indonesia.

2. Kacu Leher Tidak Boleh Menyentuh Tanah


Salah kaprah kedua dan yang masih terus terjadi adalah adanya larangan kacu leher menyentuh tanah. Kacu leher dianggap sebagai perlambang bendera Merah Putih yang harus dihormati layaknya bendera merah putih.

Mitos ini kerap diturunkan dari pembina pramuka ke adik didiknya maupun dari senior kepada yuniornya. Jika ada yang pramuka yang setangan lehernya sampai menyentuh tanah atau kotor, maka siap-siap menerima sanksi berat. Karena membiarkan kacu leher menyentuh tanah sama halnya dengan membiarkan bendera merah putih menyentuh tanah. Dan itu pelecehan besar terhadap negara dan bangsa!

Padahal kacu leher atau setangan leher pramuka, bukanlah bendera merah putih. Pengertian, bentuk, penggunaan, dan aturan tentang bendera merah putih dimuat dalam Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Dalam peraturan tersebut jelas, kacu leher pramuka bukanlah bendera merah putih.

Kacu Leher Pramuka
Seorang pramuka melakukan kegiatan dengan tetap menggunakan kacu lehernya


Berbagai peraturan dalam Gerakan Pramuka (mulai dari UU Nomor 12 Tahun 2010; SK Kwarnas; maupun Surat Edaran) tidak ditemukan satupun yang melarang setangan leher pramuka menyentuh tanah. Selengkapnya bisa dibaca: Bolehkan Setangan leher Menyentuh Tanah?

Jadi kacu leher pramuka tidak boleh menyentuh tanah adalah sebuah salah kaprah (bahkan mitos) yang berlaku turun menurun tanpa dasar! Padahal seharusnya kacu leher pramuka adalah salah satu bagian dari tanda pengenal pramuka (layaknya Tanda WOSM, TKU; Tanda Regu) juga salah satu bagian dari seragam pramuka. Baik sebagai tanda pengenal maupun seragam pramuka, sudah seharusnya kita jaga, rawat, dan hormati tetapi jangan berlebihan.

3. Ikatan Pangkal


Penyebutan "pangkal" (dan juga "jangkar") sebagai sebuah ikatan adalah salah kaprah selanjutnya. Menyebut sebagai 'Ikatan pangkal' dan 'Ikatan Jangkar' bisa jadi didasari atas pemahaman atas ikatan yang diartikan sekedar sebagai "ikatan adalah pertautan antara tali dengan benda lain (semisal kayu)".

Definisi tersebut terlalu sederhana dan menimbulkan kerancuan. Dengan berdasar pengertian tersebut, bisa jadi saat kita melingkarkan tali di tongkat, maka langsung disebut ikatan. Contoh lain:

  • Ketika kita membuat sebuah simpul tiang untuk menali leher binatang, maka namanya pun berubah menjadi ikatan tiang
  • Ketika membuat simpul perusik (anyam berganda) dan menautkannya di benda lain, maka namanya berubah menjadi ikatan perusik
  • Simpul tambat dan simpul tangga pun berubah menjadi ikatan tambat dan ikatan tangga karena keduanya pasti ditautkan di benda lain
  • Simpul tarik yang harus ditautkan di benda lain sehingga bisa digunakan untuk naik atau turun (semisal menuruni tebing) pun namanya berubah menjadi ikatan tarik.
Seharusnya pengertian dari ikatan tidak sekedar 'pertautan antara tali dengan benda lain (semisal kayu)". Akan tetapi dengan ""rangkaian tali dengan susunan tertentu yang digunakan untuk menautkan (menyatukan) dua atau lebih benda lain". Sehingga yang menjadi inti dari ikatan adalah kegunaannya yaitu "menautkan dua / lebih benda lain" bukan sekedar "menaut di benda lain".

Dengan pengertian yang komplit tersebut simpul pangkal dan simpul jangkar akan tetap menjadi simpul. Ulasan lebih lengkap baca : Simpul Pangkal ataukah Ikatan Pangkal?

4. Tanda Pelantikan


Tidak sedikit yang menganggap tanda pelantikan adalah tanda yang dipasang di lengan baju sebelah kiri (pada pramuka Siaga dan Penggalang) atau di lidah baju (Pramuka Penegak dan Pandega). Padahal tanda tersebut seharusnya adalah Tanda Kecakapan Umum, salah satu bagian dari Tanda Kecakapan dalam Gerakan Pramuka.

Lalu yang manakah Tanda Pelantikan itu? Tanda Pelantikan adalah tanda berbentuk belah ketupat yang pada pakaian seragam pramuka di pasang di saku sebelah kiri (pada anggota putra) atau dada sebelah kiri (Siaga Putra). Sedang pada pramuka putri berbentuk lingkaran yang dipasang di kerah baju sebelah kiri.

Disebut tanda pelantikan karena tanda ini hanya boleh digunakan setelah orang tersebut resmi dilantik menjadi anggota Gerakan Pramuka. Bukan dilantik karena lulus SKU.

Tanda Pelantikan Pramuka
Tanda Pelantikan Pramuka


5. Ketua Regu


Pernah mendengar orang menyebut ketua barung, ketua regu, ketua sangga, wakil ketua regu dan sejenisnya? Penyebutan ketua regu adalah salah kaprah. 

Dalam satuan kelompok terkecil tersebut, tidak menggunakan istilah ketua, namun pemimpin. Di dalam berbagai peraturan tentang kepramukaan pun tidak satupun yang menyebutnya sebagai 'ketua regu'.

Antara pemimpin dengan ketua memiliki makna yang berbeda. Dalam barung, regu, dan sangga, pada hakekatnya masing-masing memiliki derajat yang sama. Tidak ada ketua dan anak buah. Yang ada adalah salah satu diantaranya dipercaya untuk memimpin teman-temannya yang lain untuk sama-sama belajar dan berlatih. Kedudukan sebagai pemimpin ini pun harusnya dijabat secara bergantian agar masing-masing anggota memiliki pengalaman dalam memimpin.

6. Dewan Kerja Ambalan


Di Kwartir Nasional terdapat Dewan Kerja Nasional (DKN), di daerah terdapat Dewan Kerja Daerah (DKD), di cabang terdapat Dewan Kerja Cabang (DKD), dan di ranting terdapat Dewan Kerja Ranting (DKR). Mungkin lantaran itu lah kemudian ada yang latah membuat Dewan Kerja Ambalan (DKA) di tingkat ambalan penegak. Kok tidak dibuat Dewan Kerja Gugusdepan (DKG) sekalian?


Dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor: 214 Tahun 2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega disebutkan bahwa Dewan Kerja adalah wadah pembinaan dan pengembangan kaderisasi kepemimpinan di tingkat Kwartir yang beranggotakan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera.

Sehingga (lihat yang bergaris bawah), Dewan Kerja hanya dibentuk di tingkat Kwartir saja. Tidak sampai ke tingkat Gugusdepan apalagi Ambalan.

Di gugusdepan adanya adalah Dewan Kehormatan Gugusdepan yang beranggotakan dari unsur Majelis Pembimbing, Ketua Gudep, Pembina Satuan, dan Dewan Penegak/Pandega (jika diperlukan). Tugasnya adalah memutuskan pemberian anugerah, penghargaan, dan sanksi bagi anggota gugusdepan tersebut.

Organisasi yang terdapat di tingkat Ambalan adalah Dewan Kehormatan Penegak dan Dewan Ambalan Penegak atau disingkat Dewan Penegak. Dewan Kehormatan Penegak bertugas menentukan pelantikan, pemberian penghargaan, rehabilitasi anggota, dan memutuskan peristiwa terkait kehormatan Pramuka Penegak. Dewan Ambalan Penegak (Dewan Penegak) memiliki tugas membantu pembina pramuka dalam merancang, melaksanakan, mengevaluasi program kegiatan serta merekrut anggota baru.

Dalam golongan pramuka yang lain juga terdapat Dewan Kehormatan seperti Dewan Kehormatan Penggalang, Dewan Kehormatan Pandega. Juga terdapat Dewan Perindukan Siaga, Dewan Pasukan Penggalang dan Dewan Racana Penegak.

Biasanya yang sering kali dianggap sebagai Dewan Kerja Ambalan adalah Dewan Ambalan Penegak atau Dewan Penegak. Baca : Jangan Mau Menjadi Dewan Kerja Ambalan.

7. Pelatih Pramuka


Salah kaprah selanjutnya adalah penyebutan pembina pramuka sebagai pelatih pembina. Keduanya sebenarnya berbeda.

Pembina pramuka adalah anggota dewasa Gerakan Pramuka yang melakukan proses pembinaan dan pendidikan kepramukaan bagi anggota muda. Pembina pramuka terdiri atas pembina siaga, pembina penggalang, pembina penegak, dan pembina pandega. Seorang pembina pramuka harus telah menyelesaikan Kursus Pembina Pramuka Mahir Lanjutan (KML).

Sedang pelatih pramuka adalah anggota dewasa Gerakan Pramuka yang bertugas di Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) untuk melakukan pembinaan dan pendidikan kepada pembina pramuka. Seorang pelatih pembina pramuka setidaknya telah lulus Kursus Pelatih Pembina Dasar (KPD).

Singkatnya, pembina pramuka adalah orang yang membina peserta didik (siaga, penggalang, penegak, dan pandega), sedang pelatih pembina membina pembina pramuka.

8. Jenjang Anggota Pramuka


Jenjang keanggotan pramuka (peserta didik) atau penggolongan anggota muda pramuka kerap dikaitkan dengan jenjang sekolahnya. Di SD (Sekolah Dasar) tingkatannya adalah Siaga dan Penggalang, di SMP adalah Penggalang, di SMA adalah Penegak, dan di Perguruan Tinggi adalah Pandega.

Setiap pramuka yang telah masuk SMA adalah pramuka penegak. Pun setiap pramuka yang masuk perguruan tinggi adalah pandega.

Padahal penggolongan peserta didik pramuka tidak didasarkan pada tingkat pendidikannya melainkan pada usianya. 
Berdasarkan batasan usia tersebut jika ada anggota pramuka yang belum berusia 16 tahun harusnya tetap menjadi seorang Pramuka Penggalang meskipun telah bersekolah di SMA. Tetapi yang kerap terjadi (hingga jadi salah kaprah), meskipun belum 16 tahun seorang siswa SMA langsung dijadikan pramuka penegak dan menjadi anggota ambalan di SMA tersebut.

Pun pada perguruan tinggi. Jarang sekali ada ambalan penegak di Perguruan Tinggi. Padahal sangat banyak pramuka berusia di bawah 21 tahun yang telah berstatus mahasiswa. Jika mengikuti kegiatan kepramukan di Perguruan Tinggi tersebut, berapapun usianya, mereka langsung menjadi Pandega dan menjadi anggota Racana.

Delapan salah kaprah dalam kepramukaan ini yang sempat pramukaria daftar. Mungkin kakak-kakak pembina maupun anggota pramuka lainnya dapat menambahkan salah-kaprah-salah-kaprah lainnya yang sering terjadi.